Kepoin Yuk Strategi Efisiensi Energi ala Dirut Perumda Tirta Bhagasasi Namun Pelayanan Tetap Maksimal!

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Fokus Kebijakan: Efisiensi energi, penekanan angka kebocoran air, dan optimalisasi pendapatan Perumda Tirta Bhagasasi.
  • Target Waktu: Persiapan dan inventarisasi dimulai per 1 April 2026, sembari menunggu edaran resmi dari pemerintah pusat.
  • Skema Operasional: Penerapan Work From Home (WFH) difokuskan untuk bagian administrasi, layanan teknis dan operasional tetap 100% beroperasi.
  • Langkah Strategis: Survei penggunaan pompa air hemat energi untuk distribusi jangka panjang di wilayah Bekasi.

BEKASI, RakyatBekasi.com – Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi kini tengah menyusun langkah strategis berupa paket kebijakan efisiensi energi.

Inisiatif ini selaras dengan arahan dari pemerintah pusat guna menekan biaya operasional sekaligus mendongkrak pendapatan perusahaan ke depannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, usai memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan agenda halal bihalal bersama jajaran pegawai dan Dewan Pengawas pada Rabu (01/04/2026).

​Berbicara di hadapan para peserta apel, Reza menekankan pentingnya adaptasi perusahaan terhadap kebijakan penghematan nasional secara cepat dan tepat saasaran.

​“Segera kami buat setelah edaran pemberitahuannya diterima, karena tentu kami harus menyesuaikan juga dengan kebijakan di pusat,” ujar Reza Lutfi.

​Sembari menanti arahan teknis lebih lanjut dari pusat, manajemen Tirta Bhagasasi telah mulai menginventarisasi sektor-sektor potensial untuk dilakukan efisiensi.

Salah satu wacana yang tengah dimatangkan adalah pemberlakuan skema Work From Home (WFH) bagi para pegawai.

​Skema WFH Tanpa Korbankan Kualitas Pelayanan

​Meski semangat efisiensi tengah digaungkan, Reza menggarisbawahi bahwa langkah tersebut sama sekali tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Sebagai ujung tombak penyedia air bersih bagi masyarakat Bekasi, operasional di lapangan dipastikan tetap berjalan normal tanpa kendala.

​“Kami di Perumda Tirta Bhagasasi ini menjalankan fungsi pelayanan, sehingga pelayanan tidak boleh sampai terganggu dengan diberlakukannya kebijakan ini,” tegasnya.

​Ia memaparkan bahwa pemilahan tugas akan dilakukan secara ketat. “Mungkin pegawai di bagian administrasi yang masih memungkinkan diberlakukan skema WFH, sedangkan pelaksana pelayanan harus tetap masuk,” ucap Reza memberikan kepastian.

​Investasi Jangka Panjang: Inovasi Pompa Hemat Energi

​Di luar urusan pengaturan ritme kerja pegawai, manajemen juga membidik penghematan konsumsi listrik di seluruh jaringan kantor, baik di tingkat pusat, cabang, maupun cabang pembantu.

Langkah ini dinilai krusial mengingat operasional produksi air sangat bergantung pada ketersediaan dan suplai daya listrik.

​Lebih jauh lagi, untuk menjamin keberlangsungan operasional jangka panjang, Tirta Bhagasasi saat ini tengah melakukan survei kelayakan untuk pengadaan teknologi baru berupa pompa hemat energi. Pompa mutakhir ini diharapkan mampu meringankan beban biaya produksi dan distribusi air harian.

​“Karena proses produksi kami masih mengandalkan pasokan listrik, sehingga yang diupayakan untuk penghematan ialah mencari pompa yang hemat energi untuk keberlangsungan lebih lanjut juga,” tambahnya.

​Fokus pada Penurunan Kebocoran dan Peningkatan Pendapatan

​Ternyata, efisiensi yang dicanangkan tidak hanya bertumpu pada penghematan daya. Paket kebijakan dari direksi ini juga akan diintegrasikan dengan langkah-langkah agresif untuk menekan angka kebocoran air (Non-Revenue Water).

​Di saat yang bersamaan, perusahaan juga menargetkan perluasan cakupan wilayah pelayanan serta mendorong peningkatan pemakaian air rata-rata dari para pelanggan setia.

​“Dengan semangat efisiensi, pengeluaran yang tidak perlu akan dialihkan ke hal-hal yang mutlak harus dipenuhi, seraya meningkatkan pendapatan untuk perusahaan,” tutup Reza dengan nada optimis.

Dapatkan updateberita terkini seputar kebijakan publik, layanan infrastruktur, dan dinamika lokal Bekasi hanya di RakyatBekasi.com. Jika informasi ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya ke media sosial Anda dan tinggalkan tanggapan di kolom komentar di bawah!

Visited 65 times, 3 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor
Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan
Pekan Depan, 25 Petugas Dishub Kota Bekasi Digembleng Kemenhub
Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka
Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan
Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi
Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha di Kota Bekasi Mulai Lakukan PHK
Dolar AS Hari ini Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha Kota Bekasi Tercekik
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:38 WIB

Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13 WIB

Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:46 WIB

Pekan Depan, 25 Petugas Dishub Kota Bekasi Digembleng Kemenhub

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:21 WIB

Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:59 WIB

Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x