Ironi Bekasi, Kota Santri yang Ramah Prostitusi

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi siluet aktivitas seksual. KOAR Bekasi mendesak Pemkot Bekasi bertindak tegas menyegel Be Glow Massage yang diduga kuat masih nekat beroperasi menjajakan praktik prostitusi terselubung berkedok relaksasi. (Foto: Eksklusif/RakyatBekasi)

Ilustrasi siluet aktivitas seksual. KOAR Bekasi mendesak Pemkot Bekasi bertindak tegas menyegel Be Glow Massage yang diduga kuat masih nekat beroperasi menjajakan praktik prostitusi terselubung berkedok relaksasi. (Foto: Eksklusif/RakyatBekasi)

Poin Utama:

  • ​Dugaan praktik prostitusi terselubung ditemukan beroperasi bebas di Panti pijat Be Glow, Komplek Ruko Mutiara, Bekasi Selatan dan Relax’t Spa, Kompleks Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No: 12A, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna.
  • ​Ketua KOAR Bekasi, Dian Arba, menyoroti lemahnya pengawasan Pemkot Bekasi terhadap operasional tempat hiburan tersebut.
  • ​Bukti transaksi dan layanan seksual secara terang-terangan disiarkan pengelola melalui grup Telegram hingga akhir Mei 2026.
  • ​Masyarakat mendesak aparatur terkait untuk segera menindak tegas demi menjaga muruah kearifan lokal daerah.

Julukan Bekasi sebagai Kota Santri kini terancam pudar seiring maraknya dugaan praktik prostitusi terselubung di pusat kota. Salah satunya ditemukan di Komplek Ruko Mutiara, Bekasi Selatan, di mana panti pijat bernama Be Glow secara bebas beroperasi layaknya sarang bisnis esek-esek.

Dugaan pembiaran oleh aparatur setempat memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat yang khawatir akan degradasi moral secara masif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Bukti Panti Pijat Be Glow di Bekasi Selatan Menjadi Sarang Prostitusi?

​Bukti kuat praktik prostitusi di panti pijat Be Glow terungkap melalui grup Telegram yang menyiarkan ulasan atau Field Report (FR) dari para pelanggannya.

Dalam saluran komunikasi tersebut, aktivitas seksual antara pria hidung belang dan terapis wanita secara terang-terangan dibagikan dengan iming-iming diskon khusus.

​”Pembiaran tersebut adalah lampu hijau untuk Be Glow yang hingga kini bebas dari pengawasan dan penindakan aparatur pemerintah maupun penegak hukum atas bisnis prostitusinya di tengah pusat Kota Santri,” kata Dian Arba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Sabtu (30/05/2026).

​Berikut adalah sejumlah fakta terkait operasional Be Glow yang meresahkan masyarakat:

  • ​Berlokasi strategis di Komplek Ruko Mutiara Bekasi Selatan, berdekatan dengan area publik.
  • ​Menawarkan diskon layanan pijat plus-plus melalui saluran Telegram anonim secara berkala.
  • ​Minimnya tindakan tegas atau inspeksi mendadak (Sidak) dari instansi penegak Perda di lingkungan Pemkot Bekasi.
Aktivitas Prostitusi di Be Glow Massage. (Video: Eksklusif/KOAR Bekasi)

Bukan Hanya Be Glow, KOAR Bekasi juga Bongkar Dugaan Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Relax’t Spa Cibubur

Koalisi Aliansi Rakyat (KOAR) Bekasi juga membongkar dugaan praktik prostitusi terselubung dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Relax’t Spa, Kompleks Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No: 12A, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna. Temuan ini memicu kritik keras terhadap lemahnya pengawasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta lambannya penindakan dari Satpol PP Kota Bekasi.

​Serupa dengan kasus ‘Be Glow’ di Bekasi Selatan, praktik esek-esek di Relax’t Spa berjalan sangat rapi dengan memanfaatkan testimoni digital atau Field Report (FR).

Para pelanggan setia membagikan ulasan kepuasan mereka di platform publik seperti grup Telegram dan Kaskus guna menarik konsumen baru lewat iming-iming sensasi pelayanan sensual.

​”Dari FR ini tidak bisa dikatakan bahwa hal yang diceritakan itu 100% benar, namun substansinya adalah terjadinya tindakan asusila dalam praktik prostitusi berkedok panti pijat di tempat tersebut,” terang Dian.

​Pemasaran berbasis komunitas digital ini terbukti efektif untuk menggaet pria hidung belang tanpa harus melakukan promosi terbuka yang berisiko terendus operasi yustisi reguler.

​Apa Saja Bukti Testimoni Seksual Pelanggan Relax’t Spa?

​Tim KOAR Bekasi telah mengumpulkan berbagai tangkapan layar dari grup Telegram yang secara vulgar menampilkan ulasan layanan asusila para terapis. Berdasarkan bukti Field Report (FR) yang diunggah pelanggan, berikut adalah daftar rangkuman layanan seksual yang disediakan:

  • Terapis ‘Pipi’ & ‘Alinda’: Pelanggan secara terbuka memberikan skor tinggi (8.5 – 10) untuk layanan asusila spesifik seperti Blowjob (BJ), French Kiss (FK), hingga eksekusi Full Job (FJ), seraya memuji desahan dan pelayanan ekstra terapis.
  • Terapis ‘Livy’ & ‘Bung’:* Ulasan merinci kepuasan terhadap postur tubuh terapis (skor 10++) yang dimanfaatkan untuk layanan sensual Mammary Intercourse (MMC). Pelanggan juga mengonfirmasi pijatan yang berujung pada aktivitas intim (FJ) yang sangat memuaskan.
  • Terapis ‘Olivi’ & ‘Vio’: Kesaksian pelanggan yang memberi nilai sempurna (100) pada pelayanan Girlfriend Experience (GFE), ditambah rincian layanan Handjob (HJ) dan intimasi lain yang membuat pelanggan bertekad untuk kembali (Repeat Order/RO).
  • Terapis ‘Nad‘, ‘Sell*’, & ‘Vii‘: Mengonfirmasi standar tarif bayangan lewat penilaian skor (8-9) pada elemen pijat plus-plus hingga layanan akhir (FJ/BJ) yang dideskripsikan sukses meredakan pegal sekaligus menyalurkan hasrat seksual.

Mengapa Pemkot Bekasi Dinilai Gagal Mengawasi Bisnis Panti Pijat?

​Pemkot Bekasi dinilai kebobolan karena lemahnya sistem pengawasan berkala terhadap izin usaha panti pijat dan tempat hiburan malam di wilayahnya.

Kondisi ini membuat pengelola tempat seperti Be Glow sangat leluasa menyalahgunakan izin operasionalnya tanpa rasa takut terhadap sanksi penyegelan.

​Bahkan hingga saat ini, aktivitas promosi layanan asusila terus berjalan masif di platform digital. Dian menegaskan bahwa jika hal ini terus dibiarkan oleh aparatur terkait, maka identitas daerah yang kental dengan kearifan lokal bisa hancur tak bersisa.

​”Bekasi semakin rusak, kalau hal ini dibiarkan julukan Kota Santri bisa saja bertransformasi menjadi Kota Prostitusi,” tuturnya.

​Bagaimana Dampak Degradasi Moral Terhadap Julukan Kota Santri?

​Degradasi moral yang diakibatkan oleh maraknya bisnis prostitusi ini secara langsung mencederai julukan Kota Santri yang selama ini dipegang teguh.

Nilai-nilai budaya lokal dan agama menjadi terpinggirkan akibat pembiaran operasional tempat hiburan ilegal yang mengedepankan syahwat.

​Oleh karena itu, Ketua KOAR Bekasi mengajak seluruh pihak, termasuk Wali Kota beserta jajaran kepolisian, untuk segera sadar dan mengambil langkah penindakan konkret.

Penertiban menyeluruh wajib segera diwujudkan agar identitas religius tersebut tidak sekadar menjadi dongeng urban legend bagi anak cucu di masa mendatang.

Praktik prostitusi berkedok panti pijat seperti Be Glow dan Relax’t tidak boleh lagi mendapat ruang atau pembiaran di wilayah hukum Bekasi.

Tindakan tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu dari aparatur pemerintah menjadi harga mati demi menyelamatkan moral generasi penerus.

Bagaimana pendapat Anda mengenai lemahnya pengawasan panti pijat di Bekasi Selatan dan Jatisampurna ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar segera mendapat perhatian serius dari aparat berwenang!

Visited 11342 times, 18 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
Panti Pijat Plus-Plus Tak Tersentuh Aparat, Ulama Kritik Keras Pemkot Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 Comment
trackback

[…] Ironi Bekasi, Kota Santri yang Ramah Prostitusi […]

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 13:14 WIB

Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Senin, 15 Juni 2026 - 09:06 WIB

Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas

Berita Terbaru

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto.

Parlementaria

Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 16 Jun 2026 - 22:12 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Gaji PPPK Ditanggung APBN, APBD Pemkot Bekasi Optimal untuk Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:01 WIB

Infografis Pencairan Dana Hibah RW Kota Bekasi 2026. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:11 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Opini

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

Senin, 15 Jun 2026 - 19:59 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x