Jelang Berakhirnya Kerjasama TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Usulkan Pembangunan Dua Flyover

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan unsur Pimpinan DPRD saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam Sidang Paripurna, Kamis (12/06/2025).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan unsur Pimpinan DPRD saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam Sidang Paripurna, Kamis (12/06/2025).

Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan pembangunan dua flyover (FO) di wilayah Kemang Pratama Bekasi dan Simpang Bantargebang sebagai solusi untuk mengurangi tingkat kemacetan yang semakin parah.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut bahwa proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 600 miliar, dengan estimasi Rp 200 hingga Rp 300 miliar untuk setiap flyover.

Usulan ini diajukan dalam rangka menyongsong pembahasan kelanjutan kontrak kerja sama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang akan berakhir pada 26 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkot Bekasi berharap agar proyek ini dapat masuk dalam agenda kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengingat pentingnya infrastruktur ini bagi mobilitas warga dan pengelolaan sampah.

Tri Adhianto mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk membahas usulan pembangunan flyover tersebut.

Ia berharap ada review terkait pengajuan proyek ini, yang nantinya akan dikaitkan dengan perjanjian kerja sama yang akan berakhir pada 2026.

“Usulan pembangunan FO ke DKI Jakarta adalah salah satu agenda yang saya bahas saat bertemu dengan Gubernur. Kita berharap ada satu review terkait pengajuan yang kita ajukan,” ujar Tri Adhianto saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (12/06/2025).

Selain pembangunan flyover, Pemkot Bekasi juga mengusulkan beberapa proyek strategis sebagai bagian dari kemitraan dengan DKI Jakarta.

Salah satu aspek yang dibahas adalah kelanjutan kontrak kerja sama TPST Bantargebang, yang menjadi tempat pembuangan sampah utama bagi Jakarta.

“Bicaranya bukan hanya soal TPST, tetapi juga bagaimana membangun Kota Bekasi dan berkontribusi dalam mengurangi apa yang dihadapi Jakarta, seperti polusi dan banjir,” jelas Tri Adhianto.

Pemkot Bekasi berharap agar kerja sama ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, termasuk dalam pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur, dan mitigasi dampak lingkungan

Visited 138 times, 1 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega
Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air
Calon Kepala Puskesmas di Kota Bekasi Wajib Miliki STR dan Sertifikasi Izin Praktik
Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu
Miris! Senggol Motor di Mustikajaya, Ibu Diludahi dan Balita Dipukul
Vespa Rp50 Juta Raib di Parkiran Circle-K, Korban Kecewa Kinerja Polrestro Bekasi Kota
Pemkot Bekasi Subsidi Rp3 Juta per Siswa, 56 Sekolah Swasta Kini Gratis
Pemkot Bekasi Targetkan Ganti Rugi Korban Kebakaran SPBE Cair Akhir Juni 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega

Senin, 8 Juni 2026 - 22:32 WIB

Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air

Senin, 8 Juni 2026 - 18:26 WIB

Calon Kepala Puskesmas di Kota Bekasi Wajib Miliki STR dan Sertifikasi Izin Praktik

Senin, 8 Juni 2026 - 15:55 WIB

Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu

Senin, 8 Juni 2026 - 15:38 WIB

Miris! Senggol Motor di Mustikajaya, Ibu Diludahi dan Balita Dipukul

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x