Poin Utama:
- Kasus ISPA di Kota Bekasi menembus angka 65.331 pasien sepanjang Januari hingga akhir Maret 2026.
- Penyakit saluran pernapasan ini didominasi oleh kelompok usia produktif antara 19 hingga 59 tahun.
- Lonjakan kasus secara signifikan dipicu oleh memburuknya polusi udara dan lingkungan padat penduduk.
- Pemkot Bekasi menggiatkan skrining kesehatan, pembagian masker gratis, serta penyuluhan lintas puskesmas.
Kualitas udara yang kian memburuk memicu lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kota Bekasi.
Sepanjang awal tahun hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat sebanyak 65.331 warga di berbagai wilayah terserang penyakit tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingginya angka kasus ini menjadi alarm peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap paparan udara kotor dan buruknya sanitasi lingkungan.
Apa Penyebab Utama Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi?
Faktor utama pemicu tingginya kasus ISPA di Kota Bekasi meliputi paparan virus atau bakteri, kondisi lingkungan pemukiman yang padat, serta memburuknya tingkat polusi udara.
”Baik itu dari faktor virus atau bakteri dengan kontak langsung pasien yang terinfeksi atau melalui udara. Maupun lingkungan penduduk yang padat, dan paparan udara yang tidak sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (14/05/2026).
Satia menjelaskan bahwa penderita ISPA saat ini mayoritas menyasar kelompok usia produktif. Warga dengan rentang usia 19 hingga 59 tahun menjadi kelompok yang paling banyak tercatat di fasilitas kesehatan lantaran tingginya mobilitas harian di luar ruangan.
Bagaimana Tren Kasus ISPA di Bekasi dari Tahun ke Tahun?
Berdasarkan data resmi faskes Pemkot Bekasi, tren penderita ISPA mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini bergerak seiring dengan perkembangan penemuan kasus harian di lapangan.
Berikut adalah rincian lonjakan data kasus ISPA di Kota Bekasi:
- Tahun 2024: Tercatat sebanyak 253.346 kasus.
- Tahun 2025: Melonjak tajam hingga mencapai 408.049 kasus.
- Tahun 2026 (Januari – Maret): Telah menembus angka 65.331 kasus.
Apa Langkah Pemkot Bekasi Tangani Kasus Pernapasan Ini?
Pemkot Bekasi melalui Dinkes telah mengambil sejumlah langkah preventif dan strategis untuk memutus laju penyebaran ISPA di tengah masyarakat.
Upaya ini mencakup penyuluhan masif terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kampanye etika batuk yang benar.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggencarkan skrining kesehatan ISPA yang berjalan paralel dengan layanan cek kesehatan gratis.
Faskes di tingkat kecamatan, seperti Puskesmas di wilayah Rawalumbu dan Pondokgede, proaktif menyediakan masker gratis bagi warga yang berkunjung demi meminimalisir penularan silang.
Dinkes Kota Bekasi juga terus mengawasi kepatuhan tenaga medis dalam menangani pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Pembinaan dan pengawasan tata kelola kesehatan lingkungan turut diperketat guna menekan risiko penyakit yang bersumber dari buruknya sanitasi dan polusi udara.
Masyarakat diimbau untuk proaktif membentengi diri dengan meningkatkan asupan gizi, mencuci tangan secara teratur, dan menghentikan kebiasaan merokok.
Membatasi aktivitas luar ruang saat polusi udara sedang pekat merupakan langkah krusial untuk menjaga kesehatan pernapasan.
Bagaimana kondisi kualitas udara di lingkungan tempat tinggal Anda hari ini? Bagikan keluhan atau tanggapan Anda di kolom komentar di bawah, dan ikuti terus pembaruan informasi kebijakan publik dan kesehatan terkini hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















