“Pecat Oknumnya!” Ketua DPRD Kota Bekasi Murka Atas Dugaan Pungli Sertifikasi Guru

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awak media tengah mengonfirmasi sejumlah guru dan operator sekolah terduga pelaku pungli di SDN Jati Cempaka 1, Rabu (16/07/2025).

Awak media tengah mengonfirmasi sejumlah guru dan operator sekolah terduga pelaku pungli di SDN Jati Cempaka 1, Rabu (16/07/2025).

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, meradang menanggapi dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau sertifikasi.

Ia menuntut sanksi tegas tanpa pandang bulu bagi semua oknum yang terlibat dalam pemotongan hak para pendidik tersebut.

Reaksi keras ini menyusul terungkapnya dugaan pungli sistematis di SDN Jaticempaka I, Pondokgede, di mana dana sertifikasi guru diduga dipotong untuk dialokasikan ke operator sekolah hingga oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ultimatum Keras: “Copot Jabatan dan Berhentikan!”

Sebagai tokoh yang lama berkarier di dunia pendidikan, Sardi Efendi mengaku sangat miris dan kecewa. Menurutnya, dana sertifikasi adalah bentuk penghargaan negara terhadap pengabdian guru, dan tidak sepatutnya diganggu gugat.

“Ini jelas sangat merugikan para guru. Dana itu adalah hak mereka untuk kesejahteraan. Pecat oknum pemotong tunjangan sertifikasi tersebut!” tegas Sardi dengan nada tinggi, Rabu (16/07/2025).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini secara spesifik mendesak Inspektorat Kota Bekasi untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah cepat untuk memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Inspektorat harus segera turun ke Dinas Pendidikan, periksa menyeluruh terkait pungli sertifikasi guru ini. Oknum di Dinas, UPP, Pengawas, hingga operator yang terlibat harus diberi ganjaran berat. Copot jabatannya, turunkan pangkatnya, bila perlu berhentikan status kepegawaiannya!” tandas Sardi.

Inspektorat Diberi Waktu Satu Minggu

Sardi Efendi tidak hanya memberikan desakan, tetapi juga ultimatum waktu kepada Inspektorat untuk menunjukkan keseriusannya. Ia meminta laporan hasil pemeriksaan awal diserahkan kepada DPRD dalam waktu satu minggu ke depan.

“Inspektorat jangan diam saja. Ini masalah serius yang mencederai marwah dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar pemeriksaan tidak hanya berhenti di satu sekolah, melainkan diperluas untuk mendeteksi apakah praktik serupa terjadi di sekolah-sekolah lain di Kota Bekasi.

“Periksa seluruh sekolah lain juga. Kita di DPRD akan tunggu laporan hasil pemeriksaannya minggu-minggu ini,” pungkasnya.

DPRD Akan Kawal Kasus Hingga Tuntas

Ketua DPRD memastikan bahwa lembaganya akan mengawal kasus ini dengan cermat hingga tuntas. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum yang lolos dari sanksi jika terbukti bersalah.

Sikap tegas dari pimpinan legislatif ini menjadi sinyal kuat bahwa praktik pungli di sektor pendidikan tidak akan ditoleransi dan harus diberantas hingga ke akarnya demi menjaga kesejahteraan dan martabat para guru di Kota Bekasi.

Publik kini menantikan langkah konkret dari Inspektorat Kota Bekasi dalam menindaklanjuti ultimatum keras dari pimpinan DPRD ini.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau
​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!
Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:04 WIB

​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x