Poin Utama:
- Insiden Maut: Mobil distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) hilang kendali dan menabrak gerobak PKL di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
- Korban Jiwa: Tragedi ini mengakibatkan 1 orang tewas dan 3 orang lainnya menderita luka-luka.
- Faktor Kelalaian: Sopir panik saat menghindari sepeda motor di tikungan dan terbukti salah menginjak pedal gas alih-alih rem.
- Tindakan Aparat: Satlantas Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan sang sopir, 3 saksi mata, dan rekaman CCTV setempat untuk proses hukum lanjutan.
Insiden maut yang melibatkan mobil operasional distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur pada Selasa (12/05/2026) siang.
Kendaraan roda empat yang melaju tak terkendali tersebut secara brutal menghantam dua gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada tepat di area depan sebuah minimarket.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat kelalaian fatal pengemudi ini, satu nyawa melayang sementara tiga warga lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka.
Bagaimana Kronologi Mobil MBG Menabrak PKL di Aren Jaya?
Kronologi nahas ini bermula saat armada distribusi milik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) baru saja keluar dari area dapur utama yang berlokasi tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat melintas di area tikungan, sopir diduga panik saat mencoba menghindari sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.
Bukannya mengurangi kecepatan, sang sopir justru menginjak pedal gas dalam-dalam sehingga mobil membanting setir dengan kecepatan penuh dan melibas habis gerobak PKL di pinggir jalan.
”Sementara saksi ada 3 orang. Kita sudah mengamankan barang bukti maupun sopir mobil distribusi MBG yang tengah kita lakukan pemeriksaan intensif,” kata Kompol Gefri Agitia kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (12/05/2026).
Berapa Jumlah Korban Tabrakan Armada SPPG di Bekasi Timur?
Hantaman keras dari kendaraan distribusi pelat merah tersebut memicu jatuhnya sejumlah korban dari pihak warga dan pedagang yang tengah beraktivitas di sekitar minimarket.
Berdasarkan data awal kepolisian, total terdapat empat orang yang menjadi korban dengan rincian sebagai berikut:
- 1 orang korban dilaporkan meninggal dunia.
- 2 orang korban menderita luka-luka dan membutuhkan penanganan medis.
- 1 orang korban mengalami luka ringan.
Apa Langkah Tegas Polisi Terhadap Sopir Ugal-ugalan Ini?
Satlantas Polres Metro Bekasi Kota saat ini tengah melakukan investigasi mendalam dan menyisir area minimarket untuk mengamankan rekaman CCTV sebagai alat bukti tambahan.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan kelalaian fatal serta pengujian uji kelayakan jalan terhadap armada SPPG tersebut.
Fakta di lapangan juga mengungkap bahwa kendaraan operasional MBG ini kerap menuai keluhan dari warga setempat.
Armada distribusi tersebut dilaporkan sering melintas dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan di jalanan permukiman padat penduduk yang sempit.
Tragedi berdarah di Aren Jaya ini menjadi tamparan keras sekaligus alarm bagi pengelola program MBG maupun Pemkot Bekasi.
Standar operasional serta rekrutmen sopir armada distribusi perlu dievaluasi ketat agar keselamatan publik tidak menjadi tumbal program layanan gizi.
Apakah armada pelat merah di lingkungan Anda juga sering ugal-ugalan? Sampaikan opini dan kesaksian Anda di kolom komentar di bawah ini! Bagikan berita ini agar masyarakat Bekasi semakin waspada, dan terus ikuti RakyatBekasi.Com untuk update penetapan tersangka dari insiden maut ini.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















