Dinkes Kota Bekasi Catat 84.696 Kasus ISPA hingga April 2025: Usia Produktif Paling Terdampak

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melaporkan bahwa 84.696 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah tercatat sejak awal tahun 2025 hingga akhir April. Data ini dihimpun dari fasilitas kesehatan (Faskes) pemerintah di tingkat Puskesmas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengungkapkan bahwa kelompok usia produktif 19 hingga 59 tahun menjadi yang paling terdampak, dengan jumlah kasus mencapai 47.203.

“Baik itu dari faktor lingkungan seperti polusi udara, sanitasi yang buruk, dan kondisi perumahan yang tidak sehat. Maupun kelompok rentan, seperti anak-anak, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” ujar Vevie saat dikonfirmasi oleh RakyatBekasi.com, Jumat (30/05/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, angka ISPA di Kota Bekasi mengalami sedikit penurunan. Tahun lalu, jumlah kasus mencapai 86.385, yang berarti terjadi penurunan sekitar 1.689 kasus.

Meski demikian, angka ini masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Menurut data yang dihimpun, beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya kasus ISPA di Kota Bekasi antara lain:

  • Polusi Udara: Kota Bekasi memiliki tingkat polusi udara yang cukup tinggi, terutama dari kendaraan bermotor dan industri.
  • Sanitasi yang Buruk: Kurangnya akses terhadap air bersih dan sistem pembuangan limbah yang tidak memadai meningkatkan risiko penyakit pernapasan.
  • Kondisi Perumahan Tidak Sehat: Banyak warga yang tinggal di lingkungan padat penduduk dengan ventilasi yang buruk, sehingga meningkatkan paparan terhadap virus dan bakteri penyebab ISPA.
  • Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah lebih mudah terkena ISPA.

Dinkes Kota Bekasi telah mengupayakan beberapa langkah strategis untuk meminimalisir penyebaran ISPA di masyarakat. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

  1. Imunisasi
    Pemerintah terus mendorong program imunisasi untuk mencegah penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan ISPA. Jenis imunisasi yang diberikan meliputi:
    • Campak
    • HIB
    • DPT
    • PCV
    • MMR
  2. Peningkatan Gizi
    Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko terkena ISPA.
  3. Kebiasaan Hidup Sehat
    Dinkes Kota Bekasi juga mengedukasi masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti:
    • Mencuci tangan secara teratur
    • Menghindari kebiasaan merokok
    • Menggunakan masker saat berada di lingkungan berpolusi tinggi
  4. Pengawasan Lingkungan
    Upaya lain yang dilakukan adalah mengawasi lingkungan untuk mengurangi risiko ISPA, seperti mengurangi polusi udara dan meningkatkan sanitasi yang lebih baik.

Kasus ISPA di Kota Bekasi masih menjadi perhatian serius, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor lingkungan seperti polusi udara dan sanitasi yang buruk menjadi penyebab utama tingginya angka ISPA. Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai langkah preventif, termasuk imunisasi, peningkatan gizi, edukasi kesehatan, dan pengawasan lingkungan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD
Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon
Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak
Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah
Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi
Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026
Wali Kota Bekasi Targetkan Sisa Temuan BPK Sejak 2003 Tuntas dalam 3,5 Tahun
Progres Capai 80 Persen, Wisata Air Kalimalang Rampung Akhir Agustus 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:00 WIB

Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:21 WIB

Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:25 WIB

Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:01 WIB

Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:53 WIB

Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026

Berita Terbaru

Ekstra

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:29 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x