Poin Utama:
- Sebanyak 964 personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP disiagakan di Kota Bekasi.
- Skema pengamanan bersifat dinamis selama pelaksanaan kegiatan arus angkutan Lebaran 1447 Hijriah.
- Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) beroperasi 24 jam di titik-titik strategis perlintasan mudik.
- Personel cadangan dari Polres dan Kodim disiapkan sebagai kekuatan perbantuan darurat (BKO).
Polres Metro Bekasi Kota bersama unsur terkait resmi mengerahkan 964 personel gabungan untuk mengawal keamanan dan kelancaran arus mudik angkutan Lebaran 1447 Hijriah di seluruh wilayah Kota Bekasi.
Aparat gabungan ini akan ditempatkan di sejumlah titik vital guna mengurai kemacetan dan menekan angka kriminalitas selama musim pergerakan massa menuju kampung halaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Siapa Saja yang Terlibat dalam Pengamanan Mudik Lebaran di Bekasi?
Pengamanan arus mudik tahun ini melibatkan sinergi lintas instansi yang terdiri dari Kepolisian, TNI, serta unsur Pemkot Bekasi seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP.
Seluruh personel akan difokuskan untuk menjaga kondusivitas jalur arteri utama yang sering dilintasi pemudik roda dua maupun roda empat.
”Dengan para petugas, ditugaskan dari masa Mudik Lebaran hingga nanti selesai pelaksanaan masa kegiatan Angkutan Mudik Lebaran,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Pemkot Bekasi, Jumat (13/03/2026).
Kolaborasi ini sangat penting mengingat Kota Bekasi adalah gerbang utama menuju jalur Pantura. Petugas akan memantau ketat pergerakan arus lalu lintas, mulai dari jalur utama KH Noer Ali (Kalimalang) hingga jalur arteri yang melintasi kawasan Bantargebang, Jatiasih, dan perbatasan di Jatisampurna maupun Pondokmelati.
Bagaimana Skema Pengamanan Arus Mudik di Kota Bekasi?
Skema pengamanan yang diterapkan oleh jajaran kepolisian bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan eskalasi volume kendaraan di lapangan. Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila terjadi kepadatan atau bottleneck (penyempitan jalur) pada jam-jam rawan.
Untuk menunjang skema tersebut, sejumlah fasilitas disiapkan, antara lain:
- Pos Pengamanan (Pospam): Berfungsi memantau kelancaran lalu lintas dan mencegah tindak kejahatan jalanan.
- Pos Pelayanan (Posyan): Menyediakan layanan kesehatan darurat dan tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan.
- Tim Urai Kemacetan: Petugas bermotor yang siap bergerak cepat ke titik-titik penumpukan kendaraan.
Apakah Ada Pasukan Cadangan Jika Terjadi Kemacetan Parah?
Polres Metro Bekasi Kota telah menyiagakan personel berlapis untuk mengantisipasi lonjakan arus pemudik yang di luar prediksi.
Pasukan cadangan ini senantiasa bersiaga (standby) di markas dan siap dilibatkan sewaktu-waktu.
”Tentu kalau skema pengamanan kita dinamis, kita melihat bagaimana perkembangan situasi di lapangan. Kita juga yang jelas kalau di Pospam dan Posyan memastikan untuk personel selalu ada. Sementara juga personel-personel cadangan lainnya, baik itu yang di Polres dan di Kodim sewaktu-waktu juga bisa kita kerahkan secara perbantuan, bilamana diperlukan,” tuturnya.
Bagi para pemudik yang melintasi Kota Bekasi, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.
Jangan memaksakan diri jika lelah, manfaatkan fasilitas di Posyan terdekat. Jika mengalami kondisi darurat atau melihat tindak kejahatan di jalur mudik, segera hubungi layanan Call Center Kepolisian di 110!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















