Gerakan Rakyat Menentang Firly, Save Anies Baswedan

- Jurnalis

Selasa, 4 Oktober 2022 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh: M, Nadim

Pergerakan Elemen Rakyat (PEREKAT) Aksi damai dan penyampaian pendapat di muka umum, gedung merah putih KPK tanggal 03 Oktober 2022 mengangkat isu sentral yaitu:

  • Hentikan siasat jahat KPK dibawah kepemimpinan Firli Bahuri, dalam upayanya memaksakan untuk mengkriminalisasi Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan agar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Formula E, karena ini dikhawatirkan akan berpotensi terjadi kegaduhan politik yang mengganggu ketertiban umum dan untuk menyongsong Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
  • Mendorong KPK agar segera menyelesaikan kasus-kasus besar korupsi yang sampai saat ini mangkrak tidak ada kejelasan dalam proses penyelidikan, sehingga terkesan KPK melakukan pembiaran terhadap kasus-kasus tersebut.
  • Meminta KPK agar tidak tebang pilih kasus korupsi, dimana kasus-kasus yang melibatkan para pejabat rezim pemerintah, yang jelas-jelas terlihat indikasi terjadinya korupsi justru dibiarkan.
  • Bila tuntutan-tuntutan ini tidak dapat dipenuhi, kami meminta ketua KPK Firli Bahuri untuk dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak becus dalam menjalankan amanat rakyat Indonesia dalam menciptakan kondisi negara yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Menilai KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri tidak menegakan pemberantasan korupsi sebagaimana mestinya. Diduga Firli terbelit dalam beberapa skandal gratifikasi dan berbagai pelanggaran kode etik sejak menjabat deputi penindakan hingga menjadi ketua pemberantasan korupsi periode 2019 – 2023, dimana sebagian skandal itu membuat ia terkena sangsi pelanggaran etik antara lain:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Pada April 2018 – Juni 2019. Semasa menjabat sebagai Deputi penindakan KPK, Firli diduga membocorkan 26 kasus operasi tangkap tangan yang direncanakan KPK.
  • Nama Firli muncul dalam dalam kasus korupsi yang menyeret bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Ahmad Yani.
  • Pimpinan KPK sepakat menghentikan 36 kasus korupsi di tahap penyelidikan.
  • Melanggar etik lantaran menggunakan helikopter saat pulang kampung ke desa Lontar Muara Jaya, Sumatera Selatan.
  • Menyelundupkan pasal tes wawasan kebangsaan (TKW) dalam peraturan KPK tentang pengalihan status pegawai menjadi aparatur sipil Negara. Lalu ia menonaktifkan 75 pegawai KPK yang terbukti memiliki kredibilitas dalam pemberantasan korupsi yang tak lulus tes tersebut.

Tujuan dilaksanakan aksi ini tidak lain untuk menciptakan suasana yang kondusif dimasyarakat, dan sudah menjadi tugas KPK sebagai salah satu lembaga tinggi Negara yang independent bebas dari campur tangan siapapun untuk mengemban amanat rakyat dalam memberantas korupsi, bukan justru menggunakan wewenangnya untuk melancarkan agenda-agenda oligarki untuk menjarah negeri ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Konflik Daerah: Ancaman Nyata Keutuhan NKRI
Kritik Tajam Yusuf Blegur atas Kontroversi Pidato Prabowo
Kritik 81 Tahun Merdeka: Buat Apa Sebenarnya Indonesia Ini?
Utang Negara Rp10.293 Triliun dan Bisunya Elite Ormas Islam
Gugat Ilusi KDM: Mengapa Elektabilitas Dedi Mulyadi Meroket?
Menggurita! Praktik Korupsi di Indonesia Kini Jadi Ancaman Nyata
Sindir dr. Tifa, Ini Makna Hijrah Sejati Menurut Sejarah
Ketamakan Amerika Serikat Bak Lebai Malang di Timur Tengah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Transformasi Konflik Daerah: Ancaman Nyata Keutuhan NKRI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Kritik Tajam Yusuf Blegur atas Kontroversi Pidato Prabowo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Kritik 81 Tahun Merdeka: Buat Apa Sebenarnya Indonesia Ini?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Utang Negara Rp10.293 Triliun dan Bisunya Elite Ormas Islam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Gugat Ilusi KDM: Mengapa Elektabilitas Dedi Mulyadi Meroket?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x