Poin Utama:
- Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi merutinkan agenda monitoring dan evaluasi (monev) secara ketat setiap hari Senin dan Jumat.
- Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi menjadi tiga pemicu (trigger) utama agar program kerja BUMD tidak sekadar wacana.
- Jajaran direksi mengapresiasi program ‘Jumat Bersih’ sebagai tolok ukur kesiapan pegawai dalam melayani kebutuhan air bersih warga Kabupaten Bekasi.
KABUPATEN BEKASI – Guna memastikan target pelayanan air bersih tercapai secara maksimal, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi terus meningkatkan intensitas monitoring dan evaluasi (Monev) secara rutin di lingkungan kantor pusat.
Langkah manajerial ini diambil untuk mengawal setiap perencanaan kerja agar terealisasi secara nyata, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi para pelanggan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi Rutin Lakukan Monev Mingguan?
”Di kantor pusat sudah dilaksanakan, setiap Senin melakukan monev untuk kegiatan satu minggu dan pada Jumat melakukan rapat evaluasi,” tegas Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi, Jumat (08/05/2026).
Rika memaparkan bahwa program kerja sehebat apa pun di atas kertas akan berakhir percuma apabila tidak direalisasikan secara konkret di lapangan.
Oleh karena itu, jajaran direksi menerapkan tiga prinsip utama yang wajib dijalankan secara berkesinambungan oleh seluruh pegawai.
Ketiga pemicu (trigger) tersebut meliputi perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terukur, serta evaluasi program kerja secara berkala.
Apa Kaitan Program Jumat Bersih dengan Pelayanan Air Bersih di Kabupaten Bekasi?
Selain berfokus pada evaluasi program teknis dan operasional, jajaran Direksi Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter pegawai melalui kedisiplinan dan kebersihan.
Manajemen memberikan apresiasi khusus kepada seluruh jajaran yang secara aktif menggelar kegiatan ‘Jumat Bersih’ di lingkungan kerjanya masing-masing.
Menurut Rika, kebersihan lingkungan kerja bukan sekadar kewajiban moral, melainkan cerminan langsung dari kualitas pelayanan sebuah BUMD yang mengurus hajat hidup orang banyak.
”Kebersihan merupakan sebagian dari iman dan menjadi salah satu tolok ukur dari pelayanan kita, melayani kebutuhan air bersih di Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.
Penerapan disiplin evaluasi mingguan dan budaya bersih ini diharapkan mampu menggenjot performa Perumda Tirta Bhagasasi dalam mendistribusikan air bersih secara menyeluruh ke berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi. Ke depan, langkah manajerial ini ditargetkan mampu meminimalisasi gangguan pasokan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.
Bagaimana kualitas pasokan air bersih di wilayah Anda hari ini? Bagikan tanggapan, laporan, atau masukan Anda di kolom komentar di bawah ini! Jangan lupa bagikan artikel ini dan baca terus berita-berita terbaru seputar kebijakan Pemkab Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















