Hari Pertama Masuk Sekolah Lebih Pagi, Picu Kemacetan Parah di Bekasi

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyaknya volume kendaraan siswa yang diantar orang tua berbarengan dengan jam sibuk masyarakat yang berangkat kerja, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan yang sulit dihindari di tiap ruas jalan di Kota Bekasi, Senin (14/07/2025).

Banyaknya volume kendaraan siswa yang diantar orang tua berbarengan dengan jam sibuk masyarakat yang berangkat kerja, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan yang sulit dihindari di tiap ruas jalan di Kota Bekasi, Senin (14/07/2025).

Hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang, Senin (14/07/2025), diwarnai dengan kepadatan arus lalu lintas yang signifikan di sejumlah ruas jalan utama Kota Bekasi.

Kemacetan ini disinyalir merupakan imbas dari penerapan kebijakan baru jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Barat.

Banyaknya volume kendaraan siswa yang diantar orang tua berbarengan dengan jam sibuk masyarakat yang berangkat kerja, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan yang sulit dihindari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak Kepadatan Terjadi di Jam Sibuk Pagi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengonfirmasi terjadinya peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada pagi hari. Puncak kemacetan terpantau terjadi dalam rentang waktu yang krusial bagi para komuter.

“Kemacetan terpantau padat mulai sekitar pukul 06.20 hingga 07.15 WIB,” ujar Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto kepada rakyatbekasi.com dalam keterangannya, Senin (14/07/2025).

Menurutnya, kepadatan terkonsentrasi di ruas-ruas jalan kolektor yang menjadi akses utama menuju lokasi sekolah-sekolah favorit. Situasi ini diperparah oleh aktivitas antar-jemput siswa yang memakan bahu jalan.

Respon Cepat Dishub di Lapangan

Menghadapi lonjakan arus lalu lintas tersebut, Dishub Kota Bekasi tidak tinggal diam. Sejumlah personel langsung diterjunkan ke titik-titik rawan kemacetan untuk melakukan pengaturan dan mengurai kepadatan.

“Kami telah mengerahkan petugas di lapangan untuk mengurai kepadatan di setiap lokasi strategis. Prioritas kami adalah memastikan arus lalu lintas tetap bergerak, meskipun melambat,” sambung Teguh.

Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak kemacetan yang lebih luas, terutama bagi warga yang hendak menuju tempat kerja.

Fenomena Hari Pertama dan Evaluasi Lanjutan

Meskipun menyebabkan kepadatan yang merata, pihak Dishub menilai situasi ini masih dalam kategori fenomena khas hari pertama sekolah. Banyaknya orang tua yang masih mengantar anaknya menjadi salah satu faktor utama.

“Kami memandang ini sebagai dinamika awal yang membutuhkan penyesuaian, baik dari pihak sekolah, orang tua siswa, maupun pengguna jalan lainnya,” jelas Teguh.

Ia menambahkan bahwa pihaknya belum akan melakukan evaluasi mendalam secara tergesa-gesa. Kondisi lalu lintas akan terus dipantau dalam beberapa hari ke depan untuk melihat apakah pola kemacetan ini akan menjadi sebuah tren atau hanya terjadi di hari pertama.

“Kita akan terus pantau dan melakukan pengaturan seperti biasa. Kondisi di hari pertama jangan langsung dijadikan patokan permanen kondisi lalu lintas ke depan,” pungkasnya.

Bagaimana pengalaman Anda menghadapi lalu lintas Bekasi di hari pertama sekolah? Bagikan pendapat dan laporan Anda di kolom komentar.

Visited 2629 times, 2 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
Tegas! Pemkot Bekasi Larang ASN Ngonten di Jam Kerja Pakai Atribut Dinas
Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan
Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega
Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air
Calon Kepala Puskesmas di Kota Bekasi Wajib Miliki STR dan Sertifikasi Izin Praktik
Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 Comment

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30 WIB

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:08 WIB

PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:24 WIB

Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega

Senin, 8 Juni 2026 - 22:32 WIB

Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air

Berita Terbaru

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dan jajaran pejabat terkait memamerkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berpredikat WTP usai prosesi penyerahan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (09/06/2026).

Parlementaria

Pemkot Bekasi Sabet WTP BPK Jabar, Bukti APBD Makin Sehat!

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:42 WIB

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal kepada wartawan usai dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (08/06/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Masuk Istana, Said Iqbal Jamin Hak Demo Buruh Tak Dikebiri

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x