Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • ​Oknum penipu menyasar Calon Jemaah Haji (Calhaj) Kota Bekasi via aplikasi WhatsApp dengan modus meminta KTP untuk pembaruan data.
  • ​Pelaku turut memberikan iming-iming pemberangkatan haji jalur cepat yang tidak masuk akal demi menjerat korban.
  • ​Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi menegaskan pihaknya tidak pernah meminta data pribadi jemaah melalui pesan instan.
  • ​Masyarakat diimbau untuk tidak menyerahkan data apa pun dan segera melakukan kroscek langsung ke kantor kementerian resmi.

​Aksi penipuan yang menyasar Calon Jemaah Haji (Calhaj) kembali marak terjadi dan meresahkan warga Kota Bekasi.

Oknum tidak bertanggung jawab kini melancarkan aksinya melalui aplikasi WhatsApp dengan modus meminta data Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdalih pembaruan biodata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi fenomena ini, Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi langsung mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat tidak mudah termakan bujuk rayu para “calo surga” tersebut.

​Bagaimana Modus Penipuan Haji via WhatsApp di Kota Bekasi?

​Modus penipuan haji via WhatsApp di Kota Bekasi dilakukan dengan cara menghubungi jemaah secara langsung dan meminta data KTP dengan dalih updating atau pembaruan data sistem.

Pelaku bahkan nekat memberikan janji manis berupa percepatan jadwal keberangkatan haji yang sama sekali tidak masuk akal dan menabrak aturan resmi.

​”Dengan informasi harus mengirimkan KTP untuk updating data, dan sampai ada yang menginformasikan bahwa masih bisa yang mau berangkat cepat, silakan,” kata ​Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Rian Fauzi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Selasa (07/04/2026).

Rian pun menegaskan bahwa langkah oknum tersebut murni sebagai jebakan sindikat penipuan.

Mereka secara masif mencoba mencari mangsa di tengah tingginya antusiasme warga untuk beribadah ke Tanah Suci.

​Apa yang Harus Dilakukan Calhaj Bekasi Jika Dihubungi Penipu?

​Calhaj Bekasi yang dihubungi oleh pihak tak dikenal mengatasnamakan kementerian harus segera mengabaikan pesan tersebut dan tidak mengirimkan dokumen penting apa pun.

Kewaspadaan ini sangat krusial untuk menyaring arus informasi liar yang beredar tanpa sumber yang jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

​Rian Fauzi juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran potong kompas antrean haji.

“Intinya hati-hati, apa pun itu informasi terkait haji, dari siapa pun teleponnya, mohon jangan mudah percaya apalagi dengan iming-iming yang tidak realistis dan tidak masuk akal,” tegasnya.

​Berikut adalah langkah antisipasi yang direkomendasikan bagi para Calhaj di Bekasi:

  • ​Jangan pernah mengirimkan foto KTP atau data diri via WhatsApp kepada nomor tak dikenal.
  • ​Abaikan iming-iming pemberangkatan haji jalur cepat yang tidak sesuai dengan prosedur antrean resmi pemerintah.
  • ​Segera kroscek informasi yang diterima dengan mendatangi langsung Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi.

​Mengapa Calhaj Harus Datang Langsung ke Kantor Kementerian Haji dan Umroh?

​Kedatangan langsung ke kantor resmi bertujuan agar Calhaj mendapatkan informasi yang valid, transparan, dan terhindar dari potensi penyalahgunaan data diri oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Data KTP yang bocor sangat rentan disalahgunakan untuk pinjaman online ilegal atau tindak kejahatan siber lainnya yang sengaja membawa-bawa nama lembaga negara.

​”Saya mohon kepada masyarakat Kota Bekasi khususnya, lebih baik datang langsung ke kantor. Supaya jelas informasinya, kalau telepon dikhawatirkan itu oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Rian.

​Jangan biarkan niat suci Anda untuk beribadah ke Tanah Suci dimanfaatkan oleh sindikat penipuan yang tak punya hati nurani.

Tetap waspada, lindungi data pribadi Anda, dan jadilah jemaah yang cerdas dalam memilah informasi.

​Punya pengalaman serupa atau informasi tambahan seputar calo haji di wilayah Anda? Mari bagikan cerita Anda di kolom komentar di bawah ini!

Jangan lupa sebarkan artikel ini agar keluarga dan kerabat kita terhindar dari modus penipuan serupa. Baca juga berita terbaru dan tajam seputar layanan publik pemerintah daerah lainnya hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?
Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas
Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak
Tragedi SPBE Cimuning: Pemkot Bekasi Telat Awasi K3 dan SLF?
WFH Geser Jumat Ikut Pemerintah Pusat, Pemkot Bekasi Kaji Ulang Kebijakan Sehari Tanpa Kendaraan BBM
Terseret Suap Bekasi, KPK Segera Garap Pimpinan DPRD Jabar!
Tragedi SPBE Cimuning: Sekuriti Tewas Akibat Luka Bakar 90 Persen

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:26 WIB

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP

Selasa, 7 April 2026 - 16:07 WIB

BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!

Selasa, 7 April 2026 - 15:39 WIB

Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Selasa, 7 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 11:24 WIB

Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca