Jalan CBD Kranggan Amblas ke Sungai Cikeas di Jatisampurna

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Lokasi & Waktu: Jalan Perumahan CBD Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, longsor pada Jumat (30/01/2026) pukul 04.00 WIB.
  • Dampak: Jalan putus total di kedua arah (menuju/dari Jalan Raya Lurah Namat) dan tidak ada korban jiwa.
  • Tindakan: Pemkot Bekasi berkoordinasi dengan pengembang CBD untuk perbaikan mandiri.
  • Penyebab: Gerusan arus Sungai Cikeas akibat curah hujan tinggi dan minimnya jarak badan jalan dengan bibir sungai.

​Akses utama di Jalan Perumahan CBD Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, terputus total akibat tanah longsor yang menyeret badan jalan ke dasar aliran Sungai Cikeas, Jumat (30/01/2026) pagi.

Meski tidak menelan korban jiwa, insiden yang terjadi usai hujan deras ini memaksa petugas menutup arus lalu lintas di kedua arah demi keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Kronologi Longsor di CBD Kranggan?

​Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat sebagian besar warga masih terlelap. Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Bekasi dan Bogor selama beberapa hari terakhir diduga kuat meningkatkan debit air Sungai Cikeas, yang kemudian menggerus tanah penopang jalan aspal tersebut.

​Seorang warga setempat menyebutkan bahwa tanda-tanda kerusakan terjadi sangat cepat menjelang subuh.

“Kejadiannya pas subuh, sekitar jam 4 pagi. Memang hujan terus-terusan, mungkin tanah di bawah aspal sudah tergerus air sungai,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian.

​Apa Langkah Cepat Pemerintah Kecamatan Jatisampurna?

​Pemerintah setempat langsung bergerak cepat mengamankan lokasi untuk mencegah kecelakaan susulan. Camat Jatisampurna, Nata Wirya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim gabungan ke titik amblas.

​”Saya sudah perintahkan petugas Satpol-PP, Dishub, maupun UPTD DBMSDA untuk mengecek ke lokasi,” kata Nata Wirya kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/01/2026).

​Nata memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Terkait perbaikan infrastruktur yang rusak, pihak kecamatan telah memanggil pengembang perumahan selaku pihak yang bertanggung jawab atas aset jalan tersebut.

​”Saya telepon pihak CBD selaku penanggung jawab, untuk dilakukan perbaikan dan akan dilakukan secara mandiri oleh mereka segera,” tambahnya.

​Mengapa Jalan Ditutup Total?

​Kondisi fisik jalan dinilai sangat membahayakan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatisampurna, Bripka Yasir Arfaki, bersama jajaran Satpol PP Kecamatan Jatisampurna telah memasang garis pembatas di area amblasan.

​Penutupan ini berlaku untuk jalur menuju Jalan Raya Lurah Namat maupun arah sebaliknya. “Akses jalan ditutup sementara. Informasinya pihak DBMSDA (Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air) akan segera meninjau ke lokasi jalan amblas ini untuk penanganan teknis, namun kami masih menunggu konfirmasi waktu pastinya,” jelas Yasir.

​Apa Faktor Utama Penyebab Longsor?

​Selain faktor cuaca ekstrem, tata letak infrastruktur di lokasi tersebut menjadi sorotan. Pengamatan di lapangan menunjukkan jarak antara bibir Sungai Cikeas dengan badan jalan sangat minim, nyaris tanpa buffer zone atau ruang aman.

Padahal, idealnya area sempadan sungai memiliki jarak aman sekitar 15 hingga 20 meter untuk mencegah risiko abrasi yang berdampak langsung pada konstruksi jalan.

​Saat ini, warga diimbau untuk mencari jalur alternatif dan tidak memaksakan diri melintas di sekitar area longsor demi keselamatan.

Proses perbaikan diperkirakan akan memakan waktu mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah hingga ke dasar sungai.

Punya informasi seputar infrastruktur rusak atau layanan publik di Bekasi? Hubungi Redaksi RakyatBekasi.Com atau laporkan ke Call Center Pemkot Bekasi di 112.

Visited 133 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

Truk tangki distribusi BBM milik Pertamina (PT Trans Migasindo) bersiap melakukan bongkar muat pasokan bahan bakar di salah satu area SPBU pada malam hari, guna memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman dan terdistribusi maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.

Nasional

Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x