Tragedi SPBE Cimuning: Sekuriti Tewas Akibat Luka Bakar 90 Persen

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas Disdamkarmat Kota Bekasi tengah berjibaku menembus gelapnya malam untuk memadamkan amukan api yang menghanguskan bangunan saat terjadi kebakaran hebat di SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Rabu (01/04/2026) malam. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Sejumlah petugas Disdamkarmat Kota Bekasi tengah berjibaku menembus gelapnya malam untuk memadamkan amukan api yang menghanguskan bangunan saat terjadi kebakaran hebat di SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Rabu (01/04/2026) malam. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Poin Utama:

  • ​Suyadi, sekuriti SPBE di Jalan Cinyosog, Mustikajaya, tewas akibat luka bakar 90 persen.
  • ​Gugurnya korban mematahkan klaim awal Camat Mustikajaya yang menyatakan tragedi ini nihil korban jiwa.
  • ​Wakil Wali Kota Bekasi memastikan ahli waris korban tewas mendapat santunan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan.
  • ​Fokus publik dan Pemkot Bekasi kini beralih pada pemulihan 21 korban luka bakar lainnya yang masih dirawat.

​Harapan agar tragedi kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, tak memakan korban jiwa akhirnya hangus terbakar.

Suyadi, seorang petugas keamanan (sekuriti) di lokasi tersebut, dilaporkan meninggal dunia setelah tak kuasa menahan luka bakar mematikan hingga 90 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta pilu ini sekaligus menampar laporan awal pemerintah kecamatan setempat yang dengan terlalu dini mengklaim insiden nahas tersebut nihil korban jiwa.

​Siapa Korban Meninggal Tragedi Kebakaran SPBE Mustikajaya?

​Korban meninggal dalam insiden maut tersebut bernama Suyadi, seorang petugas keamanan yang tengah bertugas saat si jago merah mengamuk.

Suyadi menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan luka bakar kritis yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya.

​Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengonfirmasi kabar duka ini dan menyatakan bahwa almarhum telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Minggu (05/04/2026) malam.

Pemkot Bekasi memastikan hak ketenagakerjaan mendiang dipenuhi secara penuh sebagai bentuk tanggung jawab.

​”Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia adalah merupakan security dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sudah lakukan kemarin langsung di kubur tadi malam dan insya Allah akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (06/04/2026).

​Benarkah Klaim Awal Tidak Ada Korban Jiwa di SPBE Cimuning?

​Gugurnya Suyadi secara mutlak mematahkan pernyataan awal dari Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, yang sempat sesumbar menyebut bahwa insiden ini tidak merenggut nyawa. Pernyataan prematur tersebut kini terbantahkan oleh realitas pahit di lapangan.

​”Semua yang tercatat, ada 22 itu datanya yang alami luka bakar, untuk korban meninggal dunia tidak ada,” kata Maka Nachrowi, Sabtu (04/04/2026) lalu.

​Bagaimana Nasib 21 Korban Luka Bakar SPBE Mustikajaya Lainnya?

​Dengan adanya satu korban jiwa, sorotan publik kini mengarah tajam pada langkah taktis Pemkot Bekasi dan pihak perusahaan dalam menangani puluhan korban luka bakar lainnya. Penanganan medis serta kompensasi maksimal wajib diberikan tanpa dalih apa pun.

​Berikut rincian data terkini korban kebakaran SPBE Mustikajaya:

  • ​Total korban terdampak: 22 orang.
  • ​Korban meninggal dunia: 1 orang (Suyadi, sekuriti).
  • ​Korban luka bakar dalam perawatan: 21 orang.

​Kini, publik menuntut keseriusan Pemkot Bekasi dan pihak manajemen SPBE untuk memastikan insiden serupa tidak terulang, serta menjamin seluruh biaya pemulihan 21 korban yang tersisa ditanggung sepenuhnya.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai lambannya antisipasi dan simpang-siur data dalam tragedi SPBE di Mustikajaya ini?

Bagikan artikel ini agar lebih banyak warga yang waspada, dan tinggalkan opini Anda di kolom komentar. Pantau terus laporan mendalam dan terkini hanya di RakyatBekasi.Com!

Visited 54 times, 3 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI
Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air
Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini
6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
Tegas! Pemkot Bekasi Larang ASN Ngonten di Jam Kerja Pakai Atribut Dinas
Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan
Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:04 WIB

7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30 WIB

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:08 WIB

PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x