Poin Utama:
- Tersangka: Wawan Supandi (56), pengemudi mobil berstiker Makanan Bergizi Gratis (MBG).
- Lokasi Insiden: Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
- Jumlah Korban: 1 orang meninggal dunia di lokasi dan 3 orang mengalami luka-luka.
- Penyebab: Penyelidikan awal Polres Metro Bekasi Kota mengarah pada kelalaian murni pengemudi, bukan akibat rem blong.
Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota secara resmi menetapkan Wawan Supandi (56) sebagai tersangka dalam insiden kecelakaan maut yang melibatkan mobil operasional distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Tragedi berdarah ini menyapu bersih sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Selasa (02/06/2026) lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain berstatus tersangka, Wawan kini mendekam di balik jeruji besi untuk mempermudah proses penyidikan atas kelalaiannya yang menelan nyawa warga.
Apa Penyebab Kecelakaan Mobil Gizi di Bekasi Timur?
Penyebab kecelakaan maut di kawasan Aren Jaya tersebut dipastikan mengarah pada kelalaian murni dari pihak pengemudi, bukan karena faktor kerusakan mesin.
Kepastian ini sekaligus membantah dugaan awal dari warga dan saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sempat berasumsi bahwa insiden dipicu oleh malfungsi pengereman atau rem blong.
”Saat ini yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukumnya terus berlanjut,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (04/06/2026).
Guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP), aparat kepolisian tidak main-main dan telah memeriksa sejumlah saksi mata serta menggelar olah TKP lanjutan.
Langkah tegas penyidik ini membuktikan komitmen penegak hukum dalam mengusut tuntas insiden lalu lintas yang melibatkan kendaraan berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.
Berapa Jumlah Korban Tragedi Mobil MBG di Aren Jaya?
Dampak dari laju liar mobil pengantar gizi tersebut sangat fatal, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sekaligus menghancurkan roda perekonomian para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.
Kendaraan berpelat kuning itu baru berhenti setelah menghantam keras barisan gerobak yang berjejer di area depan minimarket Alfamart.
Berdasarkan data resmi kepolisian, rincian korban dalam tragedi nahas ini adalah sebagai berikut:
- 1 orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah setelah terhantam bodi kendaraan.
- 3 orang mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan penanganan medis.
- Kerugian material yang dialami PKL berupa hancurnya gerobak dan barang dagangan yang rusak total disapu kendaraan.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami detail teknis kendaraan sebelum kejadian untuk menutup celah penyidikan.
Kasus kelalaian beralas maut ini menjadi peringatan keras bagi para pengemudi kendaraan operasional di jalan raya, khususnya bagi armada yang melintas di kawasan padat permukiman Kota Bekasi. Keselamatan pejalan kaki dan pedagang warga harus selalu menjadi prioritas mutlak di atas segalanya.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai insiden tragis ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah, dan sebarkan artikel ini agar masyarakat Kota Bekasi semakin waspada saat beraktivitas di bahu jalan. Jangan lewatkan update berita kriminal dan kebijakan Pemkot Bekasi terbaru hanya di RakyatBekasi.Com!






