Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​DBMSDA Kota Bekasi mengusulkan anggaran Rp24 miliar untuk pelebaran akses jalan proyek PSEL di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
  • ​Pelebaran infrastruktur jalan direncanakan mencakup ruas sepanjang kurang lebih 700 meter menuju area fasilitas.
  • ​Pengerjaan jalan dikebut untuk memenuhi target groundbreaking proyek strategis nasional pada Juli 2026.
  • ​Sumber pembiayaan fisik dan pembebasan lahan diharapkan bersumber dari APBD Kota Bekasi atau Bantuan Dana (Bandek) DKI Jakarta.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) tengah mempercepat penyiapan infrastruktur jalan jelang groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

Guna memuluskan proyek strategis nasional (PSN) tersebut, pemerintah daerah mematangkan usulan anggaran sebesar Rp24 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Langkah strategis ini merupakan bentuk kewajiban Pemkot Bekasi dalam menjamin kelayakan sarana dan prasarana pendukung sebelum tahap konstruksi dimulai.

Akses yang memadai dinilai krusial untuk mobilisasi alat berat dan operasional harian fasilitas pengelolaan sampah di masa mendatang.

​Mengapa Pemkot Bekasi Melebarkan Jalan di Sumurbatu Bantargebang?

​Pemkot Bekasi memiliki kewajiban untuk menyiapkan akses jalan yang layak sebagai infrastruktur penunjang proyek PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Rencana pelebaran ini menjadi sorotan langsung pimpinan daerah agar segera dieksekusi mengingat lokasi proyek beririsan dengan permukiman warga.

​”Jadi kewajiban kita menyediakan akses masuknya. Kemarin kita cek kita mau melebarkan akses masuk sepanjang 700-an meter. Itu kita sudah kita anggarkan, kebutuhan kita Rp24 miliaran dan sudah kita usulkan,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (12/06/2026).

​Kapan Target Groundbreaking PSEL Sumurbatu Dilaksanakan?

​Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Pusat, peletakan batu pertama atau groundbreaking PSEL Sumurbatu ditargetkan berlangsung pada Juli 2026.

Jadwal ini mengalami penyesuaian dari target awal di bulan Mei, guna mengakomodasi tahapan penetapan pemenang tender dan persetujuan Detail Engineering Design (DED).

​Nantinya, pembangunan fisik jalan akan berjalan setelah proses groundbreaking dimulai. Namun, tahap pembebasan lahan dan pekerjaan pendahuluan yang memungkinkan akan dikebut secara paralel demi mengejar efisiensi waktu.

​Dari Mana Sumber Anggaran Proyek Pelebaran Jalan PSEL?

​Terkait pencairan usulan Rp24 miliar tersebut, DBMSDA saat ini tengah menunggu arahan dari Wali Kota Bekasi.

Terdapat dua opsi sumber pendanaan yang sedang dimatangkan untuk merealisasikan infrastruktur ini:

  • APBD Kota Bekasi: Rencana alokasi anggaran akan disisipkan melalui APBD Perubahan Tahun 2026 atau dianggarkan penuh pada APBD Murni Tahun 2027.
  • Bantuan Dana (Bandek) DKI Jakarta: Informasi terkini menyebutkan bahwa biaya pembebasan lahan warga beserta pembangunan fisik jalannya akan di-cover menggunakan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

​Berapa Panjang Jalan Akses PSEL yang Akan Dibangun?

​Dokumen teknis seperti DED dan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) dipastikan sudah berproses di tingkat dinas.

Melalui hasil survei lapangan, telah dipetakan titik-titik krusial yang harus segera dibebaskan lahannya oleh Badan Pertanahan.

​”Adapun panjang jalan yang membutuhkan pelebaran diperkirakan mencapai sekitar 300 meter, dengan lebar jalan sekitar 11 hingga 12 meter dari akses depan permukiman menuju ke dalam area proyek,” tandas Idi.

​Percepatan megaproyek PSEL Sumurbatu ini diharapkan bisa mengurai krisis overload sampah di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Publik kini menanti langkah konkret dari realisasi pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur yang menelan biaya puluhan miliar ini.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai anggaran pembangunan akses PSEL Bantargebang ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar, dan bagikan artikel ini agar lebih banyak warga Kota Bekasi yang tahu. Jangan lupa baca berita terkait tata kota lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x