BEKASI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah Pusat telah menunjukkan capaian signifikan di Kota Bekasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, program ini telah berhasil menjangkau 47 ribu siswa sekolah di berbagai wilayah.
Namun, pencapaian ini diwarnai oleh insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa.
Insiden tersebut kini menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, yang segera mengambil langkah evaluasi menyeluruh untuk memastikan keamanan dan kelayakan program di masa mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian Program MBG Sentuh Puluhan Ribu Siswa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, mengonfirmasi bahwa program MBG telah berjalan sesuai target awal. Data terakhir menunjukkan puluhan ribu siswa telah menerima manfaat dari program peningkatan gizi ini.
”Berdasarkan data terakhir, sasaran kami sudah menyentuh 47 ribu siswa yang tersebar di beberapa sekolah,” ujar Satia dalam keterangannya, Minggu (05/10/2025). “Untuk rincian data sekolahnya secara lebih lanjut dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.”
Program ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah, yang diharapkan dapat mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka secara optimal.
Insiden Dugaan Keracunan di SDN Kota Baru 3
Momentum positif program MBG sedikit terganggu oleh sebuah insiden pada hari Kamis (02/10/2025) lalu. Sebanyak enam siswa dari SDN Kota Baru 3 dilaporkan mengalami gejala yang diduga sebagai keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah mereka.
Para siswa yang mengalami keluhan tersebut segera dilarikan dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Ananda, Bekasi. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait, terutama Dinkes Kota Bekasi.
Kronologi dan Menu yang Dikonsumsi
Menurut informasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari makaroni, daging giling, dan buah. Investigasi awal menemukan adanya laporan dari pihak guru di sekolah tersebut.
”Menurut informasi dari pihak guru, ada varian menu MBG yang dirasa asam. Pihak sekolah sempat mengingatkan siswa sebelum mereka mengonsumsi makanan tersebut,” jelas Satia.
Temuan ini menjadi salah satu petunjuk awal bagi tim investigasi untuk menelusuri sumber masalah.
Respons Cepat dan Investigasi Dinas Kesehatan
Menanggapi insiden tersebut, Dinkes Kota Bekasi langsung bergerak cepat dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra penyedia makanan.
”Oh tentunya, pasti kami lakukan evaluasi. Kami segera mengambil sampel makanan dan akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulang di lokasi SPPG terkait,” tegas Satia.
Uji Sampel Makanan dan Inspeksi Lingkungan
Dinkes telah mengambil sampel dari sisa makanan yang dikonsumsi siswa serta sampel langsung dari SPPG yang bersangkutan.
Saat ini, tercatat ada sekitar 70 SPPG yang beroperasi di Kota Bekasi, meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 58 SPPG.
”Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya, apakah murni dari makanan atau ada faktor lain seperti kondisi anak yang sedang lemah. Uji laboratorium terhadap sampel akan memberikan jawaban yang lebih pasti,” tambahnya.
Wali Kota Bekasi Perintahkan Evaluasi Menyeluruh
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Ia memerintahkan jajarannya untuk melakukan evaluasi total terhadap mekanisme pengawasan dan penyediaan makanan dalam program MBG.
”Program Makanan Bergizi Gratis ini adalah ikhtiar baik untuk menyehatkan generasi kita. Karena itu, keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan akan menjadi prioritas utama. Saya minta seluruh jajaran terkait untuk memperketat pengawasan,” cetus Tri Adhianto.
Wali Kota juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk tetap tenang. Ia menjamin bahwa pemerintah telah menurunkan tim investigasi dan akan memastikan program ini dapat berjalan lebih baik, lebih aman, dan lebih berkualitas ke depannya.
Ikuti terus perkembangan berita ini dan informasi penting lainnya seputar Kota Bekasi dengan berlangganan buletin kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















