Penting, Masyarakat Perlu Soroti Rekam Jejak dan Integritas Penyelenggara Pemilu

- Jurnalis

Jumat, 13 Oktober 2023 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini saat diskusi OTW 2024 'Setahun Jelang Pemilu, Mata Rakyat Tertuju ke KPU dan Bawaslu' di Erian Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (19/02/2023).

Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini saat diskusi OTW 2024 'Setahun Jelang Pemilu, Mata Rakyat Tertuju ke KPU dan Bawaslu' di Erian Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (19/02/2023).

Pakar kepemiluan dari Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini memandang penting publik memberikan perhatian pada profesionalitas dan integritas penyelenggaraan tahapan Pemilihan Umum 2024 oleh lembaga penyelenggara pemilu. Titi Anggraini menekankan bahwa pemilihan umum (pemilu) bukan sekadar untuk mencari pemenang yang akan duduk dalam berbagai jabatan publik, melainkan pemilu harus berjalan luber, jurdil, dan demokratis.
“Hal ini agar bisa menghasilkan figur-figur terbaik yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” katanya di Semarang, Jumat (13/10/2023).
Menyinggung pengesahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang mepet waktunya dengan pendaftaran pasangan calon, Titi mengemukakan bahwa tidak adanya revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum semestinya bisa membuat persiapan tahapan pemilu lebih baik dan profesional. Menurut anggota Dewan Pembina Perludem ini, mepet dan sempitnya jarak antara pengesahan PKPU dan masa pencalonan menjadi evaluasi serius bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan semua pihak. Hal itu, lanjut dia, termasuk soal penerbitan aturan main teknis berupa PKPU yang lebih siap dan sigap. Dengan demikian, ada kepastian hukum sejak awal dan tidak perlu menimbulkan spekulasi. Titi mengemukakan hal itu terkait dengan pernyataan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari yang telah menandatangani PKPU Pencalonan Peserta Pilpres pada tanggal 9 Oktober 2023, sementara jadwal pendaftaran pasangan calon mulai 19 Oktober 2023. Terlepas dari pernyataan bahwa PKPU sah setelah ditandatangani Ketua KPU, kata Titi, faktanya pengesahan tersebut juga terhitung terlambat dan sangat mepet waktu bila dibandingkan persiapan pencalonan pada Pilpres 2019. Meskipun disampaikan terbuka oleh KPU bahwa pendaftaran bakal pasangan calon presiden/wakil presiden mulai 19 hingga 25 Oktober 2023, sampai hari ini (13 Oktober 2023) PKPU Pencalonan Peserta Pilpres tidak kunjung dipublikasi di situs jdih.kpu.go.id yang merupakan portal peraturan perundang-undangan KPU.
“Hal itu patut disayangkan mengingat UU Pemilu yang digunakan untuk Pilpres 2024 sejati-nya tidak berubah, alias tetap sama dengan Pemilu 2019. Artinya persiapan bisa lebih baik, terencana, matang, dan profesional,” ujar eks Direktur Eksekutif Perludem ini.
Lebih lanjut Titi mengatakan hal terbut bisa dibandingkan dengan Pilpres 2019, masa pendaftaran pasangan calon mulai 4 Agustus hingga 10 Agustus 2018, KPU saat itu sudah menerbitkan PKPU Pencalonan Pilpres pada tanggal 18 Juli 2018. “Artinya, dari sisi waktu lebih panjang sehingga bisa disosialisasikan lebih optimal kepada publik dan pemangku kepentingan,” pungkasnya. (mar)

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi
Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput
Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup
Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK
Lepas dari PPP, Gus Shol Dapat ‘Karpet Merah’ Pimpin Golkar Kota Bekasi?
Jokowi Safari Politik ke Bekasi, Hasto Lontarkan Sindiran Keras: PDIP Pilih Politik Kemanusiaan!
Prabowo Tunjuk Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Baru, PDIP Tuntut Reformasi Total Bukan Wacana
Turbulensi Golkar Kota Bekasi: Isu Pemecatan Ketua PK Memanas, Ade Puspitasari Diingatkan ‘Kacang Lupa Kulit’
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Lepas dari PPP, Gus Shol Dapat ‘Karpet Merah’ Pimpin Golkar Kota Bekasi?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x