Poin Utama:
- Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi memperketat penerapan SOP kerja di seluruh kantor pusat dan cabang.
- Tiga fokus utama pada 2026: menekan tingkat kehilangan air, menambah jumlah pelanggan, dan mendongkrak pendapatan perusahaan.
- Sinergi antara petugas pembaca meter dan validator diperkuat guna menjamin akurasi tagihan pelanggan.
- Masyarakat diimbau aktif memanfaatkan fitur catat meter mandiri pada tanggal 1-20 setiap bulannya.
Perumda Air Minum Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi resmi memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi seluruh pegawainya.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan daerah tersebut untuk mengejar tiga target besar yang telah ditetapkan pada tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Transformasi budaya kerja ini diharapkan mampu menekan tingginya angka kehilangan air sekaligus mendongkrak perluasan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi.
Mengapa Tirta Bhagasasi Perketat SOP Pegawai pada 2026?
Penerapan SOP secara ketat dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai bekerja secara terarah dan efektif demi mendukung program prioritas perusahaan.
Kedisiplinan ini dianggap krusial agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan secara maksimal dan berdampak langsung pada performa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
”Kepatuhan terhadap SOP menjadi dasar kerja seluruh pegawai untuk mendukung program prioritas perusahaan,” tegas Rika Nursantika kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Perumda Tirta Bhagasasi, Rabu (20/05/2026).
Adapun tiga program prioritas yang dibidik Perumda Tirta Bhagasasi pada tahun 2026 meliputi:
- Menurunkan angka kehilangan air (Non-Revenue Water).
- Mempercepat penambahan sambungan pelanggan baru.
- Meningkatkan pendapatan perusahaan secara signifikan.
Apa Solusi Tirta Bhagasasi Atasi Ketidakakuratan Tagihan Air?
Perusahaan saat ini memperkuat sinergi antara petugas pembaca meter dan tim validator di lapangan untuk mencegah kebocoran data.
Sinergi ini merupakan langkah antisipatif agar tagihan yang dibayarkan oleh pelanggan sesuai dengan jumlah air yang benar-benar digunakan.
”Kolaborasi pembaca meter dan validator penting untuk memastikan pemakaian air tercatat dengan benar sekaligus menjaga pelayanan tetap lancar,” kata Rika.
Bagaimana Cara Menggunakan Layanan Catat Meter Mandiri?
Selain mengandalkan petugas lapangan, Perumda Tirta Bhagasasi juga memfasilitasi pelanggan yang rumahnya sulit dijangkau melalui layanan catat meter mandiri.
Layanan ini memungkinkan pelanggan melaporkan pemakaian air secara mandiri setiap bulan demi menghindari tagihan perkiraan yang merugikan.
Berikut adalah ketentuan jadwal layanan catat meter mandiri:
- Tanggal 1–20: Periode pelaporan normal bagi seluruh pelanggan aktif.
- Tanggal 21–25: Dikhususkan bagi pelanggan dengan kondisi rumah kosong, pagar terkunci, meteran tertimbun, atau letak meteran yang berada di dalam ruangan tertutup.
Langkah evaluasi rutin oleh jajaran direksi dan dewan pengawas dari Pemkab Bekasi diharapkan mampu mendongkrak performa kualitas pelayanan.
Selain itu, kebijakan ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya pada sektor penyediaan layanan air bersih yang merata dan berkelanjutan.
Punya keluhan soal tagihan air atau ingin berbagi pengalaman menggunakan layanan Tirta Bhagasasi?
Tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar atau sebarkan artikel ini agar tetangga Anda tahu jadwal catat meter mandiri! Jangan lupa pantau terus pembaruan berita seputar Bekasi hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














