Poin Utama:
- Pemkot Bekasi menargetkan awal konstruksi fisik Flyover Bulak Kapal bergulir pada Juli 2026.
- Anggaran awal mencapai Rp 20 Miliar dari Pemprov Jawa Barat, ditambah suntikan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 200 Miliar.
- Pembebasan lahan melibatkan 73 Kepala Keluarga (KK) dengan target pembayaran ganti rugi rampung Juni 2026.
- Terdapat opsi pengalihan sisa dana provinsi untuk mempercepat proyek Underpass Stasiun Bekasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera memulai konstruksi fisik Flyover Bulak Kapal yang membentang dari Jalan Joyo Martono hingga Jalan Pahlawan pada awal Juli 2026 mendatang.
Percepatan infrastruktur senilai ratusan miliar rupiah ini dikebut menyusul instruksi langsung turunnya Bantuan Presiden (Banpres) pasca tragedi tabrakan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur akhir April lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Pembangunan Flyover Bulak Kapal Bekasi Dimulai?
Proses pembangunan fisik Flyover Bulak Kapal dipastikan bergulir pada awal Juli 2026. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menetapkan titik awal pengerjaan akan difokuskan di area dekat Halte Jalan Joyo Martono.
Kepastian ini didapat setelah Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) melaporkan bahwa administrasi pembebasan lahan akan tuntas akhir Mei, disusul eksekusi pembayaran ganti rugi di bulan Juni.
”Taruhlah Bulan Juni udah terbayar. Mungkin di awal Juli kita bisa merealisasikan yang Rp 20 Miliar dulu melalui Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proyeksi yang mungkin sudah bisa kita kerjakan dekat Halte Jalan Joyo Martono,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (04/05/2026).
Berapa Total Anggaran Proyek Flyover Bulak Kapal?
Proyeksi total anggaran untuk merealisasikan Flyover Bulak Kapal menelan biaya lebih dari Rp 360 Miliar.
Anggaran besar tersebut dialokasikan untuk pembebasan lahan seluas 10.637 meter persegi dan konstruksi fisik trase sepanjang 768 meter.
Berikut adalah rincian proyeksi kebutuhan anggaran proyek strategis ini:
- Total biaya pengadaan lahan: Rp 107 Miliar.
- Biaya konstruksi fisik: Rp 253 Miliar.
- Alokasi awal Pemprov Jawa Barat: Rp 20 Miliar.
- Suntikan Bantuan Presiden (Banpres): Rp 200 Miliar.
Apa Dampak Tragedi KA Bekasi Timur Terhadap Proyek Ini?
Insiden tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi–Jakarta di Stasiun Bekasi Timur yang menelan banyak korban pada akhir April lalu menjadi katalisator percepatan proyek.
Mengingat eskalasi urgensi, Pemkot Bekasi langsung mendapatkan kucuran Banpres senilai Rp 200 Miliar guna mengurai kemacetan perlintasan sebidang.
Saat ini, Pemkot Bekasi terus mematangkan skema pencairan dana dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
”Sehabis kunjungan Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Kota Bekasi. Kita langsung Rapat Zoom dengan Kemenko Infrastruktur untuk menindaklanjuti secara realisasi, nanti secara diposisi ada di kewenangan Kementerian mana baru akan ditindaklanjuti,” terang Idi.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak Pembebasan Lahan?
Mega proyek yang juga diiringi penyesuaian jalur Double-double Track (DDT) PT KAI ini mengharuskan pembebasan puluhan bidang tanah di kawasan Bekasi Timur. Secara administratif, tercatat 73 Kepala Keluarga (KK) terdampak proses ini.
Lahan tersebut mencakup hak milik warga serta area Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang tersebar di tiga kelurahan:
- Kelurahan Margahayu: 23 Bidang Tanah.
- Kelurahan Duren Jaya: 21 Bidang Tanah.
- Kelurahan Aren Jaya: 17 Bidang Tanah.
Akankah Dana Provinsi Dialihkan untuk Underpass Stasiun Bekasi?
Turunnya Banpres senilai Rp 200 Miliar membuat Pemkot Bekasi bermanuver mengoptimalkan serapan anggaran.
DBMSDA tengah mengusulkan agar sisa dana Rp 230 Miliar dari Pemprov Jabar yang berstatus multiyears dapat dialihkan.
Fokus alihan ini ditujukan untuk proyek strategis lainnya, yakni pembangunan Underpass Stasiun Bekasi di kawasan Bulan-bulan.
”Kita lagi coba koordinasi, bisa gak yang sisanya Rp 200 Miliar tadi yang awalnya buat ke Bulak Kapal dari Provinsi Jawa Barat. Kita pindahin ke Bulan-bulan (untuk Underpass) jadi lebih cepet, dan itu yang lagi dikoordinasikan,” urai Idi.
Langkah taktis Pemkot Bekasi dalam mengeksekusi proyek ini diharapkan mampu mengurai benang kusut kemacetan di koridor Bekasi Timur, sekaligus menjamin keamanan lalu lintas agar tragedi perlintasan kereta tidak kembali terulang.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai percepatan Flyover Bulak Kapal pasca insiden akhir April lalu? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan baca terus update eksklusif pembangunan infrastruktur Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















