Poin Utama:
- Kesepakatan dagang terbaru menetapkan pembebasan tarif 0% untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS).
- Sekitar 61% dari total ekspor pakaian dan aksesori rajutan asal Indonesia ditujukan langsung ke pasar AS.
- Posisi daya saing RI kini lebih kuat dengan tarif resiprokal 19%, jauh lebih kompetitif dibandingkan China yang dikenai tarif di atas 30%.
- Industri garmen lokal mendapatkan jaminan rantai pasok kapas dari AS senilai US$150 juta (10% dari total impor bahan baku).
Kalangan dunia usaha merespons positif kesepakatan pembebasan tarif impor 0% untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS), Jumat (20/02/2026).
Kebijakan strategis ini dinilai mampu memberikan kepastian pasar sekaligus memperkuat daya saing ekspor nasional, termasuk bagi pabrik-pabrik manufaktur padat karya yang beroperasi di wilayah aglomerasi industri Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Dampak Pembebasan Tarif 0% ke Amerika Serikat?
Pembebasan tarif 0% ini membawa dampak yang sangat vital bagi kelangsungan industri dalam menurunkan ketidakpastian perdagangan global. Pelaku usaha yang memiliki persentase ekspor tinggi ke AS menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kesepakatan bilateral ini.
”Dunia usaha mengapresiasi kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha sehingga kesepakatan ART (Agreement on Reciprocal) ini dapat dicapai. Adanya pembebasan tarif 0% untuk sekitar 1.819 pos tarif produk Indonesia merupakan sinyal bahwa perjanjian ini juga mengakomodasi kepentingan Indonesia,” kata Sanny Iskandar kepada CNBC Indonesia dikutip Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (20/02/2026).
Bagi ekosistem industri manufaktur yang tersebar di sentra produksi seperti Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, insentif ini sangat krusial.
Risiko penurunan permintaan akibat membengkaknya biaya logistik kini bisa ditekan, sehingga utilitas pabrik dan arus kas operasional tetap terjaga.
Bagaimana Daya Saing Ekspor Indonesia Dibandingkan Negara Lain?
Tingkat daya saing produk Indonesia kini mengalami lonjakan signifikan dan berada pada posisi yang jauh lebih diuntungkan ketimbang beberapa negara produsen lainnya.
Melalui kesepakatan tarif resiprokal di angka 19%, ekspor Tanah Air kini sejajar dengan Thailand, Malaysia, Filipina, dan Bangladesh.
Di pasar Amerika Serikat, produk asal China justru masih terhambat oleh tarif efektif yang sangat tinggi, yakni menyentuh angka 30% di banyak kategori. Berikut adalah peta persaingan pangsa pasar impor pakaian dan aksesori rajutan di AS:
- China: Mendominasi dengan pangsa pasar sekitar 22%.
- Vietnam: Berada di urutan kedua dengan penguasaan 18%.
- Indonesia: Masih berada di kisaran 4,9% dari total impor AS.
Data tersebut menunjukkan adanya ruang ekspansi yang sangat lebar bagi produk lokal untuk merebut celah pasar yang ditinggalkan produk China.
Meski demikian, efisiensi biaya produksi domestik tetap menjadi kunci utama keberhasilan penetrasi pasar.
Mengapa Impor Kapas Tetap Dibutuhkan Industri Tekstil?
Impor bahan baku tertentu mutlak dibutuhkan lantaran menjadi fondasi penopang utama (input intermediate) untuk menjaga roda produksi tetap berputar.
Skema pembebasan tarif berbasis kuota untuk produk garmen yang memakai kapas asal AS justru dinilai memperkokoh stabilitas rantai pasok nasional.
Sebagai gambaran, industri tekstil Indonesia masih mencatatkan kebutuhan impor kapas tahunan dengan nilai fantastis, yakni lebih dari US1,5 miliar. Dari jumlah keseluruhan tersebut, suplai senilai US150 juta atau sekitar 10% di antaranya didatangkan langsung dari Amerika Serikat.
Masuknya pasokan kapas berkualitas tanpa hambatan tarif ini sukses menurunkan biaya modal produksi. Kepastian tersebut merupakan pendorong utama bagi produk lokal agar mampu bersaing secara harga dan kualitas di panggung ekspor internasional.
Kesepakatan pembebasan tarif dan jaminan perluasan pasar ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali sektor padat karya serta mendorong penguatan posisinya dalam rantai pasok global.
Bagi warga maupun pelaku usaha di Kota Bekasi yang mendapati adanya praktik pungli atau kendala layanan perizinan usaha, segera sampaikan aduan Anda melalui portal layanan resmi Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com agar mendapat pengawalan.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















