Poin Utama:
- Lokasi Terdampak: RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
- Dimensi Kerusakan: Area longsor sepanjang 200 meter dengan kedalaman gerusan tanah mencapai 10 meter.
- Fasilitas Rusak: Jalan utama terputus, saung gazebo, toilet umum, 3 perahu wisata, area budidaya warga, dan 2 unit rumah.
- Status: Operasional wisata ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) resmi menutup sementara operasional destinasi wisata Hutan Bambu di RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
Keputusan ini diambil menyusul insiden tanah longsor parah yang terjadi akibat luapan arus deras Kali Bekasi pasca mendapat kiriman air dari hulu, Rabu (11/02) malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Wisata Hutan Bambu Bekasi Ditutup?
Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung dan warga sekitar mengingat kondisi tanah di bantaran sungai yang masih labil.
Disparbud Kota Bekasi menilai risiko longsor susulan masih sangat tinggi, terutama jika debit air Kali Bekasi kembali meningkat akibat curah hujan di wilayah hulu (Bogor).
”Kita tutup dulu (wisatanya). Karena kita belum tahu akan datang air lagi, sementara ini belum ada penanganan. Kalau ada air kiriman dan pintu air dibuka, ini masih bisa sliding (longsor) lagi,” kata Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Kota Bekasi, Budiman, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi di RW 26 Kelurahan Margahayu, Kamis (12/02/2026).
Seberapa Parah Kerusakan Akibat Longsor?
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan tim Disparbud, abrasi yang terjadi tergolong masif. Gerusan air sungai yang deras telah mengikis bibir tebing sungai secara signifikan.
Budiman merinci bahwa dampak kerusakan area wisata Hutan Bambu membentang kurang lebih sepanjang 200 meter.
Tingkat keparahan terlihat dari kedalaman gerusan tanah yang mencapai 10 meter ke arah daratan, menyebabkan struktur tanah di area wisata menjadi sangat berbahaya untuk dipijak.
Apa Saja Fasilitas Publik yang Hanyut dan Rusak?
Selain memutus akses jalan utama wisata secara total, longsor ini mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar bagi pengelola dan warga setempat.
Beberapa aset vital dilaporkan hilang terbawa arus maupun mengalami kerusakan berat, antara lain:
- Saung-saung gazebo dan toilet umum.
- Dapur warga yang berada di bantaran kali.
- Tiga unit perahu wisata.
- Area budidaya cacing milik warga setempat.
- Dua unit rumah warga yang mengalami kerusakan pada struktur bangunan.
”Kami sudah melakukan pengecekan kerugian materiil dari sejumlah fasilitas publik dan aset warga. Jalan utama wisata terputus total,” tambah Budiman.
Bagaimana Langkah Pemkot Bekasi Selanjutnya?
Mengingat Hutan Bambu merupakan salah satu ikon pariwisata kebanggaan Kota Bekasi, Disparbud berkomitmen untuk mengupayakan pemulihan.
Namun, karena kewenangan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi berada di ranah Pemerintah Pusat, koordinasi lintas instansi sangat diperlukan.
Pihak Disparbud akan segera menghitung total kerugian secara rinci dan mengajukan permohonan rekonstruksi kepada kementerian terkait.
“Hutan Bambu ini ikon Kota Bekasi. Kami akan hitung kerugiannya dan mengusulkan rekonstruksi agar bisa kembali dinikmati masyarakat, mengingat kewenangan pengelolaan Kali Bekasi berada di bawah Kementerian PUPR,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan wisata Hutan Bambu akan dibuka kembali. Warga diimbau untuk tidak mendekati area bibir sungai yang longsor demi menghindari kecelakaan.
Punya informasi terkait kerusakan infrastruktur atau layanan publik di wilayah Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















