- MUI Kota Bekasi mencatat sekitar 6.000 orang di wilayahnya terindikasi mengidap perilaku menyimpang LGBT.
- Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Ahmadi, menggelar kampanye anti-LGBT pada Reses II Tahun 2026.
- Agenda reses tersebut berlangsung di RT 002/RW 012, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih.
- Ahmadi mendesak Wali Kota Bekasi berserta jajaran Pemkot Bekasi dan warga untuk aktif menekan angka penyebaran.
Fenomena penyebaran perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kini menjadi alarm kritis bagi warga Kota Bekasi.
Merespons temuan mengejutkan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi yang menyebutkan angka pengidap LGBT mencapai 6.000 orang, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi, langsung mengambil sikap tegas.
Politisi Kalimalang tersebut menggaungkan kampanye penolakan LGBT dalam agenda Reses II Tahun 2026 di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Fenomena LGBT di Kota Bekasi Semakin Mengkhawatirkan?
Tingkat penyebaran perilaku menyimpang di Kota Patriot telah menyentuh angka yang sangat memprihatinkan.
Berdasarkan informasi terkini yang dihimpun pada Kamis (09/07/2026), MUI Kota Bekasi mengungkapkan bahwa jumlah pengidap LGBT diperkirakan sudah menembus angka 6.000 orang.
Lonjakan data tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pemangku kebijakan, termasuk pihak legislatif.
Ahmadi, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang mencakup Kecamatan Jatiasih, Pondokmelati, dan Jatisampurna, langsung menjadikan krisis moral ini sebagai fokus utama saat menemui konstituennya di lingkungan RT 002/RW 012, Kelurahan Jatimekar.
Bagaimana Tanggapan Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmadi Terkait Isu LGBT?
Ahmadi secara lugas dan kritis menolak segala bentuk normalisasi perilaku menyimpang di tengah masyarakat yang agamis.
“Perilaku menyimpang seperti LGBT jangan sampai berkembang pesat. Agama sudah jelas melarang untuk menyukai sesama jenis,” kata Ahmadi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kelurahan Jatimekar, Kamis (09/07/2026).
Politisi yang memiliki rekam jejak pendidikan di pondok pesantren ini menambahkan bahwa sikap penolakan tersebut bukan berarti mencederai nilai toleransi.
Ia menggarisbawahi pentingnya batas yang jelas antara menghargai keragaman sosial masyarakat dengan membenarkan suatu bentuk penyimpangan.
”Kalau bicara toleransi, saya pribadi dari PKB sangat menghargai hal tersebut. Akan tetapi, saya tidak membenarkan adanya praktik penyimpangan seksual,” tegasnya secara objektif.
Apa Langkah Konkret yang Diharapkan dari Pemkot Bekasi dan Warga?
Pemberantasan fenomena sosial ini tidak akan tuntas tanpa sinergi dari akar rumput hingga tingkat eksekutif.
Oleh karena itu, Ahmadi menyerukan langkah antisipatif menyeluruh yang melibatkan masyarakat dan aparatur wilayah.
Terdapat beberapa poin penting yang ditekankan dalam mencegah bahaya penyebaran LGBT:
- Ketahanan Keluarga: Pengawasan ekstra dan edukasi ketat dari unit terkecil yakni keluarga.
- Fungsi Aparatur: Peran aktif pengurus lingkungan (RT/RW) dalam mendeteksi dan mencegah aktivitas mencurigakan.
- Intervensi Pemerintah: Ketegasan Wali Kota Bekasi dan seluruh jajaran Pemkot Bekasi dalam menegakkan aturan norma, agama, dan ketertiban umum.
“Kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi, mari bersama-sama menekan penyebaran LGBT di lingkungan sekitar. Jangan sampai ada keluarga ataupun keturunan kita yang terjerumus dalam perilaku menyimpang tersebut,” tutup Ahmadi di hadapan para peserta reses.
Fenomena meluasnya LGBT kini menjadi tantangan serius bagi moralitas dan tatanan sosial masyarakat Kota Bekasi.
Peran aktif keluarga sangat krusial untuk menjadi benteng utama pelindung generasi penerus dari paparan perilaku menyimpang.
Bagaimana tanggapan Anda terkait lonjakan angka penyebaran ini di Kota Bekasi? Mari sampaikan opini kritis Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar semakin banyak warga yang waspada.
Ikuti terus pembaruan berita seputar politik, pemerintahan, dan layanan publik hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







