Poin Utama:
- Lokasi: Jalan Nonon Sonthanie, kawasan Underpass Bekasi Timur (Penghubung Bekasi Timur–Bekasi Selatan).
- Metode: Beton Fast Track (Cepat Keras).
- Target Waktu: Estimasi 4–5 hari pengerjaan per lajur.
- Sistem: Pengerjaan bertahap satu lajur bergantian.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai melakukan perbaikan struktural pada ruas Jalan Nonon Sonthanie di kawasan Underpass Bekasi Timur yang mengalami kerusakan parah, Selasa (03/02/2026).
Langkah cepat ini diambil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dengan menggunakan metode beton fast track untuk meminimalisasi kemacetan di jalur vital tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Perbaikan Jalan Underpass Bekasi Timur Baru Dilakukan?
Pengerjaan baru dapat dieksekusi awal Februari 2026 karena menunggu rampungnya proses administrasi lelang serta momen cuaca yang kondusif.
Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan respon atas keluhan warga terkait jalan bergelombang dan berlubang yang membahayakan pengendara.
”Tentu kami mohon maaf kepada warga masyarakat yang melintasi Jalan Nonon Sonthanie. Sesuai dengan yang saya sampaikan melalui media sosial, proses lelang baru saja selesai dan alhamdulillah cuaca cukup bagus, sehingga hari ini langsung kita geber,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi perbaikan di Underpass Bekasi Timur, Selasa (3/2/2026).
Berapa Lama Target Pengerjaan Jalan Nonon Shonthanie?
Pemkot Bekasi menargetkan perbaikan jalan rampung dalam hitungan hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode pengecoran konvensional.
Penggunaan teknologi beton fast track dipilih agar jalan penghubung strategis ini bisa segera dilalui kembali oleh kendaraan.
”Oleh karena itu kita menggunakan mutu beton fast track. Biasanya mutu beton bisa sampai 20 hari, tapi kali ini kita upayakan mudah-mudahan dalam waktu 4 sampai 5 hari sudah selesai,” ujarnya.
Bagaimana Pengaturan Lalu Lintas Selama Konstruksi?
Selama proses perbaikan berlangsung, rekayasa lalu lintas dilakukan dengan sistem pengerjaan satu lajur secara bergantian.
Warga diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
”Satu lajur kita selesaikan dulu, lalu lajur berikutnya sekitar 4–5 hari lagi. Ini tentu membutuhkan kesabaran masyarakat. Pada jam-jam sibuk pasti ada kepadatan, jadi kami imbau warga bisa memanfaatkan jalur alternatif,” tambah Tri.
Apa Penyebab Utama Kerusakan Jalan di Lokasi Tersebut?
Kerusakan parah di Jalan Nonon Sonthanie disebabkan oleh kombinasi beban lalu lintas yang tinggi, usia struktur jalan yang tua, serta masalah drainase. Genangan air yang kerap muncul saat hujan mempercepat erosi pada lapisan aspal dan beton.
”Struktur jalan ini memang sudah cukup lama dan dilalui kendaraan dengan tonase berat setiap hari. Ditambah lagi, saat hujan terjadi genangan yang mempercepat kerusakan lapisan jalan,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi yang sama.
Idi menambahkan, perbaikan kali ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan penanganan struktural agar daya tahan jalan lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem di masa mendatang.
Dengan rampungnya perbaikan ini nanti, Pemkot Bekasi berharap mobilitas warga di wilayah Bekasi Timur dan sekitarnya dapat kembali lancar dan aman.
Penggunaan material bermutu tinggi diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan akibat jalan rusak.
Punya informasi jalan rusak di lingkungan Anda? Laporkan segera melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com agar dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









































