Warga Bintara Bekasi Pasang Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera One Piece ini pertama kali dilaporkan terlihat berkibar di rumah warga di lingkungan RT 04/RW 02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Bendera One Piece ini pertama kali dilaporkan terlihat berkibar di rumah warga di lingkungan RT 04/RW 02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Sebuah bendera ‘Jolly Roger’ khas serial manga populer One Piece ditemukan berkibar di salah satu rumah warga di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat.

Insiden ini memicu perhatian warga setempat dan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk mengeluarkan imbauan resmi menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Fenomena pengibaran bendera bajak laut Topi Jerami ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, memunculkan dialog antara ekspresi budaya pop dan semangat nasionalisme.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Penemuan dan Penurunan Bendera

Bendera One Piece ini pertama kali dilaporkan terlihat berkibar di rumah warga di lingkungan RT 04/RW 02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Menurut kesaksian seorang warga dari RT 07, yang lokasinya berseberangan, bendera tersebut sudah terpasang sejak Senin, 4 Agustus 2025 lalu.

“Pak RW meminta agar bendera tersebut segera diturunkan. Posisinya tepat di seberang rumah Pak RT 7,” ujar I, seorang warga, saat dikonfirmasi rakyatbekasi.com, Rabu (06/08/2025).

Permintaan penurunan bendera awalnya tidak berjalan mulus. Ketua RT 07, Yadi, menjelaskan bahwa sempat terjadi perdebatan antara pengurus lingkungan dengan pemilik rumah.

“Pihak RT meminta pemilik rumah untuk menurunkan bendera itu, tetapi si pemilik rumah sempat menolak hingga akhirnya meminta pihak RW untuk menindaklanjuti,” jelas Yadi.

Namun, polemik di tingkat lokal ini tidak berlangsung lama. Yadi mengonfirmasi bahwa bendera tersebut pada akhirnya telah diturunkan oleh pemiliknya.

“Informasi terakhir di grup RT, pemasangan bendera itu sudah diturunkan. Saya sendiri sedang berada di luar kota, tetapi situasinya sudah kondusif,” tambahnya.

Hingga kini, motif atau tujuan pasti di balik pengibaran bendera One Piece tersebut oleh pemilik rumah belum diketahui secara jelas.

Tanggapan Resmi Pemkot Bekasi

Menanggapi fenomena yang tidak hanya terjadi di Bekasi ini, Pemkot Bekasi mengambil sikap tegas. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan dari pemerintah pusat dan tidak latah mengikuti tren yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan.

“Menurut saya, kita ikuti saja arahan dari Pemerintah Pusat. Kurang etis apabila bendera Merah Putih disandingkan dengan bendera berlambang tengkorak. Apa tujuannya?” tegas Junaedi kepada rakyatbekasi.com saat ditemui di Stadion Patriot Chandrabhaga, Selasa (05/08/2025).

Ia menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, kebebasan berekspresi seharusnya tidak kebablasan dan tetap menghormati simbol-simbol negara.

“Bendera kita adalah Merah Putih, jangan disamakan dengan yang lain. Mari kita dukung pemerintahan yang ada, kita jaga bersama agar suasana tetap aman dan nyaman,” imbaunya.

Fenomena One Piece dan Simbolisme Kebebasan

Maraknya pengibaran bendera kelompok bajak laut Topi Jerami pimpinan Monkey D. Luffy ini merupakan fenomena nasional. One Piece, manga karya Eiichiro Oda yang terbit sejak 1997, telah menjadi salah satu ikon budaya pop terbesar di dunia, termasuk di Indonesia.

Kisah petualangan Luffy untuk menjadi Raja Bajak Laut tidak hanya bercerita tentang pencarian harta karun, tetapi juga sarat dengan tema impian, persahabatan, dan perjuangan melawan tirani.

Bagi banyak penggemarnya, bendera ‘Jolly Roger’ ini bukan sekadar lambang bajak laut, melainkan simbol kebebasan dan perlawanan terhadap status quo.

Meski demikian, pengibarannya dalam konteks perayaan kemerdekaan negara menimbulkan interpretasi yang beragam, seperti yang terjadi di Bekasi.

Di satu sisi, ia dilihat sebagai bentuk ekspresi kreatif, namun di sisi lain dianggap tidak sejalan dengan semangat penghormatan terhadap bendera pusaka Merah Putih.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x