Dugaan Ajaran Sesat ‘Masuk Surga Bayar Rp1 Juta’, Bakesbangpol Panggil Umi Cinta dan MUI Besok

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bekasi mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti polemik pengajian yang dipimpin oleh seorang wanita berinisial PY, atau yang lebih dikenal sebagai Umi Cinta.

Polemik ini mencuat ke publik setelah adanya dugaan praktik menyimpang, di mana jemaah diiming-imingi jaminan masuk surga dengan syarat membayar Rp1 juta.

Menanggapi keresahan masyarakat, Bakesbangpol akan menggelar audiensi pada hari Rabu, 13 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan ini dirancang untuk mengklarifikasi isu yang beredar dan mencari solusi terbaik dengan menghadirkan langsung Umi Cinta serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Jadwal Audiensi dan Pihak Terkait

Kepala Bakesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sudjana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan surat undangan resmi untuk audiensi yang akan digelar besok.

Langkah ini diambil setelah menerima nota dinas dan Berita Acara dari Camat Mustikajaya mengenai dugaan penyimpangan ajaran agama tersebut.

“Sebagai tindak lanjutnya, per hari ini Selasa, kita membuat surat undangan,” ujar Nesan kepada rakyatbekasi.com pada Selasa (12/08/2025).

Ia merinci, sejumlah pihak diundang untuk memastikan pembahasan berjalan komprehensif.

Pihak yang diundang antara lain:

  • Unsur dari Polres Metro Bekasi Kota
  • Unsur dari Kodim 0507/Bekasi
  • Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi
  • Aparat dari Kecamatan dan Kelurahan Mustikajaya
  • MUI tingkat Kecamatan
  • Tokoh masyarakat setempat

“Pertemuan ini bertujuan untuk mediasi dan mencari solusi terbaik atas isu yang telah berkembang di masyarakat,” tambah Nesan.

Fokus Utama: Klarifikasi dan Verifikasi Ajaran

Audiensi yang akan digelar esok hari difokuskan untuk menggali keterangan langsung dari Umi Cinta.

Bakesbangpol ingin memahami secara mendalam mengenai sifat perkumpulan, tujuan kegiatan, serta ajaran yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

“Nantinya untuk besok kita rapatkan, kita akan menanyakan apakah benar perkumpulan ini bersifat keagamaan. Kalau memang muslim, tentunya kami akan melibatkan tim dari FKUB dan MUI untuk pendalaman lebih lanjut,” jelas Nesan.

Proses ini, menurutnya, adalah tahap awal untuk mendengar pendapat dari semua sisi.

Pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil kesimpulan sebelum fakta-fakta terungkap secara jelas dalam forum resmi.

Menjaga Stabilitas dan Mencegah Intoleransi

Lebih jauh Nesan menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Polemik seperti ini dikhawatirkan dapat memicu gesekan sosial, intoleransi, atau gangguan kamtibmas jika tidak ditangani dengan cepat dan bijak.

“Jadi kita dengar pendapat dulu. Jangan sampai nantinya (isu ini) mengganggu stabilitas keamanan maupun nilai-nilai intoleransi. Ini yang harus kita pertegas,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa proses ini dilakukan secara netral dan tidak memiliki niat untuk mencemarkan nama baik pihak mana pun.

“Kami tidak ada unsur keinginan pencemaran nama baik. Tapi, jangan sampai terjadi suatu hal lain yang tidak kita harapkan,” pungkasnya.

Hasil dari audiensi ini diharapkan dapat memberikan titik terang atas polemik pengajian Umi Cinta dan menjadi dasar bagi pemerintah serta lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Berita ini akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan hasil audiensi pada hari Rabu, 13 Agustus 2025.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi
65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026
Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis
Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman
Wali Kota Bekasi Canangkan Pendidikan Antikorupsi Bagi Siswa SD-SMP Mulai Tahun Ajaran Baru
​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot
Wali Kota Bekasi Pastikan Biaya Pendidikan Anak Korban Ditanggung
Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:18 WIB

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:56 WIB

Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:28 WIB

Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52 WIB

​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot

Berita Terbaru

Ilustrasi antrean warga sedang menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan pembagian masker oleh petugas medis di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Bekasi.

Bekasi

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x