Tingkatkan Privasi Korban, DP3A Kota Bekasi Siapkan Kantor Khusus UPTD PPA di Sun City Square

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi Ridwan AS.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi Ridwan AS.

BEKASI – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penanganan kasus kekerasan.

Sebagai langkah strategis, DP3A merencanakan pembukaan kantor layanan khusus bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang terpisah dari gedung utama dinas.

​Langkah ini diambil guna menciptakan ruang yang lebih representatif, aman, dan memprioritaskan privasi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana Relokasi ke Sun City Square

Kepala DP3A Kota Bekasi, Ridwan AS, menegaskan bahwa perencanaan pengadaan kantor baru ini telah dimatangkan dan ditargetkan terealisasi pada tahun depan (2026).

Untuk tahap awal, lokasi sementara yang dipilih berada di kawasan strategis Sun City Square, Bekasi Timur.

​Pemilihan lokasi terpisah ini bukan tanpa alasan. Ridwan menilai, penanganan kasus kekerasan memerlukan atmosfer khusus yang berbeda dengan pelayanan administrasi pemerintahan pada umumnya.

“Insya Allah tahun depan kita sudah mempunyai kantor sendiri untuk UPTD PPA. Rencananya di Sun City Square. Kita hanya sementara untuk mengontrak karena memang UPTD PPA ini harus khusus dan membutuhkan tempat yang representatif bagi pendampingan korban,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (04/12/2025).

Menjaga Stabilitas Psikologis Korban

Salah satu fokus utama dari pemisahan kantor UPTD PPA Kota Bekasi ini adalah aspek psikologis korban.

Ridwan menjelaskan bahwa korban kekerasan, baik perempuan maupun anak, seringkali berada dalam kondisi mental yang rapuh dan trauma.

​Membawa korban ke kantor dinas yang ramai dengan aktivitas pegawai dan masyarakat umum dinilai kurang kondusif bagi proses pemulihan trauma (trauma healing) maupun konseling.

​”Keberadaan kantor layanan terpisah ini sangat dibutuhkan agar para korban mendapatkan bimbingan konseling secara pribadi dan bersifat privat,” jelasnya.

​Ridwan menambahkan, “Hal ini penting agar tidak lagi membuat situasi bagi para korban menjadi kurang nyaman saat dalam kondisi mental ataupun psikologis yang kurang baik dan rentan bertemu banyak orang. Korban biasanya punya perasaan yang sensitif.”

Layanan Jemput Bola dan Respon Cepat

Selain penyediaan fasilitas fisik yang memadai, DP3A Kota Bekasi juga mengubah pola penanganan kasus menjadi lebih proaktif.

Ridwan menuturkan bahwa mekanisme pendampingan tidak hanya bersifat pasif atau menunggu korban datang.

​Tim UPTD PPA akan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung. Setelah proses asesmen awal dilakukan, petugas akan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi korban.

​“Pendampingan ini bukan hanya korban yang datang ke kantor DP3A. Setelah asesmen, kita juga hadir ke rumah korban untuk tindak lanjutnya,” tegas Ridwan.

Untuk memperkuat kinerja, UPTD PPA juga telah dilengkapi dengan sistem koordinasi cepat melalui grup khusus.

Sistem ini memungkinkan setiap laporan kasus yang masuk dapat segera direspons dan ditindaklanjuti oleh tim pendamping profesional.

​Dengan hadirnya kantor layanan khusus dan pola kerja yang responsif ini, DP3A Kota Bekasi optimis pelayanan perlindungan terhadap perempuan dan anak akan berjalan lebih optimal, aman, dan manusiawi.

Jika Anda melihat atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitar, jangan ragu untuk melapor ke UPTD PPA Kota Bekasi atau hubungi layanan darurat terkait.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
Gagal Serobot Antrean, Sopir Angkot K-02 Arogan Aniaya Pengemudi di Pekayon Bekasi
Pentingnya Circle Pertemanan, Babe Fayadh: Hijrah dari Dosa
Nonton Bareng Swiss Vs Argentina di CFD Kota Bekasi, Rebut Doorprize-nya!
Be Glow Masih Buka! KOAR Bekasi Pertanyakan Taji Satpol PP Tertibkan Prostitusi Berkedok Panti Pijat
SEPAGETI Rawalumbu Kupas Bahaya Ulama Su’ dan Terapi Bekam
Dikritik DPRD, Wali Kota Bekasi Bela Mutasi PPPK Jadi Guru
Telurkan 24 Karya dalam 8 Hari: Konsistensi Tanpa Batas Zenza TekSas Sambut HUT RI ke-81
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:54 WIB

Tekan Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Gagal Serobot Antrean, Sopir Angkot K-02 Arogan Aniaya Pengemudi di Pekayon Bekasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pentingnya Circle Pertemanan, Babe Fayadh: Hijrah dari Dosa

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Be Glow Masih Buka! KOAR Bekasi Pertanyakan Taji Satpol PP Tertibkan Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:54 WIB

SEPAGETI Rawalumbu Kupas Bahaya Ulama Su’ dan Terapi Bekam

Berita Terbaru

Suasana aktivitas pergerakan kendaraan di sepanjang Jalan H.O.S. Tjokroaminoto, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol nan strategis ini diabadikan untuk mengenang sosok Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Pahlawan Nasional yang dijuluki Raja Jawa Tanpa Mahkota sekaligus mentor para tokoh besar revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa

Minggu, 12 Jul 2026 - 12:15 WIB

Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Imam Bonjol. Nama jalan protokol elite yang kerap ditemui di berbagai kota besar ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, ulama besar Sumatra Barat yang berhasil menyatukan rakyat dan memimpin Perang Padri (1803–1838) melawan penjajah Belanda. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x