Alamak! 30 Gay Peserta Pesta Seks di Bogor Reaktif HIV dan Sifilis

- Jurnalis

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menggerebek pesta gay modus family gathering di Puncak, Bogor (Foto: Dok. istimewa)

Polisi menggerebek pesta gay modus family gathering di Puncak, Bogor (Foto: Dok. istimewa)

Hasil pemeriksaan polisi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terhadap 75 peserta pesta gay yang digerebek di Puncak, Megamendung, Bogor, Jawa Barat sangat menakutkan.

Bagaimana tidak, 30 dari total 75 orang yang diperiksa dinyatakan reaktif HIV dan sifilis.

“Dari 75 orang yang diperiksa, sebagian ada yang reaktif HIV, ada yang reaktif sifilis, dan ada yang non-reaktif keduanya. (Jumlahnya) 30 orang yang reaktif dan 45 yang non-reaktif,” kata Kadinkes Kabupaten Bogor Fusia Meidiyawaty, Selasa (24/06/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk diketahui, rekatif itu bukan berarti 100 persen. Melainkan kemungkinan besar sudah positif menderita penyakit tersebut. Untuk memastikan, diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha menyebut untuk mendapatkan konfirmasi resmi positif HIV dapat menggunakan tes lanjutan, misalnya western blot. 

Western blot tidak digunakan sebagai tes skrining awal, tetapi sebagai tes konfirmasi setelah tes ELISA (atau tes cepat) menunjukkan hasil positif.

“HIV reaktif itu lebih kepada skrining, rapid test, belum 100 persen positif. Untuk memastikannya ada pemeriksaan lanjutan seperti western blot test yang lebih canggih,” tegasnya,Selasa (24/6/2025).

Terlebih, melihat kelompok tersebut termasuk populasi kunci. Mereka yang melakukan hubungan seks melalui anus memiliki risiko berkali-kali lipat tertular HIV, dibandingkan seks melalui vagina. 

dr Boyke juga menyoroti hasil gonore yang ikut reaktif, menandakan kemungkinan besar positif HIV lebih besar.

“Karena anus tidak diciptakan untuk hubungan seks, namun anus itu diciptakan untuk buang air besar. Sehingga dinding khusus yang tipis itu lebih memudahkan penetrasi daripada virus HIV dan AIDS,” jelasnya.

Pada tahap awal, orang dengan HIV jarang menunjukkan gejala, tetapi sudah menularkan. Fase ini dinamakan fase jendela saat tubuh masih terus melawan virus.

“Karena virus HIV itu kan terus bereproduksi terus kan virusnya. Makanya harus dibantu dengan pemberian antiretroviral, antiretrovirus. Supaya dikasih obat virus itu, virusnya juga banyak yang mati.”

dr Boyke menyoroti pentingnya pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah tanpa memberikan stigma sehingga populasi kunci terbuka dengan statusnya.

Pasalnya, hal ini relatif penting demi menekan penularan kasus HIV terus meluas. Kemenkes RI hingga saat ini hanya menemukan 60 persen dari total yang terlaporkan terkait HIV.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB
Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang
Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari
Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen
Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar
Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan
Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya
PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang

Kamis, 16 April 2026 - 04:36 WIB

Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari

Senin, 13 April 2026 - 18:34 WIB

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 20:14 WIB

Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca