GMKI Serahkan Bukti Tambahan Korupsi Gapura Sultan ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang masuk Perumahan Dukuh Zamrud di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, yang dibangun dengan anggaran APBD Kota Bekasi 2025 digadang-gadang jadi ikon wilayah.

Gerbang masuk Perumahan Dukuh Zamrud di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, yang dibangun dengan anggaran APBD Kota Bekasi 2025 digadang-gadang jadi ikon wilayah.

Poin Utama:

  • Objek Masalah: Proyek “Gapura Sultan” di Perumahan Dukuh Zambrud, Kota Bekasi.
  • Nilai Anggaran: Rp877.137.242 (APBD TA 2025).
  • Pelaksana: CV Adzra (di bawah Dinas Perkimtan Kota Bekasi).
  • Tindakan Terbaru: GMKI menyerahkan data pembanding teknis ke Kejari Kota Bekasi untuk mendesak audit investigatif.

​Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bekasi resmi menyerahkan bundel data pembanding teknis ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Selasa (10/02/2026).

Penyerahan berkas ini menandai babak baru pengusutan dugaan korupsi pada proyek pembangunan gapura di Perumahan Dukuh Zambrud, atau yang populer disebut “Gapura Sultan”, yang menelan anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Bukti Baru yang Diserahkan ke Kejari Bekasi?

​GMKI Bekasi tidak datang dengan tangan kosong. Mereka menyerahkan hasil observasi lapangan mendalam yang membedah spesifikasi teknis bangunan gapura tersebut.

Data ini disusun sebagai tindak lanjut laporan resmi bernomor 060006/SC/EKS/B/GMKI/BKS/I/2026 yang telah dilayangkan dua pekan sebelumnya.

​”Sesuai permintaan kejaksaan agar melakukan observasi sebagai data pembanding nantinya. Hasil observasi ini kami serahkan langsung agar secepatnya jaksa melakukan audit,” kata Firman, Ketua Cabang GMKI Bekasi, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di halaman Kantor Kejari Kota Bekasi, Selasa (10/02/2026).

​Untuk memastikan akurasi data, GMKI menggandeng Yayasan Forum Komunikasi Warga Zambrud (FKWZ).

Yayasan ini melibatkan tenaga ahli di bidang konstruksi sipil untuk membandingkan spesifikasi riil di lapangan dengan nilai anggaran yang digelontorkan.

​Mengapa Anggaran Gapura Rp877 Juta Dinilai Tidak Wajar?

​Dugaan mark-up atau penggelembungan anggaran muncul setelah tim gabungan membandingkan kualitas fisik bangunan dengan nilai kontrak sebesar Rp877.137.242.

Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Adzra di bawah naungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi ini dinilai memiliki kualitas “standar” yang tidak sebanding dengan harganya.

​Temuan teknis di lapangan meliputi:

  • Kualitas Material: Spesifikasi bangunan dinilai tidak mencerminkan standar premium.
  • Ketimpangan Harga: Dengan anggaran nyaris Rp1 miliar, seharusnya furniture dan hasil konstruksi jauh lebih mewah dan kokoh.
  • Analisis Ahli: Tenaga ahli FKWZ menyimpulkan adanya potensi kerugian negara dari selisih spesifikasi tersebut.

​Firman menegaskan bahwa ketimpangan ini menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan praktik korupsi yang merugikan keuangan Pemkot Bekasi.

​Bagaimana Tuntutan Mahasiswa Terhadap Proses Hukumnya?

​GMKI mendesak Korps Adhyaksa untuk tidak bekerja di ruang gelap. Transparansi menjadi harga mati dalam proses audit investigatif kasus ini.

Firman meminta agar Kejari Kota Bekasi melibatkan unsur masyarakat sebagai fungsi kontrol sosial (monitoring) selama proses penyelidikan berlangsung.

​Bola panas kini berada di tangan Kejari Kota Bekasi untuk membuktikan integritasnya dalam memberantas korupsi di wilayah Kota Bekasi, khususnya pada proyek-proyek infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

​Penyerahan bukti ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum untuk menentukan apakah proyek “Gapura Sultan” ini bersih atau justru menjadi ladang basah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. RakyatBekasi.Com akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas.

Warga Bekasi, ada proyek janggal di lingkungan Anda? Jangan diam. Laporkan temuan dugaan penyelewengan anggaran di wilayah Anda ke Redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran pengaduan kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Fly Over Bulak Kapal, Pemkot Bekasi Bidik Proyek Underpass Duren Jaya
Kabar Duka dari Mina, Arab Saudi! Dua Jemaah Haji Kota Bekasi Meninggal Dunia Akibat Cuaca Ekstrem
Dishub Kota Bekasi Terapkan Rekayasa Lalin di Jembatan Kemang Pratama hingga 18 Juni 2026
Tak Mau Disalahkan, Pengawas Proyek Sebut Pihak PGN Salah Marking Titik Utilitas Pipa Gas
Proyek Rp7,6 Miliar Pemkot Bekasi Hantam Pipa Gas PGN, Dugaan Kelalaian Pihak Ketiga Mencuat
Alat Berat Proyek DBMSDA Senggol Pipa PGN Bekasi, Semburan Air 10 Meter Gegerkan Warga!
Memalukan! ASN PPPK Pemkab Bekasi Diciduk Edarkan Sabu
Balita Tewas di Jatisampurna: Polisi Bidik Remaja ODGJ
Berita ini 107 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:02 WIB

Usai Fly Over Bulak Kapal, Pemkot Bekasi Bidik Proyek Underpass Duren Jaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kabar Duka dari Mina, Arab Saudi! Dua Jemaah Haji Kota Bekasi Meninggal Dunia Akibat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:08 WIB

Dishub Kota Bekasi Terapkan Rekayasa Lalin di Jembatan Kemang Pratama hingga 18 Juni 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:20 WIB

Tak Mau Disalahkan, Pengawas Proyek Sebut Pihak PGN Salah Marking Titik Utilitas Pipa Gas

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:40 WIB

Alat Berat Proyek DBMSDA Senggol Pipa PGN Bekasi, Semburan Air 10 Meter Gegerkan Warga!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x