BEKASI – Buntut dari insiden dugaan keracunan yang menimpa enam siswa SDN 03 Kota Baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengumumkan akan mengambil langkah tegas.
Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Bekasi akan dievaluasi secara menyeluruh.
Langkah berskala kota ini diambil sebagai respons cepat untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan dalam program MBG serta mencegah terulangnya kejadian serupa di sekolah lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data terbaru Dinkes, saat ini terdapat 70 SPPG yang beroperasi di Kota Bekasi.
Langkah Tegas: Inspeksi Ulang dan Pengambilan Sampel
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, menegaskan bahwa evaluasi ini tidak akan main-main.
Timnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan ketat terhadap semua penyedia jasa.
”Tentu, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Satia saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com di RS Ananda Bekasi, Kamis (02/10/2025).
“Pasti kita ambil sampelnya (dari setiap SPPG), kita juga nanti melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulangan untuk setiap lokasi,” tambahnya
Inspeksi kesehatan lingkungan ini mencakup pemeriksaan sanitasi, kebersihan dapur, cara pengolahan, hingga standar penyimpanan bahan baku di seluruh 70 lokasi SPPG tersebut.
Investigasi Kasus SDN 03 Kota Baru Terus Berjalan
Sembari mempersiapkan evaluasi berskala kota, investigasi spesifik terhadap kasus di SDN Kota Baru 3 terus berjalan.
Satia menegaskan kembali bahwa sampel sisa makanan siswa dan dari SPPG terkait telah diamankan dan sedang diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
“Kita belum tahu kan penyebabnya apakah memang dari makanan atau memang dari kondisi anak-anak yang lemah,” katanya seraya menekankan pentingnya menunggu hasil lab yang diperkirakan akan keluar dalam 2 hingga 3 hari ke depan sebelum menarik kesimpulan.
Komitmen Pemerintah Kota untuk Perketat Pengawasan
Langkah evaluasi total yang diinisiasi oleh Dinkes ini sejalan dengan instruksi tegas dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Ia sebelumnya telah memerintahkan agar pengawasan terhadap program MBG diperketat di semua lini.
”Program Makanan Bergizi Gratis ini adalah ikhtiar baik untuk menyehatkan generasi kita. Karena itu, keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan akan menjadi prioritas utama,” tegas Tri Adhianto dalam pernyataannya.
Wali Kota juga telah mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk tetap tenang seraya meyakinkan bahwa pemerintah telah menurunkan tim investigasi dan berkomitmen penuh untuk menjadikan program MBG lebih baik dan lebih aman ke depannya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































