Komisi IV Pertanyakan Ribuan Bangku Tak Bertuan di PPDB Online 2024 Kota Bekasi

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PDI Perjuangan Heri Purnomo.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PDI Perjuangan Heri Purnomo.

KOTA BEKASI – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PDI Perjuangan Heri Purnomo mempertanyakan pelaksanaan PPDB Online di Kota Bekasi yang menyisakan ribuan kuota bangku kosong, baik tingkat SD maupun SMP Negeri.

Pasalnya, berdasarkan catatan dari kuota sebanyak 25.236 bangku yang diperebutkan, yang lolos seleksi tercatat hanya 16.285 calon siswa SD.

Sementara di tingkat SMP, dari kuota 8.006 bangku yang diperebutkan, yang lolos seleksi tercatat sebanyak 7.946 calon siswa SMP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga usai masa pendaftaran PPDB Online Jalur Zonasi yang dibuka dari tanggal 1 hingga 3 Juli 2024 kemarin, kuota untuk tingkat SD tersisa 8.951 dan SMP sebanyak 60.

Heri Purnomo mengatakan, dalam pelaksanaan PPDB Online di Kota Bekasi tentunya ada beberapa jalur, baik dari Jalur Prestasi, Afirmasi, Zonasi dan Perpindahan Orang Tua atau Guru (PTO) yang memang tidak sebanding dengan sekolah SMP Negeri.

Terlebih, hal ini juga turut didukung berdasarkan catatan, Dinas Pendidikan Kota Bekasi jumlah lulusan SD maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Bekasi tak kurang memiliki jumlah sebanyak 44.562 Siswa. Dengan, daya tampung SMP Negeri hanya sebanyak 13.600 siswa.

Disisi lain, menurut pria yang kerap disapa Bung Herpur ini berpendapat dalam pelaksanaan PPDB Online.

Banyak orang tua dari calon peserta didik yang hendak mendaftarkan anaknya ke Sekolah Negeri, sedangkan secara kapasitas Sekolah Negeri tidak begitu memadai atau Negeri Minded secara stigma publik.

“Dan betul jangan sampai masyarakat terlalu bicara terkait Negeri Minded, pokoknya maunya di Negeri, padahal ada swasta juga yang lumayan bagus dan Pemerintah juga sudah tahun lalu sudah melakukan MOU (kerjasama) ke pihak swasta dengan adanya subsidi bagi masyarakat yang kurang mampu yang tidak diterima di Sekolah Negeri,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Tahapan PPDB Online di Kota Bekasi pada tahun ini terbilang cukup ketat secara proses pendaftaran.

Lantaran, dari hasil seleksi mengakibatkan terjadinya bangku tak bertuan atau terjadi kuota bangku kosong.

“Karena memang tahun ini juga tidak seperti dengan tahun lalu mulai ketat itu Pemerintah Kota Bekasi, Makanya terjadilah bangku bangku yang belum ditempati masih ada bangku kosong, baik SD maupun SMP,” tuturnya.

Sebab, kata dia, persoalan bangku kosong tersebut bisa segera teratasi bilamana Pemerintah Daerah fleksibel dalam pemerataan Infrastruktur maupun Sosialisasi PPDB yang tergolong masif di lapangan.

Contohnya, kata dia, ada kebanyakan yang melakukan pendaftaran di Jalur Zonasi dalam lingkaran radius 20 hingga 30 Meter diterima sekolah tujuan.

Tetapi, dari calon siswa yang memiliki radius kediaman rumah ke sekolah tujuan yang berjarak 400 hingga 600 meter justru tidak diterima di sekolah tersebut.

“Ini kan menjadi kilas balik yang kasihan kepada mereka yang jarak 600 meter malah engga dapat dan sudah tertutup tahapan onlinenya, harusnya juga kalau memang itu masih kosong, ya paling engga harus fleksibel lah,” katanya

Apalagi, menurut Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini, Pemerintah Daerah juga sudah menyepakati jumlah rombongan belajar (Rombel) dalam satu kelas sebanyak 32 siswa.

“Tapi masih aja ada yang kosong. Ini kan perlu juga evaluasi dari Dinas Pendidikan, waktu lalu malah satu rombongan belajar (rombel) ada yang 50, kalau sekarang malah kurang. Ini kan anomali jadinya, makanya harus ada fleksibilitas dan infrastruktur pendukung yang memadai,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BK Soroti Absennya Tiga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi saat Rapat Paripurna
Infrastruktur jadi Sorotan Reses, Ketua DPRD Kota Bekasi Janji Percepat Pembenahan
Komisi 1 Wanti-wanti Wali Kota Bekasi Tak Gegabah Pangkas TPP PPPK 2025
Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak Dishub Buka Hasil Evaluasi Trans Beken
Terima Aspirasi UMKM Teluk Buyung, Bang Kamil Syaikhu Dorong Kawasan Jadi ‘Blok M’-nya Kota Bekasi
Gelar Reses di Teluk Pucung, Ketua DPRD Kota Bekasi Fokus Pembinaan UMKM Lokal
Mutasi Dadakan PPPK Jadi Guru, Pemkot Bekasi Tabrak UU ASN
Ketua DPRD Kota Bekasi Sinyalkan Perpanjang Masa Jabatan Sekda Junaedi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:50 WIB

BK Soroti Absennya Tiga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi saat Rapat Paripurna

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB

Infrastruktur jadi Sorotan Reses, Ketua DPRD Kota Bekasi Janji Percepat Pembenahan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:09 WIB

Komisi 1 Wanti-wanti Wali Kota Bekasi Tak Gegabah Pangkas TPP PPPK 2025

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:22 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak Dishub Buka Hasil Evaluasi Trans Beken

Senin, 13 Juli 2026 - 05:57 WIB

Terima Aspirasi UMKM Teluk Buyung, Bang Kamil Syaikhu Dorong Kawasan Jadi ‘Blok M’-nya Kota Bekasi

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x