Pasca Insiden Siswa Keracunan, DPRD Kota Bekasi Tegaskan MBG Harus Lanjut: ‘Jangan Dihentikan’

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, S.E.

Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, S.E.

BEKASI – Di tengah sorotan tajam pasca-insiden dugaan keracunan siswa, Fraksi Partai Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi menegaskan dukungannya agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan.

Meski mengakui adanya persoalan teknis di lapangan, program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan bangsa.

​Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, seraya menyatakan bahwa kritik dan evaluasi harus menjadi pendorong perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan program strategis nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Emas

​Menurut Bang Misbah sapaan akrabnya, esensi dari Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Ia memandang program ini sebagai alat pemerataan yang efektif untuk mengatasi kesenjangan gizi di antara anak-anak sekolah.

​“Program ini sangat bagus untuk menghapus disparitas pemenuhan gizi anak bangsa. Kalau ada kekurangan, itu wajar karena program ini masih tergolong baru,” kata Bang Misbah kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Senin (06/10/2025).

“Yang terpenting, penyempurnaan dilakukan secara berkesinambungan, bukan malah dihentikan.” tambahnya.

​Ia menambahkan, program ini juga secara nyata meringankan beban ekonomi orang tua, terutama mereka yang sibuk bekerja.

“Banyak orang tua terbantu karena negara hadir memberikan makan siang di sekolah. Mereka tidak lagi khawatir anaknya makan apa,” paparnya.

Evaluasi Bukan Hentikan Program

​Menanggapi insiden dan kritik yang muncul, politikus Partai Gerindra itu menilai semua masukan harus dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan. Ia mengakui sejumlah aspek teknis memang perlu dibenahi secara serius.

​“Aspek seperti higienitas makanan, mekanisme distribusi, hingga pemerataan penerima manfaat adalah hal-hal yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Tolak Asuransi, Dorong Pengawasan Ketat

​Terkait usulan agar penerima MBG diasuransikan sebagai bentuk mitigasi, Bang Misbah menyatakan ketidaksetujuannya. Menurutnya, langkah tersebut justru berpotensi membebani keuangan negara. Sebagai gantinya, ia mendorong solusi yang lebih fundamental.

“Jalan keluarnya adalah kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam hal pengawasan. SOP (Standar Operasional Prosedur) harus dijalankan dengan ketat, mulai dari dapur hingga makanan sampai ke tangan siswa,” tegasnya.

Peluang dan Kendala Pelibatan UMKM Lokal

​Lebih jauh Bang Misbah berharap program MBG dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kantin sekolah sebagai penyedia makanan. Namun demikian, ia menyoroti adanya kendala signifikan di lapangan.

​”Syarat dapur umum dengan luas minimal 200 meter persegi bisa menjadi tembok penghalang bagi UMKM di kota besar seperti Kota Bekasi, di mana harga sewa atau beli lahan sangat tinggi,” ungkapnya.

​Ia menyarankan agar pemerintah pusat dapat meninjau kembali persyaratan tersebut agar lebih fleksibel dan memungkinkan lebih banyak UMKM lokal untuk berpartisipasi.

Sumber Anggaran dari APBN

​Tak lupa Bang Misbah meluruskan informasi mengenai sumber pendanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya program MBG ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

​“Program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Tugas kita semua, baik legislatif, eksekutif, maupun masyarakat, adalah mengawalnya agar tujuan besarnya, yakni mencetak generasi emas Indonesia, benar-benar tercapai,” pungkasnya.

​Setujukah Anda bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus tetap dilanjutkan dengan perbaikan? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Hibah Rp100 Juta per RW Dinilai Timpang, DPRD Kota Bekasi Dorong Kajian Pemekaran RW
Komisi 1 DPRD Sentil Pemkot Bekasi Agar Percepat Proses Pencairan Dana Hibah Rp100 Juta per RW
Tagih Janji Presiden, Flyover Bulak Kapal Baru Dibangun 2027
Banpres Flyover Bulak Kapal Buram, DPRD Tagih Janji Presiden
Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu
Gaji PPPK Ditanggung APBN, APBD Pemkot Bekasi Optimal untuk Warga
Penyegaran AKD DPRD Kota Bekasi, Dua Legislator PPP Bertukar Komisi
Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi Ganti Nakhoda, Bambang Purwanto Gantikan M Saifuddaulah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:27 WIB

Dana Hibah Rp100 Juta per RW Dinilai Timpang, DPRD Kota Bekasi Dorong Kajian Pemekaran RW

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:24 WIB

Komisi 1 DPRD Sentil Pemkot Bekasi Agar Percepat Proses Pencairan Dana Hibah Rp100 Juta per RW

Senin, 22 Juni 2026 - 16:08 WIB

Tagih Janji Presiden, Flyover Bulak Kapal Baru Dibangun 2027

Senin, 22 Juni 2026 - 15:50 WIB

Banpres Flyover Bulak Kapal Buram, DPRD Tagih Janji Presiden

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:12 WIB

Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x