Zulhas Targetkan Open Dumping Bantargebang Tutup 2028

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengelolaan sampah berbasis teknologi. (Foto: Generator AI).

Ilustrasi pengelolaan sampah berbasis teknologi. (Foto: Generator AI).

Poin Utama:

  • Status Darurat: Fasilitas waste to energy (PLTSa) di 33 kota dinilai baru mampu menuntaskan 20 persen masalah sampah nasional.
  • Fokus Penanganan: Pemerintah menargetkan penghapusan sistem pembuangan terbuka (open dumping) berskala raksasa, termasuk di TPST Bantargebang, Kota Bekasi.
  • Target Waktu: Praktik open dumping ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2027 atau awal 2028.
  • Solusi Teknologi: 80 persen sisa masalah sampah akan ditangani lewat 4 kategori teknologi baru (TPST, TPS3R, dll) yang segera masuk e-katalog.

​Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan status darurat sampah nasional dan menargetkan penghentian sistem pembuangan terbuka (open dumping), termasuk di TPST Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, paling lambat pada awal tahun 2028.

​Seberapa Parah Kondisi Darurat Sampah Nasional Saat Ini?

​Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pengolahan sampah berbasis energi listrik atau waste to energy belum memberikan dampak yang teramat signifikan secara nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekalipun Program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) beroperasi penuh di berbagai daerah, hal itu baru menyentuh sebagian kecil masalah.

​”Kalau waste to energy itu jalan semua di 33 kota, itu baru 20 persen masalah sampah selesai. Masih ada 80 persen lagi yang belum bisa kita selesaikan,” kata Zulkifli Hasan, Senin (23/02/2026).

​Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat kini menggelar serangkaian rapat percepatan penanganan. Pendekatan konvensional dinilai tak lagi cukup untuk menambal krisis tumpukan sampah yang kian menggunung.

​Apa Solusi Pemerintah untuk Mengatasi 80 Persen Sisa Sampah?

​Untuk menuntaskan sisa 80 persen persoalan sampah yang belum tertangani, pemerintah pusat tengah menyiapkan empat kategori teknologi pengolahan alternatif.

Teknologi ini nantinya akan diterapkan di berbagai wilayah, termasuk yang beririsan dengan kebijakan Pemkot Bekasi.

​Keempat kategori teknologi pengolahan tersebut meliputi:

  • ​Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) non-RDF.
  • ​TPST berbasis Refuse Derived Fuel (RDF).
  • ​Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R).
  • ​Pengolahan sampah organik langsung dari sumber atau di tingkat masyarakat.

​Pengembangan alat ini akan melibatkan kolaborasi lintas sektor antara BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya adalah merumuskan alat yang relevan dengan kebutuhan kota maupun desa.

​”Alatnya seperti apa dan seterusnya kita targetkan satu bulan untuk bisa masuk e-katalog, sehingga masyarakat bisa membeli atau mempergunakan itu,” jelas sosok yang akrab disapa Zulhas tersebut.

​Kapan Sistem Open Dumping di Bantargebang Dihentikan?

​Pemerintah pusat mengultimatum akan memperketat penegakan hukum secara konsisten terkait praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di masa mendatang. Target terdekat adalah mengubah wajah lokasi pembuangan skala raksasa dalam dua tahun ke depan.

​Salah satu fokus utama pembenahan yang menjadi sorotan nasional ini berada di kawasan TPST Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, serta beberapa titik lain seperti di Bali.

​”Sehingga dua tahun lagi kita akan melihat hasil nyata perubahan besar. Terutama yang besar-besar itu yang open dumping seperti Bantargebang, seperti di Bali. Ya, 2027 akhir atau 2028 awal ini bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

​Langkah tegas pemerintah pusat ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi warga Kota Bekasi, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan Kecamatan Bantargebang.

Sinergi antara kebijakan pusat dan Pemkot Bekasi sangat dinanti untuk mewujudkan lingkungan tata kota yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman polusi sampah.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana penutupan sistem open dumping di Bantargebang? Sampaikan aspirasi dan keluhan terkait layanan persampahan di lingkungan Anda melalui Call Center Siaga Pemkot Bekasi atau tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
Awas Macet! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Terbaru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x