- DPPKB Kota Bekasi berkolaborasi dengan GenRe menggelar edukasi pencegahan seks bebas dan pernikahan dini bagi pelajar di SMAN 3 Kota Bekasi.
- Penyuluhan ini turut menggandeng Tim Densus 88 untuk menyosialisasikan mitigasi bahaya narkoba, HIV, hingga radikalisme.
- Edukasi diperluas ke ranah digital, menyasar ancaman cyberbullying dan konsekuensi hukum dari jejak digital negatif.
- Roadshow interaktif ini dirancang khusus untuk mengarahkan literasi generasi Z (Gen Z) Kota Bekasi agar terhindar dari perilaku berisiko.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi bersama Generasi Berencana (GenRe) menggelar penyuluhan pencegahan seks bebas dan pernikahan dini di SMA Negeri 3 Kota Bekasi, Rabu (19/08/2026).
Langkah proaktif dari jajaran Pemkot Bekasi ini bertujuan memperkuat literasi remaja terhadap berbagai perilaku berisiko yang mengancam masa depan.
Kegiatan ini turut menggandeng lintas instansi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi DPPKB Kota Bekasi Lindungi Masa Depan Pelajar
Mengapa Edukasi Seks Bebas Krusial bagi Pelajar Kota Bekasi?
Edukasi ini sangat krusial mengingat minimnya pengetahuan remaja sering kali menjadi celah masuknya perilaku menyimpang yang berakibat fatal.
Bunda GenRe Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas instansi, termasuk bersama Tim Densus 88, sangat diperlukan untuk membentengi pelajar dari ancaman seks bebas, narkoba, hingga HIV.
”Karena kita tau kondisi sekarang ini, pengetahuan yang minim dari pelajar, itu akan menyebabkan terjadinya hal-hal seperti itu,” kata Wiwiek Hargono kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di SMAN 3 Kota Bekasi, Rabu (19/08/2026).
Selain ancaman fisik, penyuluhan ini juga merespons tantangan era digital dengan menyoroti bahaya cyberbullying.
Wiwiek memaparkan bahwa banyak pelajar membagikan konten negatif atau melontarkan komentar tanpa memahami bahwa tindakan tersebut memiliki dampak hukum yang serius.
”Termasuk kami juga memberikan pengetahuan dan literasi akan pernikahan dini yang merupakan salah satu fokusnya GenRe. Terkait, bahaya pornografi, kemudian seks bebas yang akhirnya memicu pernikahan dini, hingga memutus rencana masa depan mereka,” tuturnya.
Bagaimana Dampak Pernikahan Dini dan Bullying Terhadap Siswa?
Dampak buruk dari pernikahan dini dan bullying tidak hanya merusak kondisi psikologis, tetapi juga berpotensi memutus akses pendidikan secara permanen.
Kepala DPPKB Kota Bekasi, dr. Kusnanto Saidi, menegaskan bahwa roadshow ke sekolah-sekolah menjadi wadah edukasi sekaligus mitigasi risiko yang paling efektif saat ini.
”Dengan kita datang. Dan melakukan dialog interaktif, kepada siswa sekolah. Termasuk materi besarnya tentang pernikahan dini, kehamilan yang tidak diinginkan untuk para remaja ya, anak-anak sekolah,” kata dr. Kusnanto Saidi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di SMAN 3 Kota Bekasi, Rabu (19/08/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif ini secara khusus dirancang untuk menyesuaikan dengan karakter Gen Z.
dr. Kusnanto mengakui bahwa pelajar saat ini sebenarnya sudah memiliki modal pemahaman awal yang baik, namun tetap membutuhkan bimbingan orang dewasa agar informasi yang mereka terima di media sosial tidak salah arah.
”Secara keseluruhan kami melihat anak anak kita ini, sudah melek dan memiliki literasi yang cukup akan materi yang kita bahaskan. Melek banget! Gen Z tuh melek, Cuma harus diarahkan. Nah, kita lebih kalah sama mereka,” pungkasnya.
Upaya berkelanjutan dari Pemkot Bekasi melalui DPPKB ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mencetak generasi muda berkualitas yang siap menyongsong masa depan tanpa bayang-bayang perilaku berisiko.
Jangan lewatkan informasi terbaru seputar kebijakan pemerintahan, layanan publik, dan peristiwa penting lainnya di Kota Bekasi!
Bagikan artikel ini, tinggalkan komentar Anda, dan pastikan untuk selalu update dengan mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: [follow WhatsApp Channel RakyatBekasi ].
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















