Poin Utama:
- Komitmen SPPG: Pemilik SPPG menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas biaya medis dan kerugian korban kecelakaan mobil MBG.
- Kondisi Korban: S (36), pedagang tahu, masih dalam kondisi kritis di RS Siloam Sentosa akibat luka berat di kepala.
- Lokasi & Waktu: Insiden terjadi di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur pada Selasa (12/05/2026) siang.
- Proses Hukum: Supir mobil MBG saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Bekasi Kota.
Pihak pengelola SPPG berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas insiden kecelakaan yang melibatkan mobil distribusi MBG di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/05/2026) siang.
Meski pemilik perusahaan telah menemui keluarga korban, salah satu pedagang berinisial S (36) dilaporkan masih dalam kondisi kritis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, kepolisian tengah mendalami penyebab pasti kendaraan distribusi tersebut menghantam lapak pedagang kaki lima di depan sebuah minimarket.
Bagaimana kondisi terkini pedagang tahu korban kecelakaan mobil MBG di Bekasi Timur?
Korban berinisial S (36) saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam Sentosa dalam kondisi kritis akibat luka serius di bagian kepala.
Pihak keluarga menyebut tim dokter tengah berupaya melakukan penanganan terbaik guna menstabilkan kondisi pria yang sehari-harinya berjualan tahu tersebut.
”Untuk saat ini korban masih kondisi kritis. Dari Tim Dokter menangani. Jadi saya belum tau kabarnya, paling minta doanya,” ujar Sunendar (kakak korban) kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (12/05/2026).
Apa bentuk tanggung jawab pengelola SPPG terhadap korban di Aren Jaya?
Pengelola SPPG dilaporkan telah menemui pihak keluarga korban dan menjanjikan santunan serta penanggungan seluruh biaya pengobatan hingga tuntas.
Selain komitmen materiil, pemilik SPPG juga menyatakan kepatuhannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan di pihak kepolisian.
”Dia punya tanggung jawab penuh. Dia menyampaikan bapak gak usah takut, saya minta maaf sebelumnya. Saya bertanggungjawab semuanya,” ungkap Sunendar seraya menirukan ucapan pemilik SPPG.
Siapa saja yang menjadi korban dalam insiden maut mobil MBG tersebut?
Terdapat total empat orang yang dilaporkan menjadi korban luka akibat hantaman keras kendaraan distribusi MBG tersebut, dengan rincian sebagai berikut:
- S (36): Pedagang tahu yang mengalami luka berat di kepala (Kritis).
- Pedagang Es: Mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
- Supir MBG: Mengalami luka dan sedang diperiksa polisi.
- Kenek MBG: Mengalami luka-luka pasca-benturan.
Hingga berita ini ditayangkan, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Bekasi, Dessy Natalia, masih belum memberikan respon resmi terkait evaluasi keamanan armada distribusinya. Kasus kecelakaan ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satlantas Polres Metro Bekasi Kota untuk menentukan unsur kelalaian pengemudi.
Ayo Bagikan! Apakah Anda melihat kejadian ini? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan berita ini untuk mengawal proses keadilan bagi para korban.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















