BEKASI – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GmnI) Kota Bekasi menyerukan refleksi mendalam terhadap peristiwa Gerakan 30 September (G30S) dan Gerakan Satu Oktober (Gestok) sebagai pelajaran fundamental bagi kaum marhaenis.
Dalam momentum Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3, PA GmnI Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan zaman dengan berlandaskan ideologi Marhaenisme warisan Bung Karno.
Ketua Pelaksana Konfercab 3 PA GmnI Kota Bekasi, Bung Jesa, menyatakan bahwa tragedi G30S bukanlah sekadar perebutan kekuasaan elit, melainkan sebuah luka mendalam bagi rakyat kecil yang menjadi korban utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”G30S dan Gestok bukan sekadar catatan dingin dalam buku sejarah. Itu adalah tragedi besar bagi rakyat kecil. Kaum tani dibungkam, buruh dituduh, mahasiswa ditakut-takuti, dan jutaan marhaen dijadikan korban fitnah serta pembantaian,” ujar Bung Jesa dalam keterangan resminya.
Belajar dari Sejarah: Tragedi G30S sebagai Peringatan Abadi
Menurut Bung Jesa, peristiwa kelam tersebut menjadi titik balik yang mematahkan garis perjuangan revolusi Bung Karno. Ia menyoroti bagaimana ideologi Trisakti—berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—digantikan oleh model pembangunan yang membuka pintu bagi modal asing.
”Artinya, ketika elit saling berebut kuasa, yang paling menderita selalu rakyat jelata,” tegasnya. “Garis revolusi Bung Karno, garis yang membela marhaen, dipatahkan oleh Gestok.”
PA GmnI Kota Bekasi, kata dia, memandang sejarah ini sebagai guru terbaik. Tragedi G30S menjadi peringatan abadi bahwa kedaulatan rakyat adalah kunci.
Tanpa kendali atas tanah, alat produksi, dan arah politik, rakyat akan selalu rentan menjadi korban permainan elit.
Tugas Sejarah Kaum Marhaenis Saat Ini
Dari refleksi sejarah tersebut, PA GmnI merumuskan tugas utama kaum marhaenis di era kontemporer. Tugas ini bukan lagi sekadar meratapi masa lalu, melainkan mengambil pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih adil.
”Maka tugas kita hari ini jelas: mengambil pelajaran dari darah dan air mata sejarah, menyambung kembali cita-cita Bung Karno, membela marhaen, menegakkan kedaulatan rakyat, dan memastikan bahwa kekuasaan tidak lagi jadi permainan elit,” papar Bung Jesa.
Menjawab Tantangan Zaman dengan Ideologi Trisakti
Menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika zaman yang terus berubah, PA GmnI Kota Bekasi menegaskan bahwa Marhaenisme bukanlah ideologi usang.
Sebaliknya, Trisakti Bung Karno diyakini sebagai jawaban paling relevan untuk mengangkat derajat bangsa.
”Kita adalah marhaenis! Kita tidak tunduk pada modal asing, tidak menyerah pada arus zaman, tetapi justru menjawab tantangan zaman dengan keberanian dan kemandirian,” serunya.
Tiga Pilar Perjuangan Marhaenis
Semangat perjuangan tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama Trisakti yang menjadi pedoman gerakan:
- Berdaulat di Bidang Politik: Memastikan setiap keputusan politik berpihak pada kepentingan nasional dan rakyat banyak.
- Berdikari di Bidang Ekonomi: Membangun kekuatan ekonomi nasional yang mandiri dan tidak bergantung pada kekuatan asing.
- Berkepribadian dalam Kebudayaan: Mempertahankan dan mengembangkan jati diri bangsa di tengah arus budaya global.
Penegasan Sikap: Marhaenisme Adalah Masa Depan
Sebagai penutup, Bung Jesa menegaskan bahwa semangat Marhaenisme akan terus hidup dan relevan. PA GmnI Kota Bekasi siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan cita-cita tersebut.
”Dengan semangat itu, kita tegaskan: marhaenis bukan masa lalu yang terkubur, melainkan masa depan yang terus hidup. Kita siap menjawab tantangan global, mengangkat derajat bangsa, dan memastikan bahwa Indonesia benar-benar menjadi rumah yang adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya,” pungkasnya.
Bagaimana pandangan Anda tentang relevansi ideologi Marhaenisme dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik Indonesia saat ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































