Zahira Haya Fanita Berjuang dengan Penyakit Langka, Keluarga Butuh Uluran Tangan

- Jurnalis

Kamis, 2 Januari 2025 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Bekasi Barat Ridwan AS dan Lurah Bintara Achmad Supriatna  berkunjung ke rumah dede Zahira dan diterima oleh Ayahanda Fahmi Zulham beberapa waktu lalu.

Camat Bekasi Barat Ridwan AS dan Lurah Bintara Achmad Supriatna berkunjung ke rumah dede Zahira dan diterima oleh Ayahanda Fahmi Zulham beberapa waktu lalu.

Zahira Haya Fanita, seorang balita berusia 1,1 tahun, harus bertarung dengan penyakit langka pada saluran empedu yang dikenal sebagai Atresia Bilier (AB).

Penyakit ini telah mengganggu pertumbuhannya sejak usia 1 bulan. Kabar tidak mengenakkan ini diterima oleh pasangan Fahmi Zulham dan Yunita Damayanti dari tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang merawat Zahira.

Penyakit tersebut telah merusak organ hati Zahira hingga ia harus menjalani operasi Kasai pada bulan Januari 2024 untuk mengatasi saluran empedu yang tersumbat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang operasi Kasainya bagus bisa mencegah sampai puluhan tahun, bisa sampai besar, cuma jarang,” kata Fahmi Zulham, ayah Zahira, Rabu (01/01/2025).

Secara umum, kondisi anak ketiga mereka ini relatif stabil, namun kadar bilirubin atau zat yang terbentuk dari proses penguraian sel darah merah di dalam tubuhnya masih kerap naik turun.

Saat naik, mata dan kulit Zahira tampak menguning, dan perutnya membesar hingga membuatnya sulit bergerak. Di usianya yang baru 1,1 tahun, Zahira hanya bisa berbaring di rumah kontrakan yang terletak di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat.

“Karena memang pertumbuhannya jadi kurang dari efek penyakitnya ini,” ucap Fahmi.

Setiap bulan, Fahmi mengantarkan Zahira untuk kontrol kesehatan ke RSCM. Fahmi dan Yunita tidak ingin melihat anaknya terus dalam kondisi seperti ini, terlebih jika sewaktu-waktu kondisinya menurun.

Mereka tengah berupaya keras agar Zahira bisa menjalani operasi transplantasi hati, di mana Fahmi sendiri akan mendonorkan hatinya untuk anaknya.

Menjelang akhir tahun, Fahmi dan sang istri memutuskan untuk membuka donasi melalui rekening Danamon Syariah dengan nomor 3600367563 lantaran biaya yang dibutuhkan sangat mahal bagi mereka.

Pengumpulan donasi ini ditujukan untuk membantu meringankan biaya hingga operasi transplantasi hati tersebut bisa terlaksana.

Selama ini, tidak sedikit uang yang harus disiapkan pasangan suami istri tersebut, mulai dari biaya transportasi saat menjalani kontrol di RSCM, membeli tambahan vitamin, serta memenuhi kebutuhan susu yang tidak dijual di semua apotek.

Dalam kondisi tersebut, Fahmi dan istrinya hanya bisa berharap usaha mereka berjalan lancar, seraya berharap ada tangan-tangan dermawan yang berdonasi untuk meringankan beban mereka.

“Nominal yang kami butuhkan kurang lebih Rp150 juta. Saya berharap ada donasi untuk kesembuhan organ hati putri saya, dan saya mengucapkan terima kasih apabila ada donatur yang bisa membantu Zahira,” tambahnya.

Sekedar informasi, Fahmi telah menjalani serangkaian pemeriksaan hingga dinyatakan layak mendonorkan hatinya kepada Zahira. Jika tidak, sang ibu juga telah menyatakan kesiapannya menjadi pendonor.

Mengenai kondisi yang dialami oleh Zahira, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi telah bergerak mencari solusi agar Zahira bisa sembuh dan sehat seperti anak-anak lainnya.

“Pak Plt (Kepala Dinkes) sudah menugaskan Tim Yankes dan SDK untuk bertemu dengan BPJS,” kata Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Fikri Firdaus.

Langkah ini dilakukan untuk mencari informasi terkait dengan biaya operasi transplantasi hati tersebut. Selain itu, Fikri memastikan pihak Puskesmas juga telah menemui keluarga Zahira.

“Puskesmas sudah datang menemui keluarga, sudah dicek juga, kondisi Zahira saat ini dalam keadaan baik,” tambahnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Zahira dapat segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dan kembali sehat seperti anak-anak lainnya.

Visited 165 times, 1 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap
Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina
Jelang Ground Breaking PSEL Sumurbatu, Pemkot Bekasi Kembangkan Teknologi Pirolisis
7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI
Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air
Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini
6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:57 WIB

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:09 WIB

Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:04 WIB

7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini

Berita Terbaru

Tanggul tak berizin Grand Galaxy City.

Parlementaria

DPRD Desak Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Grand Galaxy City

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:57 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x