Ledakan SPBE Cimuning: 14 Kritis, Pemkot Bekasi Jamin Biaya Korban

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe (tengah) didampingi jajaran terkait tengah memberikan keterangan pers kepada awak media saat meninjau langsung lokasi pasca-kebakaran SPBE di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (02/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe (tengah) didampingi jajaran terkait tengah memberikan keterangan pers kepada awak media saat meninjau langsung lokasi pasca-kebakaran SPBE di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (02/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

Poin Utama:

  • ​Kebakaran hebat menghanguskan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustikajaya pada Rabu (01/04/2026) malam, diduga kuat akibat kebocoran gas.
  • ​Sebanyak 14 orang menjadi korban dengan luka bakar serius mencapai 90 persen, beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
  • ​Sebanyak 12 armada pemadam kebakaran dikerahkan, dan api baru berstatus hijau (padam) pada Kamis (02/04/2026) pukul 03.45 WIB.
  • ​Pemkot Bekasi memastikan seluruh biaya perawatan medis para korban, baik melalui BPJS maupun non-BPJS, akan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.

​Insiden mengerikan melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (01/04/2026) malam.

Diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian tabung utama, ledakan yang berujung kebakaran hebat ini menghanguskan area operasional seluas dua ribu meter persegi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons tragedi maut yang nyaris merenggut belasan nyawa tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi langsung turun tangan dan memastikan seluruh biaya perawatan medis para korban ditanggung sepenuhnya oleh kas daerah.

​Apa Penyebab Kebakaran SPBE di Cimuning Mustikajaya?

​Kebocoran gas saat pengisian dari tangki ke tabung utama diduga kuat menjadi pemicu meledaknya fasilitas vital tersebut.

Percikan sekecil apa pun di area yang penuh dengan material mudah terbakar ini terbukti berakibat fatal.

​”Dengan adanya kejadian tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman api,” kata Plt Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi Heryanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (02/04/2026).

​Menurut data investigasi awal pihak Disdamkarmat:

  • Waktu Laporan: Kejadian dilaporkan pegawai pada pukul 21.08 WIB.
  • Armada Dikerahkan: 12 Unit Mobil Pemadam Kebakaran diterjunkan.
  • Luas Area Terdampak: Berkisar 2.000 meter persegi.
  • Waktu Padam: Api baru berstatus ‘Hijau’ (terkendali) pada Kamis (02/04/2026) dini hari pukul 03.45 WIB.

​Berapa Jumlah Korban Ledakan SPBE Cimuning dan Bagaimana Kondisinya?

​Data terbaru yang dihimpun di lapangan mencatat setidaknya 14 orang menjadi korban luka bakar parah dalam insiden tersebut. Meski kerusakannya masif, tidak ada korban jiwa yang melayang akibat ledakan ini.

​”Dampak yang ada di sekitar sini tentunya rumah warga beberapa yang terdampak dan korban kurang lebih hampir 14 orang,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe kepada awak media saat melakukan peninjauan ke lokasi kejadian di Cimuning, Kamis (02/04/2026).

​Kondisi para korban terbilang memprihatinkan, dengan beberapa di antaranya menderita luka bakar ekstrem hingga mencapai 90 persen.

Saat ini, para korban telah dievakuasi ke rumah sakit rujukan tingkat tinggi, termasuk RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) dan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta guna mendapatkan intervensi medis intensif.

​Apakah Pemkot Bekasi Menanggung Biaya Perawatan Korban Kebakaran?

​Ya, Pemkot Bekasi telah menegaskan komitmennya untuk mengambil alih seluruh beban finansial pengobatan para korban kebakaran SPBE Cimuning ini.

Pemerintah daerah memandang insiden ini sebagai musibah luar biasa yang membutuhkan jaring pengaman sosial segera.

​Wakil Wali Kota Bekasi memastikan bahwa jaminan perawatan medis ini berlaku menyeluruh, baik bagi korban yang memiliki kepesertaan aktif BPJS Kesehatan maupun mereka yang tidak terdaftar.

Kehadiran pemerintah mutlak diperlukan mengingat penanganan luka bakar di atas 70 persen menelan biaya yang sangat fantastis.

​Tragedi ledakan di SPBE Cimuning ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi para pengelola stasiun pengisian bahan bakar gas untuk tidak main-main dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Investigasi menyeluruh wajib dilakukan agar musibah serupa tidak lagi menghantui warga di masa depan.

​Bagaimana pendapat Anda tentang pengawasan SPBE di Kota Bekasi saat ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan informasi penting ini ke grup komunitas Anda! Tetap pantau update berita kritis dan tajam seputar Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP
BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?
Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas
Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak
Tragedi SPBE Cimuning: Pemkot Bekasi Telat Awasi K3 dan SLF?
WFH Geser Jumat Ikut Pemerintah Pusat, Pemkot Bekasi Kaji Ulang Kebijakan Sehari Tanpa Kendaraan BBM
Terseret Suap Bekasi, KPK Segera Garap Pimpinan DPRD Jabar!

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:26 WIB

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP

Selasa, 7 April 2026 - 16:07 WIB

BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!

Selasa, 7 April 2026 - 15:39 WIB

Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Selasa, 7 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 11:24 WIB

Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca