Poin Utama:
- Mobil distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak pedagang kaki lima di Jl. Kalimantan Raya, Bekasi Timur, menewaskan satu orang pada Selasa (12/05/2026).
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara tegas menyoroti dugaan kelalaian Uji KIR oleh pihak pengelola SPPG.
- Polres Metro Bekasi Kota tengah menyelidiki insiden yang diduga akibat pengemudi salah menginjak pedal gas saat menghindari kendaraan lain.
- Data Dinkes Kota Bekasi mencatat lonjakan dapur SPPG mencapai 251 titik per April 2026.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan teguran keras dan akan mengevaluasi kelayakan operasional kendaraan pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca-insiden kecelakaan maut.
Peristiwa tragis tersebut menewaskan satu orang pedagang kaki lima (PKL) dan melukai tiga lainnya di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Selasa (12/05/2026) siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Penyebab Tabrakan Maut Mobil MBG di Bekasi Timur?
Insiden nahas ini diduga kuat berawal dari kelalaian pengemudi dan minimnya kontrol kelayakan kendaraan.
Mobil distribusi MBG yang melaju dari arah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat, sebelumnya kerap dikeluhkan warga karena sering melintas dengan kecepatan tinggi di jalan yang sempit.
Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, saat melewati tikungan, sopir berusaha menghindari kendaraan bermotor.
Namun nahas, karena panik, pengemudi justru kehilangan kendali dan melakukan kesalahan fatal dalam operasional kendaraan.
”Sopir tidak sempat menghindar dan tidak menginjak pedal rem, melainkan pedal gas. Sehingga, sopir banting setir dengan kecepatan penuh dan menabrak dua gerobak yang berjualan di sekitar lokasi,” ungkap Kepala Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia.
Saat ini, kepolisian telah mengamankan barang bukti, memeriksa tiga orang saksi, menahan sopir, serta mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar minimarket lokasi kejadian.
Bagaimana Tanggapan Wali Kota Bekasi Terkait Tragedi Ini?
Menanggapi tragedi hilangnya nyawa warga, Wali Kota Bekasi langsung menyoroti tanggung jawab pengusaha SPPG terhadap armada distribusi mereka.
Ia menduga ada pengabaian terkait standarisasi keselamatan kendaraan pengangkut logistik program pemerintah tersebut.
”Saya lihat juga katanya itu kan mobil barang, mobil barang itu kan harus diuji, sampai sejauh itu. Jangan-jangan juga ada kelalaian dari pihak SPPG terkait dengan Uji KIR kendaraan yang harus dilakukan secara berkala,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (13/05/2026).
Tri mengingatkan agar pengelola SPPG tidak menyepelekan Uji KIR hanya karena rute kendaraan MBG didominasi oleh jalan perumahan atau perkampungan menuju sekolah.
Pemkot Bekasi menegaskan bahwa keselamatan armada adalah kewajiban mutlak pemilik dapur. Pihaknya juga segera merencanakan inspeksi langsung ke SPPG terkait untuk melakukan evaluasi cepat dan menyeluruh.
Berapa Jumlah Dapur MBG (SPPG) di Kota Bekasi Saat Ini?
Insiden ini membuka mata publik terkait masifnya pertumbuhan operasional program MBG di wilayah Kota Bekasi yang menuntut pengawasan ekstra dari Pemkot Bekasi.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, sebaran dapur penyedia makanan terpantau melonjak tajam:
- Terdapat 251 titik SPPG yang telah beroperasi di wilayah Kota Bekasi hingga periode April 2026.
- Jumlah tersebut meningkat lebih dari 100% dibandingkan data pada awal Februari 2026 yang baru menyentuh 120 titik.
Tragedi di Aren Jaya ini menjadi peringatan keras bagi seluruh vendor pengelola program MBG. Pemenuhan target distribusi makanan kepada siswa tidak boleh sedikitpun mengesampingkan faktor kelayakan kendaraan dan keselamatan warga di jalan raya.
Bagaimana pendapat Anda tentang pengawasan kendaraan distribusi MBG di lingkungan tempat tinggal Anda?
Bagikan opini Anda di kolom komentar dan terus ikuti update berita seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















