905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara saat diberlakukan sistem satu arah kendaraan di Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/12/2025). Menurut Satlantas Polres Bogor terhitung sejak pukul 00.00 WIB-07.000 WIB sebanyak 2.900 kendaraan masuk kawasan Puncak pada libur Natal 2025, dan diberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan kendaraan. (Foto: Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/rwa).

Foto udara saat diberlakukan sistem satu arah kendaraan di Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/12/2025). Menurut Satlantas Polres Bogor terhitung sejak pukul 00.00 WIB-07.000 WIB sebanyak 2.900 kendaraan masuk kawasan Puncak pada libur Natal 2025, dan diberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan kendaraan. (Foto: Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/rwa).

Poin Utama:

  • Total Volume: 905.665 kendaraan melintasi Jalur Puncak (via GT Ciawi) selama Operasi Lilin Lodaya (20 Des 2025 – 4 Jan 2026).
  • Arus Balik Tertinggi: Terjadi pada Minggu (04/01/2026) dengan jumlah 34.664 kendaraan turun ke arah Jakarta.
  • Rata-rata Harian: Sekitar 50.000 kendaraan (naik dan turun) melintas setiap harinya selama masa liburan.
  • Strategi: Penerapan One Way lebih dini saat antrean di GT Ciawi mencapai 2.500 unit.

​Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor mencatat rekapitulasi volume lalu lintas yang fantastis di kawasan wisata Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sebanyak 905.665 kendaraan roda empat tercatat keluar-masuk melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi sepanjang pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025–2026 yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berapa Rincian Kendaraan yang Melintas di Puncak?

​Jumlah ratusan ribu kendaraan tersebut merupakan akumulasi dari arus kedatangan (Jakarta menuju Puncak) dan arus balik (Puncak menuju Jakarta).

Berdasarkan data Satlantas Polres Bogor, tercatat 449.765 unit kendaraan naik ke arah Puncak, sedangkan kendaraan yang turun kembali ke arah Jakarta mencapai 455.900 unit.

​”Jadi total kendaraan yang melintas di Jalur Puncak via Tol Jagorawi itu ada 905.665 kendaraan,” kata Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kabupaten Bogor, Senin (05/01/2026).

​Kapan Puncak Kepadatan Arus Lalu Lintas Terjadi?

​Data kepolisian menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas terbagi dalam beberapa gelombang. Untuk arus kendaraan menuju Puncak (naik), volume tertinggi tercatat pada dua akhir pekan sebelum pergantian tahun. Sementara itu, arus balik (turun) mendominasi pada hari terakhir libur sekolah.

​Berikut rincian tanggal puncak kepadatan di Jalur Puncak:

  • Puncak Arus Naik (Wisata): Sabtu (20/12/2025) sebanyak 35.210 kendaraan dan Sabtu (27/12/2025) sebanyak 32.267 kendaraan.
  • Puncak Arus Balik: Minggu (21/12/2025) sebanyak 33.690 kendaraan dan Minggu (04/01/2026) sebanyak 34.664 kendaraan.

​Rizky menambahkan, jika dihitung secara rata-rata harian selama operasi berlangsung, volume kendaraan roda empat ke atas yang naik dan turun berkisar di angka 50.000 unit per hari.

​Apa Strategi Polisi Mengurai Kemacetan Puncak Tahun Ini?

​Kelancaran arus lalu lintas di Jalur Puncak tahun ini dinilai relatif lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

AKP Rizky Guntama menjelaskan bahwa keberhasilan ini berkat penerapan rekayasa lalu lintas berbasis data (traffic counting). Salah satu kuncinya adalah penerapan sistem satu arah (one way) yang lebih responsif dan preventif.

​Pihak kepolisian tidak menunggu kemacetan mengular parah. Kebijakan one way langsung diterapkan lebih awal begitu indikator volume kendaraan di GT Ciawi menyentuh angka 2.500 unit.

​”Jadi sebelum antrean kendaraan lebih panjang, kami sudah melaksanakan satu arah lebih awal,” tegas Rizky menjelaskan langkah taktis jajarannya dalam mencegah penumpukan kendaraan di simpul-simpul kemacetan seperti Megamendung dan Pasar Cisarua.

​Berakhirnya Operasi Lilin Lodaya 2025-2026 menandai usainya masa libur panjang awal tahun. Bagi warga Bekasi yang baru saja kembali dari berlibur di kawasan Puncak, diimbau untuk tetap mengecek kondisi kendaraan sebelum kembali beraktivitas rutin.

Punya informasi seputar lalu lintas atau pelayanan publik di Bekasi dan sekitarnya? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI
Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
​Sejarah Jalan Jusuf Adiwinata Menteng: Bapak Imigrasi RI
Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:46 WIB

Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:29 WIB

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x