Poin Utama:
- Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi pada Kamis (02/04/2026).
- Sebanyak 17 orang menjadi korban luka bakar parah, beberapa di antaranya mencapai kondisi kritis dengan luka bakar 90 persen.
- Para korban yang terdiri dari warga sekitar dan petugas keamanan telah dievakuasi ke tujuh rumah sakit berbeda untuk penanganan darurat.
- Pemkot Bekasi melalui pihak kecamatan langsung mendirikan posko darurat bagi warga yang rumahnya terdampak ledakan.
Peristiwa mengerikan terjadi di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Kamis (02/04/2026).
Sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dilalap si jago merah, mengakibatkan sedikitnya 17 orang mengalami luka bakar serius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi standar pengawasan keamanan instalasi vital gas di tengah permukiman padat penduduk.
Apa Penyebab Kebakaran dan Siapa Saja Korban SPBE Cimuning Mustikajaya?
Kebakaran hebat di SPBE Cimuning ini melukai belasan warga dan petugas keamanan yang tengah berada di sekitar lokasi.
Nahasnya, beberapa korban dilaporkan dalam kondisi kritis akibat menderita luka bakar hingga mencapai 90 persen.
”Data yang sementara korbannya, dari warga dan sekuriti,” kata Maka Nachrowi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi kejadian, Kamis (02/04/2026).
Di Mana Saja Korban Kebakaran SPBE Mustikajaya Dirawat?
Seluruh korban luka bakar telah dievakuasi secara cepat ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kondisi luka yang bervariasi dan parah memaksa tim penyelamat menyebar pasien ke tujuh rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi.
”Jadi pasien ini tersebar ke beberapa rumah sakit,” lanjutnya.
Berikut adalah daftar lengkap 17 identitas korban luka berdasarkan lokasi perawatannya:
RS Citra Arrafiq:
- Fajar Sidiq Budianto (luka bakar)
- Dimas Kurnianto (luka bakar)
- Sapta Prihantono (luka bakar 63%)
- Widaro (luka bakar)
- Aliyah Raisyah (balita, observasi)
RSUD Kabupaten Bekasi:
- Aulia Putri Budiasih
- Adi Bagus Triono
RS Satria Medika:
- Kosasih (luka bakar)
- Agustinus (luka bakar)
- Yakub (luka bakar)
RS Unimedika:
- Suyadi (luka bakar)
RSUD Kota Bekasi:
- Darmadi (luka bakar)
- Winarno (luka bakar)
RS Permata:
- Junipan (luka bakar)
- Syamsul Bahri (luka bakar)
RS Kartika Husada:
- Djaimun (luka bakar)
- Dimas Prayoga (luka bakar)
Bagaimana Penanganan Warga Terdampak oleh Pemkot Bekasi?
Pemkot Bekasi melalui pihak kecamatan bergerak merespons dampak sosial dari insiden ledakan gas ini.
Sebuah posko bantuan darurat telah didirikan tepat di sekitar lokasi kejadian untuk mengakomodasi laporan kerusakan maupun kebutuhan mendesak para korban.
”Kami buat posko untuk barangkali ada warga yang memang membutuhkan bantuan. Namun rata-rata saat ini warga yang rumahnya terdampak memilih mengungsi ke rumah saudara-saudaranya di kampung lain,” kata Maka Nachrowi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Posko Darurat Cimuning, Kamis (02/04/2026).
Tragedi berdarah di SPBE Cimuning ini harus menjadi alarm darurat bagi pihak berwenang untuk mengevaluasi ulang izin operasi dan mitigasi bencana pada fasilitas berbahaya di Kota Bekasi. Jangan sampai nyawa dan keselamatan warga terus-menerus menjadi taruhan.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai insiden mengerikan di Mustikajaya ini? Tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar masyarakat luas serta keluarga korban mendapat informasi terkini. Simak juga update berita Bekasi terbaru dan paling tajam hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















