Poin Utama:
- Fokus Acara: Konfercab ke-VII sekaligus momentum persatuan DPC GMNI Bekasi.
- Status Organisasi: Mengakhiri dualisme kepengurusan pasca Kongres Ambon 2019.
- Lokasi & Waktu: Gedung Islamic Center Kota Bekasi, Jumat (06/03/2026).
- Target: Melahirkan pejuang pemikir untuk kemajuan Kota dan Kabupaten Bekasi.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi resmi mengakhiri masa dualisme dengan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VII di Gedung Islamic Center Kota Bekasi pada Jumat (06/03/2026).
Permusyawaratan tertinggi tingkat cabang ini menjadi tonggak sejarah baru bagi penyatuan seluruh kader GMNI se-Bekasi di bawah semangat persatuan Marhaenisme.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Tujuan Utama Konfercab VII GMNI Bekasi?
Tema utama yang diusung dalam Konfercab ke-VII ini adalah “Reaktualisasi Marhaenisme dalam Regenerasi Kepemimpinan Kader GMNI Bekasi”.
Tujuan utamanya bukan sekadar suksesi kepemimpinan regeneratif, melainkan merajut kembali persaudaraan kader yang sempat terpecah agar kembali solid dalam mengawal kebijakan Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi.
”Konfercab ini adalah permusyawaratan tertinggi organisasi untuk merawat kerja sama dan silaturahmi agar kita terus berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Nicolas Tamba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Islamic Center Kota Bekasi, Jumat (06/03/2026).
Bagaimana Kelanjutan Agenda Sidang Konfercab GMNI Bekasi?
Pelaksanaan hari pertama di fasilitas publik tersebut difokuskan pada forum pembukaan dan seremonial persatuan organisasi.
Untuk agenda persidangan yang membahas struktur dan program kerja selanjutnya, panitia masih menyusun jadwal pasti yang akan didistribusikan kepada seluruh peserta yang memiliki hak suara.
”Pelaksanaan hari ini hanya forum pembukaan Konfercab saja. Untuk kelanjutan sidang pastinya akan kami infokan kepada seluruh peserta Konfercab,” kata Christianto Manurung kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Islamic Center Kota Bekasi, Jumat (06/03/2026).
Mengapa GMNI Bekasi Sempat Mengalami Dualisme Kepengurusan?
Perpecahan di tubuh GMNI Bekasi merupakan dampak langsung dari dinamika politik internal di tingkat kepengurusan nasional.
Dualisme tersebut bermula pasca Kongres GMNI Tahun 2019 di Ambon yang memberikan efek negatif hingga berimbas pada keutuhan cabang di daerah, termasuk memecah belah basis massa mahasiswa di Bekasi.
Namun, saat ini seluruh pimpinan cabang dan komisariat se-Bekasi telah sepakat untuk membuang ego sektoral dan bersatu kembali di bawah naungan DPC GMNI Bekasi.
Penyatuan ini juga didorong oleh Ketua Umum GMNI Risyad Fahlevi dan Sekretaris Jenderal Patra Dewa, yang merupakan hasil ketetapan Kongres GMNI XXII di Bandung pada tahun 2025 lalu dengan membawa napas rekonsiliasi.
”Prinsipnya hari ini tidak ada lagi dualisme ataupun narasi tentang perpecahan GMNI di wilayah Bekasi,” tegas Bung Chris sapaan karibnya.
Dengan terselenggaranya Konfercab ke-VII ini, DPC GMNI Bekasi diharapkan dapat terus melahirkan pejuang pemikir yang mampu memberikan kontribusi nyata, baik pemikiran maupun pengawalan kebijakan bagi masyarakat di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Bagi warga masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan politik lokal, aktivitas mahasiswa, dan layanan publik pemerintah daerah, ikuti terus pembaruan informasi yang akurat hanya di RakyatBekasi.Com. Mari bersama-sama mengawal pembangunan daerah demi kesejahteraan warga Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

























