- Kota Bekasi bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat pada 7–20 November 2026.
- DPRD Kota Bekasi menuntut agar ajang bergengsi ini meninggalkan legacy (warisan) jangka panjang, tidak sebatas kesuksesan seremoni.
- Pemkot Bekasi didesak untuk mengoptimalkan aktivasi fasilitas publik dan ruang terbuka agar budaya olahraga masyarakat makin hidup.
- Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan sekolah, keluarga, dan dunia usaha untuk membina ekosistem olahraga yang solid.
PERINGATAN HARI OLAHRAGA NASIONAL (HAORNAS) 2026 menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat pada 7–20 November 2026, jajaran legislatif menyoroti pentingnya dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Tuan rumah tidak boleh hanya berorientasi pada peraihan medali emas semata, melainkan wajib meninggalkan legacy nyata berupa tumbuhnya budaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat Kota Bekasi.
Evaluasi Kritis DPRD Kota Bekasi Jelang Porprov Jabar 2026
”Haornas jangan berhenti sebagai seremoni. Apalagi tahun ini Kota Bekasi menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat. Yang kita harapkan bukan hanya sukses penyelenggaraan dan prestasi, tetapi legacy. Setelah Porprov selesai, masyarakat harus semakin dekat dengan olahraga,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Nawal Husni kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (14/09/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tegas ini merespons persiapan Pemkot Bekasi yang tengah mengebut berbagai kesiapan infrastruktur turnamen.
Wakil rakyat tersebut menilai kehadiran ribuan atlet dari seluruh wilayah Jawa Barat harus menjadi pemicu kebangkitan olahraga lokal.
Mengapa Pembinaan Olahraga Usia Dini Lebih Penting dari Sekadar Gelar Juara?
Ketua DPC PPP Kota Bekasi tersebut menegaskan bahwa euforia Porprov harus dikonversi menjadi inspirasi bagi generasi muda lokal.
Pembinaan olahraga di tingkat usia dini adalah investasi pembentukan karakter sumber daya manusia (SDM) yang tidak bisa diukur sekadar dari raihan trofi.
”Kalau anak-anak terbiasa berolahraga sejak dini, kita bukan hanya mencari atlet, tapi sedang membentuk generasi yang sehat, disiplin, sportif, dan memiliki daya juang. Jika kita hanya fokus mencari juara tetapi masyarakatnya tidak terbiasa aktif, pembangunan olahraga belum lengkap,” jelasnya.
Bagaimana Strategi Menghidupkan Fasilitas Olahraga Publik di Kota Bekasi?
Untuk mewujudkan ekosistem yang sehat, DPRD menyoroti urgensi pemanfaatan sarana dan prasarana publik di seluruh penjuru kota.
Ruang terbuka, taman, hingga lapangan di area permukiman warga harus dihidupkan secara maksimal agar tidak menjadi infrastruktur yang mubazir setelah ajang selesai.
”Aktivasi Sarana Fasilitas olahraga tidak boleh minim aktivitas atau sekadar bagus secara fisik. Lalu Kolaborasi Komunitas Mendorong sekolah, keluarga, organisasi olahraga, hingga dunia usaha untuk bergerak bersama. serta Penguatan Basis Menjadikan ruang publik sebagai wadah interaksi dan kebiasaan hidup sehat secara rutin,” ujarnya.
Apa Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan Pasca-Porprov 2026?
Kolaborasi lintas sektor atau semangat gotong royong adalah fondasi mutlak untuk mempertahankan eksistensi fasilitas publik.
Keterlibatan komunitas akar rumput dan pihak swasta dapat menjamin ruang publik tetap terawat dan dipenuhi agenda positif.
”Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, keluarga, komunitas, hingga dunia usaha harus terlibat dengan semangat gotong royong,” tambah Nawal.
Melalui fungsi pengawasan legislatif, Komisi IV akan terus mengevaluasi keberlanjutan program olahraga yang digagas oleh instansi terkait di Pemkot Bekasi. Targetnya adalah memastikan pemeliharaan fasilitas publik pasca-turnamen tetap berjalan optimal.
”Medali tentu penting, tetapi jangan sampai setelah Porprov selesai semangat olahraganya ikut selesai. Legacy yang paling penting adalah ketika semakin banyak masyarakat Kota Bekasi yang rutin berolahraga dan budaya itu tumbuh. Kalau itu terjadi, Porprov meninggalkan warisan yang jauh lebih besar,” pungkasnya.
Dukungan penuh masyarakat dan komitmen nyata dari penyelenggara pemerintahan sangat menentukan masa depan iklim olahraga di Kota Patriot.
Jangan sampai fasilitas bernilai miliaran rupiah kelak hanya berakhir menjadi monumen bisu tanpa aktivitas.
Bagikan artikel ini agar masyarakat semakin kritis mengawal program pemerintah! Berikan opini Anda di kolom komentar, dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan informasi serta kebijakan terbaru di Kota Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















