Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi: Oase Spiritual, Ikon Toleransi, dan Pusat Kegiatan Lintas Iman

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, Pura Agung Tirta Bhuana (PATB) di Jalan Jatiluhur Raya, Jakasampurna, Kota Bekasi, berdiri sebagai sebuah oase spiritual.

Lebih dari sekadar tempat ibadah umat Hindu, Pura ini telah menjelma menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang menjadi kebanggaan warga Bekasi.

Bukti nyata kerukunan ini kembali terlihat pada Rabu, 20 Agustus 2025, ketika para tokoh dari enam agama di Kota Bekasi beserta rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengunjungi dan bersilaturahmi ke Pura Agung Tirta Bhuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif FKUB bersama Humas Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat video yang merekam harmoni dan kebersamaan di kota multikultural ini.

Peran Pura Agung Tirta Bhuana Sebagai Jembatan Persaudaraan

Rombongan tokoh lintas agama yang hadir, termasuk Ketua FKUB Kota Bekasi, KH Abdul Manan, serta perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Kong Hu Cu, disambut hangat oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi, I Gusti Made Rudhita.

Dalam sambutannya, Rudhita menjelaskan bahwa Pura ini telah lama berfungsi sebagai pusat kegiatan spiritual dan budaya, tidak hanya untuk perayaan besar seperti Galungan, Kuningan, dan Nyepi, tetapi juga untuk pendidikan dan pemberdayaan umat.

​”Setiap Minggu, pura ini menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak Hindu dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. Kehadirannya bukan hanya memperkuat sradha bhakti (keyakinan) umat, tetapi juga memperkaya khazanah budaya di Kota Bekasi,” ungkap I Gusti Made Rudhita.

Menurutnya, Pura Agung Tirta Bhuana secara rutin membuka pintu bagi kunjungan lintas agama, pelajar, dan tokoh masyarakat.

Dialog dan kegiatan budaya yang diselenggarakan menjadi jembatan penting untuk membangun saling pengertian dan menghargai perbedaan.

“Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, harmoni bisa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Apresiasi FKUB Terhadap Toleransi di Kota Bekasi

Ketua FKUB Kota Bekasi, KH Abdul Manan, mengungkapkan kekagumannya atas keanggunan arsitektur Pura serta sambutan hangat dari umat Hindu.

Ia menekankan bahwa kerukunan yang terpancar di Pura Agung Tirta Bhuana adalah cerminan dari identitas “Kota Bekasi Keren”—kota yang maju, inovatif, dan membanggakan warganya yang majemuk namun tetap harmonis.

“Silaturahmi lintas iman seperti yang kita lakukan hari ini, perayaan hari besar, hingga kegiatan sosial adalah cara kita merawat persaudaraan. FKUB hadir sebagai wadah komunikasi antarumat di Kota Bekasi, mendukung berbagai program yang memperkuat solidaritas sosial,” jelas KH Abdul Manan.

Ia juga berharap, Bekasi dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

Kunjungan ini semakin mengukuhkan bahwa rumah ibadah adalah aset bersama dalam membangun keharmonisan sosial.

Pura Agung Tirta Bhuana tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ikon kerukunan dan toleransi yang menginspirasi, menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama bangsa.

Bagikan artikel ini untuk menyebarkan pesan toleransi dan keberagaman dari Kota Bekasi!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6
Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata
Gebrakan LASQI Kota Bekasi: Gus Shol Targetkan Seni Qasidah Tembus Ekstrakurikuler Sekolah
Ubah Sampah jadi Listrik, PT Wangneng Pamerkan Desain PSEL Kota Bekasi Berkonsep Wisata Hijau!
Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:38 WIB

Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6

Sabtu, 25 April 2026 - 17:26 WIB

Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata

Sabtu, 25 April 2026 - 15:38 WIB

Gebrakan LASQI Kota Bekasi: Gus Shol Targetkan Seni Qasidah Tembus Ekstrakurikuler Sekolah

Sabtu, 25 April 2026 - 14:55 WIB

Ubah Sampah jadi Listrik, PT Wangneng Pamerkan Desain PSEL Kota Bekasi Berkonsep Wisata Hijau!

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca