Imbas Keracunan Massal, Dapur Penyalur MBG SDN Kota Baru 3 Ditutup Usai Temuan Bakteri E. Coli

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini.

BEKASI – Buntut dari kasus keracunan massal yang menimpa 12 siswa, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk SDN Kota Baru 3 kini ditutup sementara.

Keputusan tegas ini diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi merilis hasil laboratorium yang membuktikan adanya bakteri E. coli dan Salmonella pada sampel makanan.

​Penutupan operasional ini dilakukan untuk memberi waktu kepada pihak SPPG melakukan evaluasi total dan perbaikan mendasar pada Standar Operasional Prosedur (SOP) mereka, demi menjamin keamanan pangan bagi para siswa di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sanksi Tegas Pasca Temuan Bakteri Berbahaya

​Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, mengonfirmasi bahwa izin operasional SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi di sekolah tersebut telah dibekukan untuk sementara waktu.

​”Untuk SPPG selaku penyalur MBG di SDN Kota Baru 3, izin operasionalnya ditutup dulu. Mereka diminta untuk melakukan proses evaluasi menyeluruh,” tegas Satia kepada wartawan, Selasa (07/10/2025).

​Langkah ini diambil agar penyedia layanan dapat fokus memperbaiki seluruh alur kerja, mulai dari pemilihan bahan baku hingga metode penyajian makanan, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Investigasi Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Kontaminasi

​Lebih lanjut, Dinkes Kota Bekasi membeberkan beberapa temuan krusial dari investigasi mereka yang diduga kuat menjadi penyebab utama kontaminasi bakteri pada makanan siswa.

Jeda Waktu 5 Jam Antara Memasak dan Distribusi

​Salah satu sorotan utama adalah rentang waktu yang terlalu lama antara proses pengolahan dan distribusi. Diketahui, makanan diolah oleh pihak SPPG sekitar pukul 05.00 WIB pagi.

​”Namun, proses pendistribusian makanan baru dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkap Satia. Jeda waktu selama lima jam ini memberikan celah yang sangat besar bagi bakteri untuk berkembang biak secara eksponensial, terutama jika makanan tidak disimpan pada suhu yang tepat.

Kualitas Buah yang Diduga Tidak Segar

​Selain jeda waktu, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian. Satia menyebutkan bahwa kontaminasi bakteri E. coli yang tinggi, khususnya pada buah, bisa menjadi indikasi bahan yang digunakan kurang segar.

​”Bisa juga kalau kita lihat, karena yang banyak mengandung bakteri E. coli selain macaroni cheese adalah buahnya. Bisa jadi bakteri E. coli tumbuh karena buahnya mungkin tidak terlalu segar saat diolah,” jelasnya.

Mengingat Kembali Temuan Laboratorium

​Sebelumnya, hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bekasi telah mengidentifikasi tiga jenis bakteri pada sampel MBG dari SDN Kota Baru 3, yaitu Escherichia coli (E-coli), Bacillus cereus, dan Salmonella.

​Bakteri-bakteri berbahaya tersebut ditemukan pada berbagai jenis makanan yang disajikan, termasuk olahan daging, buah, dan macaroni cheese, yang menyebabkan 12 siswa mengalami gejala keracunan dan 6 di antaranya harus dirawat intensif di rumah sakit.

​Pemerintah Kota Bekasi dan BGN kini akan terus mengawasi proses perbaikan yang dilakukan oleh SPPG untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dengan standar keamanan pangan yang tertinggi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP
Eks Kadispora Kota Bekasi Dituntut 2 Tahun Penjara
Wali Kota Bekasi Serahkan SPPT PBB-P2 2026, Genjot PAD untuk Layanan Kesehatan
Perumda Tirta Bhagasasi Pasok Ribuan Liter Air ke Korban Banjir Bekasi
Bermizon Pria BerGolok Pengancam Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Akhirnya Minta Maaf
Diancam Pria BerGolok, Wali Kota Bekasi Pastikan Dirinya Tak Tempuh Jalur Hukum
Wali Kota Tri Adhianto Maafkan Pelaku Pengancaman di Bekasi Utara
Usai Diancam Golok, Wali Kota Bekasi Pastikan Negara Tidak Kalah Lawan Pelanggar Aturan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 21:56 WIB

Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP

Senin, 9 Februari 2026 - 19:42 WIB

Eks Kadispora Kota Bekasi Dituntut 2 Tahun Penjara

Senin, 9 Februari 2026 - 17:39 WIB

Wali Kota Bekasi Serahkan SPPT PBB-P2 2026, Genjot PAD untuk Layanan Kesehatan

Senin, 9 Februari 2026 - 14:44 WIB

Perumda Tirta Bhagasasi Pasok Ribuan Liter Air ke Korban Banjir Bekasi

Senin, 9 Februari 2026 - 10:44 WIB

Diancam Pria BerGolok, Wali Kota Bekasi Pastikan Dirinya Tak Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Suasana persidangan pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga Dispora Kota Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (09/02/2026).

Bekasi

Eks Kadispora Kota Bekasi Dituntut 2 Tahun Penjara

Senin, 9 Feb 2026 - 19:42 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca