Konflik PBNU Memanas, BRIN Ingatkan Bahaya Perpecahan Akar Rumput

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menyampaikan keterangan persnya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (03/12/2025)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menyampaikan keterangan persnya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (03/12/2025)

Poin Utama:

  • Risiko: Konflik berkepanjangan di tubuh PBNU berpotensi merusak citra dan memicu perpecahan di tingkat pengurus daerah.
  • Solusi: BRIN mendorong islah (perdamaian) dan win-win solution yang melibatkan para kiai khos.
  • Status Ketum: Gus Yahya menegaskan masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dan menilai rapat pencopotan dirinya cacat prosedur.
  • Waktu: Pernyataan resmi disampaikan pada Jumat, 5 Desember 2025.

JAKARTA – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, mendesak elit Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengakhiri konflik internal yang terjadi guna mencegah perpecahan merembet hingga ke tingkat pengurus daerah.

Pertikaian yang berlarut-larut dinilai hanya akan menguras energi dan merusak citra organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Konflik Internal PBNU Dinilai Berbahaya bagi Organisasi?

Konflik ini dianggap berbahaya karena berpotensi menghancurkan soliditas struktur organisasi dari pusat hingga ke akar rumput.

Lili Romli menegaskan bahwa dinamika di tingkat pusat tidak boleh menyeret pengurus di daerah, termasuk di wilayah penyangga seperti Bekasi dan sekitarnya.

“Oleh karena itu saya berharap konflik ini tidak berlarut-larut. Bukan hanya dapat citra buruk, juga menghabiskan energi dan bisa merembet ke kepengurusan di tingkat bawah,” ujar Lili kepada wartawan di Jakarta, Jumat (05/12/2025).

Ia menambahkan, pelibatan pengurus daerah dalam konflik elit pusat adalah langkah fatal yang harus dihindari.

“Kalau sampai terjadi, sangat berbahaya dan bisa menghancurkan keutuhan organisasi. Saya berharap masing-masing pihak jangan membawa-bawa atau meminta dukungan dari pengurus di daerah-daerah,” tegasnya.

Apa Solusi yang Ditawarkan untuk Menyelesaikan Kemelut Ini?

Langkah terbaik untuk meredam ketegangan adalah dengan menggelar islah atau duduk bersama antara kedua kubu yang berseteru.

Lili mendukung penuh usulan dari berbagai pihak, termasuk para kiai khos (kiai sepuh yang dihormati), untuk mencari jalan tengah.

​“Saya setuju dengan usulan berbagai kalangan, termasuk dari para kiai khos, agar ada islah, duduk bersama untuk mengakhiri konflik, dalam bentuk win-win solution. Konflik internal PBNU harus segera diakhiri,” jelas Lili.

Bagaimana Respon Gus Yahya Terkait Isu Pencopotan Dirinya?

​Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum dan menilai keputusan Rapat Harian Syuriyah terkait pencopotannya tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

​Menurut Gus Yahya, rapat tersebut dilakukan secara sepihak tanpa memberikan ruang klarifikasi bagi dirinya. Hal ini dinilainya cacat secara materiil.

“Ini dilakukan sepihak tanpa memberikan ruang klarifikasi kepada saya. Dan itu berarti secara material jelas tidak dapat diterima,” ungkap Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (03/12/2025).

Apa Alasan Gus Yahya Mempertahankan Posisinya?

​Gus Yahya menyatakan bahwa sikapnya bertahan bukan demi kepentingan pribadi, melainkan untuk menjaga tatanan organisasi agar tidak runtuh akibat keputusan sepihak.

​“Saya dalam hal ini tidak punya kepentingan apa pun selain mempertahankan tatanan organisasi yang ada. Jangan sampai tatanan organisasi yang ada ini runtuh hanya karena keinginan-keinginan sepihak,” pungkasnya.

​Gus Yahya memastikan dirinya bersama jajaran Pengurus Harian lainnya bertekad menjaga marwah organisasi sekuat tenaga di tengah guncangan internal ini.

​Data Pendukung

  • Pihak Terkait: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
  • Tokoh Kunci: Lili Romli (Peneliti BRIN), KH Yahya Cholil Staquf (Ketum PBNU).
  • Isu Utama: Dualisme/Konflik Internal PBNU dan legalitas Rapat Harian Syuriyah.

Pantau terus perkembangan berita nasional dan dampaknya bagi masyarakat Bekasi hanya di rakyatbekasi.com.

Visited 67 times, 1 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solusi Krisis Sampah, PSEL Kota Bekasi Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional
Masuk Istana, Said Iqbal Jamin Hak Demo Buruh Tak Dikebiri
Usai Kasus Korupsi, Nanik Deyang Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional Hari Ini
Skandal Makan Bergizi Gratis: Eks Kepala BGN Resmi Jadi Tersangka!
Kepala Dicopot Presiden Prabowo, Kejagung Geledah Kantor BGN Hari Ini
Gagal Urus Makan Gratis? Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional
Wajahnya Dicatut Film Pesta Babi, Tokoh Adat Papua Ini Lapor Polda Metro
Keselamatan Harga Mati! Taksi Green SM Gandeng Korlantas Polri
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Solusi Krisis Sampah, PSEL Kota Bekasi Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Masuk Istana, Said Iqbal Jamin Hak Demo Buruh Tak Dikebiri

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Usai Kasus Korupsi, Nanik Deyang Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional Hari Ini

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:38 WIB

Skandal Makan Bergizi Gratis: Eks Kepala BGN Resmi Jadi Tersangka!

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:18 WIB

Kepala Dicopot Presiden Prabowo, Kejagung Geledah Kantor BGN Hari Ini

Berita Terbaru

Tanggul tak berizin Grand Galaxy City.

Parlementaria

DPRD Desak Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Grand Galaxy City

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:57 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x