Rekayasa Lalin One Way di Jalan Perjuangan Bikin Arus Kendaraan Menumpuk, Dishub Lakukan Hal Ini

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpukan kendaraan bermotor di Jalan KH Agus Salim.

Penumpukan kendaraan bermotor di Jalan KH Agus Salim.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terus mengoptimalkan penerapan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (Lalin) One Way yang diberlakukan di sepanjang Jalan Perjuangan dekat Stasiun Bekasi pada waktu tertentu, yakni pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk pagi hari.

Namun, implementasi rekayasa lalin yang telah berlangsung sejak 25 Maret lalu ternyata menimbulkan dampak baru, berupa penumpukan arus kendaraan bermotor di Jalan KH Agus Salim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan volume kendaraan di Jalan KH Agus Salim menjadi perhatian serius, mengingat kawasan tersebut juga merupakan lokasi sejumlah pusat pendidikan seperti SMAN 1, SMPN 1, dan SMPN 3 Kota Bekasi.

Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus melakukan evaluasi terkait penerapan rekayasa lalu lintas One Way di Jalan Perjuangan.

Ia mengakui bahwa rekayasa tersebut memang meningkatkan arus kendaraan di beberapa titik, termasuk Jalan KH Agus Salim.

“Utamanya bagi anak-anak kita yang sudah kembali masuk sekolah. Kita tahu di Jalan KH Agus Salim terdapat beberapa pusat pendidikan, sehingga penutupan atau pemberlakuan One Way di Jalan Perjuangan hingga pukul 08.00 WIB menyebabkan peningkatan arus kendaraan yang cukup padat di kawasan tersebut,” jelas Teguh Indrianto, Rabu (16/04/2025).

Dalam upaya mengantisipasi penumpukan arus kendaraan, Dishub Kota Bekasi telah mengambil langkah-langkah optimalisasi, seperti menempatkan petugas di lokasi-lokasi strategis, termasuk Jalan KH Agus Salim dan sekitarnya.

Selain itu, Dishub juga telah melakukan penyesuaian waktu Traffic Light (TL) untuk mempercepat aliran kendaraan.

“Kami telah menempatkan petugas di perlintasan proyek dan kawasan simpang Dibyo (Simpang Proyek Jalan Ir. H. Juanda). Selain itu, kami telah menambah waktu lampu hijau di TL Teluk Buyung sekitar 20 detik, khususnya di arah Patal. Hal ini dilakukan untuk memastikan antrean volume kendaraan tidak terlalu panjang hingga ke Dibyo, terutama di TL Teluk Buyung PDAM Tirta Patriot,” paparnya.

Dishub Kota Bekasi juga terus memantau dampak kebijakan rekayasa lalu lintas One Way, baik di Jalan Perjuangan maupun ruas jalan lain yang terdampak.

Teguh Indrianto menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk menemukan solusi yang paling efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Bekasi.

“Kami terus memerhatikan arus lalu lintas dan dampak dari kebijakan yang diterapkan. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa penumpukan kendaraan dapat terurai, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu oleh kemacetan yang berkepanjangan,” imbuhnya.

Dishub Kota Bekasi berharap bahwa langkah-langkah yang diambil dapat segera memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Bekasi.

Dengan evaluasi yang terus berjalan, diharapkan kebijakan One Way dapat menjadi solusi yang efektif tanpa menimbulkan masalah baru di ruas jalan lain.

“Kami sangat optimis bahwa penerapan kebijakan ini, jika dilakukan dengan penyesuaian yang tepat, dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Bekasi. Sinergi antara petugas di lapangan, penyesuaian waktu TL, dan evaluasi yang berkelanjutan menjadi kunci utama untuk mewujudkan kelancaran lalu lintas di Kota Bekasi,” pungkas Teguh.

Visited 695 times, 1 visit(s) today

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
Tegas! Pemkot Bekasi Larang ASN Ngonten di Jam Kerja Pakai Atribut Dinas
Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan
Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega
Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air
Calon Kepala Puskesmas di Kota Bekasi Wajib Miliki STR dan Sertifikasi Izin Praktik
Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30 WIB

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:08 WIB

PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:24 WIB

Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega

Senin, 8 Juni 2026 - 22:32 WIB

Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air

Berita Terbaru

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dan jajaran pejabat terkait memamerkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berpredikat WTP usai prosesi penyerahan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (09/06/2026).

Parlementaria

Pemkot Bekasi Sabet WTP BPK Jabar, Bukti APBD Makin Sehat!

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:42 WIB

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal kepada wartawan usai dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (08/06/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Masuk Istana, Said Iqbal Jamin Hak Demo Buruh Tak Dikebiri

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x