Bendera One Piece Belum Terpantau di Kota Bekasi, Bakesbangpol Imbau Warga Hormati Simbol Negara

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera bajak laut dari serial anime One Piece. (Foto: SCMP)

Bendera bajak laut dari serial anime One Piece. (Foto: SCMP)

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bekasi mengeluarkan imbauan tegas terkait fenomena viral pemasangan bendera “One Piece” atau bendera bajak laut Topi Jerami yang menjadi polemik di masyarakat.

Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan pemasangan bendera tersebut di wilayahnya, namun langkah antisipatif terus dilakukan untuk menjaga kehormatan simbol negara.

Langkah Antisipatif dan Monitoring Wilayah

Kepala Bakesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sudjana, menyatakan bahwa pihaknya secara aktif memantau situasi di lapangan. Sebuah tim kewaspadaan dini telah dibentuk untuk mengkaji dan mengantisipasi potensi masalah yang mungkin timbul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sedang melakukan monitoring di seluruh wilayah Kota Bekasi dan telah membentuk tim kewaspadaan dini yang terdiri dari unsur Kepolisian, Kodim, Kejaksaan Negeri, dan pihak terkait lainnya untuk membahas hal ini,” ujar Nesan kepada rakyatbekasi.com dalam keterangannya, Selasa (05/08/2025) petang.

Ia menambahkan, langkah ini juga didasari oleh surat dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) tertanggal 2 Agustus 2025, yang secara spesifik melarang pemasangan bendera berlambang bajak laut dalam rangkaian perayaan HUT RI.

Dasar Hukum dan Potensi Pidana

Nesan menegaskan bahwa larangan ini bukan tanpa alasan. Bendera Merah Putih adalah lambang negara yang kedudukannya dilindungi oleh undang-undang, yaitu UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan ini. Jangan sampai semangat itu dicederai,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa memasang Bendera Merah Putih bersamaan dengan bendera atau lambang lain—baik di atas, di bawah, maupun sejajar—merupakan bentuk pelecehan terhadap simbol negara dan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

“Bendera Merah Putih adalah identitas dan kehormatan bangsa. Menambahkan embel-embel atau lambang lain di sekitarnya sangat tidak pantas dan melanggar aturan yang ada,” jelas Nesan.

Imbauan kepada Masyarakat

Menyikapi tren bendera One Piece HUT RI ini, Bakesbangpol mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak reaktif. Alih-alih melakukan tindakan sendiri, warga diminta melapor kepada pihak berwenang jika menemukan pemasangan bendera tersebut.

“Kami berharap masyarakat tidak reaktif secara berlebihan. Jika menemukan pemasangan bendera tersebut, lebih baik laporkan kepada pihak berwenang seperti Kepolisian atau aparat setempat,” imbaunya.

Tujuannya adalah agar penanganan dapat dilakukan secara persuasif dan untuk memahami motivasi di balik pemasangan bendera yang identik dengan tokoh anime Monkey D. Luffy tersebut.

“Biar bisa kita tanyakan apa maksud dan tujuannya. Jangan sampai tindakan ini menimbulkan kegaduhan atau membuat kota ini tidak nyaman,” tutupnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena ini? Apakah pemasangan bendera One Piece untuk merayakan kemerdekaan bisa dibenarkan? Sampaikan di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x