Poin Utama:
- Mantan Waka BGN Sony Sanjaya resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) di kasus mega korupsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
- Sebanyak 26 nama tokoh elite politik, lembaga eksekutif, dan legislatif terseret dalam “nyanyian” Sony dari balik jeruji besi.
- Tokoh yang merasa tidak terlibat ditantang untuk segera membuat Laporan Polisi (LP) terkait dugaan pencemaran nama baik.
- Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak untuk menjadikan kesaksian Sony sebagai pintu masuk guna membongkar aktor intelektual skandal MBG.
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengirimkan sinyal perlawanan tajam dari balik jeruji besi terkait kasus korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony secara resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan secara terbuka menyeret 26 nama elite mulai dari eksekutif, legislatif, hingga pimpinan partai politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah hukum ini dinilai sebagai upaya Sony untuk menyelamatkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dengan membongkar tuntas aktor intelektual di balik skandal yang merugikan negara tersebut.
Siapa Saja 26 Elite yang Diseret Sony Sanjaya dalam Korupsi MBG?
Deretan 26 nama yang diseret oleh Sony Sanjaya diduga kuat melibatkan para pejabat teras eksekutif, jajaran legislatif, pimpinan partai politik, hingga pengurus sejumlah organisasi raksasa di Tanah Air.
Sebagian besar dari nama-nama tersebut langsung bereaksi kilat merespons tudingan ini, baik secara langsung maupun melalui juru bicara mereka masing-masing.
”Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi hukum, tentu berlaku asas praduga tak bersalah. Hak setiap orang yang namanya diseret Sony juga untuk membantah,” kata Direktur Eksekutif Indonesian Government Watch (IGoWa), Sutrisno Pangaribuan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (12/06/2026).
Kendati demikian, publik dinilai akan kehilangan kepercayaan terhadap jalannya pemerintahan jika para pejabat yang namanya disebut masih terus aktif dalam tata kelola negara.
Langkah paling rasional dan etis bagi para elite tersebut adalah segera menonaktifkan diri dari jabatannya saat ini guna memperlancar proses hukum.
Apa Bukti Elite Politik Tidak Terlibat Korupsi MBG?
Bukti perlawanan paling nyata bagi para elite politik yang merasa tidak menikmati uang korupsi MBG adalah dengan segera mempolisikan Sony Sanjaya.
Bantahan sekadar melalui media pers dinilai sama sekali tidak cukup untuk menghapus jejak kecurigaan publik terhadap nama-nama yang sudah terlanjur beredar luas.
Berikut adalah langkah ideal yang didorong oleh aktivis antikorupsi bagi nama-nama yang terseret:
- Membuat Laporan Polisi (LP) dugaan pencemaran nama baik sebagai bukti awal perlawanan hukum.
- Menonaktifkan diri sementara dari jabatan strategis di pemerintahan atau alat kelengkapan DPR RI.
- Pimpinan partai politik membebastugaskan kadernya yang disebut agar tidak membebani muruah partai.
Jika aksi lapor polisi ini tidak dilakukan, maka Kejaksaan Agung (Kejagung) diwajibkan untuk mengembangkan penyelidikan secara proaktif.
Kejagung harus memiliki keberanian memanggil dan memeriksa langsung ke-26 nama elite tersebut demi kepastian hukum yang adil dan transparan.
Mengapa Kejaksaan Agung Harus Menerima JC Sony Sanjaya?
Permohonan Justice Collaborator (JC) dari Sony Sanjaya harus dimaknai oleh penyidik Kejagung sebagai niat baik dari tersangka untuk membuat kasus korupsi MBG terungkap terang benderang.
Keberanian Sony mengajukan JC menjadi sinyal telak bahwa dirinya bukanlah pelaku utama, melainkan ada sutradara besar yang mengatur penyelewengan dana tersebut.
Kejagung saat ini telah memproses tiga mantan pimpinan MBG, yakni satu Kepala dan dua Wakil Kepala.
Keberanian lembaga penegak hukum ini seharusnya tidak berhenti di titik tersebut, melainkan wajib menangkap aktor intelektual lainnya.
Ketegasan ini sangat krusial untuk menyelamatkan wajah Presiden Prabowo Subianto dari oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi dari program mulia Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hukum di Indonesia mengamanatkan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa pengecualian, termasuk dalam pusaran skandal korupsi MBG.
Kini, integritas aparat penegak hukum tengah diuji untuk membongkar tuntas benang kusut kasus ini tanpa pandang bulu, siapapun yang membekinginya.
Bagaimana pendapat Anda tentang langkah berani Sony Sanjaya yang menyeret 26 nama elite politik? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan sampaikan pandangan Anda di kolom komentar! Pastikan Anda terus membaca perkembangan terbaru kasus mega korupsi MBG hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







