Wujud Toleransi, Gereja Katolik Terbesar di Lippo Cikarang Diresmikan

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIKARANG — Wujud nyata toleransi dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Bekasi kembali ditunjukkan dengan diresmikannya Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa.

Peresmian gereja yang berlokasi di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, ini berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025, dan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi serta tokoh lintas agama.

​Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dalam sambutannya menekankan bahwa peresmian gereja ini merupakan bentuk toleransi yang tinggi di wilayahnya. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung dan menjaga kerukunan antarumat beragama. “Kami pemerintah ini adalah milik semua golongan, milik semua agama, milik semua ras dan suku,” ujar Ade Kunang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gereja Terbesar di Lippo Cikarang

​Bupati Ade Kunang bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi mengapresiasi pembangunan Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa. Ia menyebut gereja ini sebagai yang termegah dan terbesar yang pernah ia resmikan di kawasan Lippo Cikarang.

​”Sepanjang sejarah, di Lippo Cikarang, alhamdulillah pembangunan gereja pertama yang besar itu mungkin setahu saya gereja Paroki ini,” katanya.

​Ade Kunang juga menegaskan bahwa kehadiran gereja ini adalah contoh nyata keanekaragaman, kebersatuan, dan kebersamaan. “Artinya di sini, pendapat beragama, sosial. Kita Kabupaten Bekasi semua masyarakatnya cerdas dan berintegritas. Kota yang majemuk ini, kota industri ini, kota yang beranekaragam menerima seluruh apa pun itu bentuk perbedaan,” tegasnya.

Terima Kasih dari Paroki Cikarang

​Dengan penuh rasa haru, Romo Paroki Cikarang Ibu Teresa, Antonius Antara, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan gereja. “Seluruh proses atas perjuangan kami ini membuahkan hasil berkat dukungan berbagai pihak, dari pemerintah beserta TNI-Polri, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama di Kabupaten Bekasi, dan tentunya juga umat kami bersama seluruh umat yang lain,” ungkapnya.

​Romo Antonius juga menyatakan bahwa pembangunan gereja ini sejalan dengan visi misi Paroki Cikarang untuk selalu hidup bermasyarakat dan berdampingan.

Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa dirancang untuk menampung sekitar 1.800 jemaat. Romo Antonius menjelaskan bahwa dengan total jemaat yang mencapai 13.000 orang, waktu peribadatan akan dibagi. “Menampung kurang lebih 1.800 umat, itu pun kita harus beribadah empat kali: Sabtu sore, Minggu pagi pertama, Minggu pagi kedua, dan Minggu sore,” jelasnya.

​Acara peresmian juga dihadiri oleh perwakilan dari instansi penting, termasuk Kasubdit Kehidupan Bernegara Mabes Polri Kombes Pol Ajie Indra Dwi Atma, perwakilan Kesbangpol Jawa Barat, dan perwakilan Kementerian Agama RI. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kebebasan beribadah.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x